29 Februari 2016

Mencoba Merenngkuh

Malam ini kembali berlalu
Berganti dengan lembutnya embun
Berselimut hangatnya sinar matahari
Berkawan dengan sibuknya penghuni
Masihkah ragaku berdaya
Mengikuti derap kesibukan dunia
Mencoba melewati dengan segala daya

Kau dimana wahai yang bertahta
Berharap tanganmu kan merengkuhku
Membawaku bersama ayunan langkahmu
Menguatkanku saat langkahku terserak dalam sibuk
Memberikan cahaya untukku ketika siang kembali ke peraduannya
Agar aku tak tersesat dalam gelap
Agar kaki ini kuat menapak
Karna esok masih berharap
Untuk bisa mendengar suara
Dan memeluknya dengan segenap asa


12 komentar:

Nychken Gilang mengatakan...

Puitis sekali.
Tapi judulbya sedikit typo hayoo mba. Hehe

Khikmah Al-Maula mengatakan...

Embun, aku suka embun, hehe

Sasmitha A. Lia mengatakan...

Sini ku peluuuukkk mbak..😁

denik mengatakan...

Wah, hebat euy...tulisannya puitis sekali. Semangaaat!!!

lisa lestari mengatakan...

Iya Lang,,judulnya belakangan,pas anakku udah bangun,jdinya ke ketik itu

lisa lestari mengatakan...

Yuuukkk,jadi berpelukan yaaaa

Vinny Martina mengatakan...

Duuh.. aku mah, salut luar biasa dengan yang penulis puisi. Selamat ya mba :*

juni dwiriyanti mengatakan...

Yang bertahta kemana mbk? Btw bagus puisinya

juni dwiriyanti mengatakan...

Yang bertahta kemana mbk? Btw bagus puisinya

HERU WIDAYANTO mengatakan...

Puisimu mengingatkan aku pada Pak Satiyo, guru Pembukuan kita yang telah menemukan selembar sajak SMPku Lis 😊 hahaaa

HERU WIDAYANTO mengatakan...

Mantab Lis

lisa lestari mengatakan...

Hahaha,,jdi kepo siapa sih yg dikirimi puisi

Posting Komentar