21 April 2016

Kado Untuk Dede

September 2014...
Allah menitipkan aku di rahim Ummi. Siapa Ummi, wanita yang seperti apakah beliau? Sama sekali aku belum mengenalnya. Ummi pun baru mengetahui aku ada di rahimnya setelah aku berusia 6 minggu. Ummi juga menyambutku dengan sedikit kaget, apalagi sosok yang dipanggil Abi oleh Ummi. Sepertinya aku tidak diterima. Aku sedih...

Oh, ternyata Ummi sayang aku. Dielusnya selalu aku yang masih kecil, tentunya perut Ummi juga belum besar. Buktinya Ummi masih memakai celana kalau berangkat kerja. Aku suka ucapan Ummi di setiap bangun tidur, setelah membaca doa bangun tidur, sambil mengelus perut, Ummi berkata, "Dede sayang, hari ini jadwal kita padat merayap. Dede yang baik dalam perut Ummi. Kita have fun ya seharian ini."

Aku selalu suka kata-kata Ummi. Jadilah Ummi tak pernah mabuk seperti orang ngidam pada umumnya. Pun malam menjelang tidur, Ummi akan memujiku. "Dede hebat hari ini, baik sama Ummi. Jadinya Ummi kuat menjalani hari ini. Makasih ya, De."
Bahagianya bersama Ummi.

Selalu ikut kemana pun Ummi pergi, membuatku tahu yang dimaksud jadwal padat merayapnya. Pagi-pagi setiap jam 03.00 Ummi sudah bangun bersama Abi. Abi pergi mengambil dagangan ayam yang akan dijualnya keliling kampung. Ummi akan asyik bercengkerama dengan penguasa langit, Allah yang dicinta. Baru pada pukul 04.00 Ummi akan memulai aktivitasnya. Memasak, membuat bekal sekolah untuk Kaka Hawa yang masih sekolah TK dan bekal untuk Kaka Bila yang sudah SMP. Oh, ya, aku punya dua kaka yang cantik. Nanti aku ceritakan lagi ya. Sekarang akan aku lanjutkan tentang aktivitas Ummi.

Selesai memasak Ummi akan berbenah sebentar, lalu menyiapkan keperluannya sebelum berangkat sekolah. Cek ricek keperluan Kaka Hawa, bergegas mandi, sarapan bertiga, lalu cuuusss, Ummi membawaku dan dua kaka cantikku berangkat. Kaka Bila hanya sampai depan dan akan melanjutkan ke sekolah dengan diantar pak sopir angkot. Kaka Hawa dianter ke Wa Ita, pengasuh kaka Hawa dari bayi. Wah, aku pasti juga akan diasuh Wa Ita jika sudah lahir nanti. Kan nggak mungkin Ummi mengasuhku, Ummi kan ngajar, pasti aku akan dititipkan selama ngajar.

Tempat ngajar Ummi itu jauh sekali. Kata Ummi kalau cerita padaku sewaktu di jalan, 39km jarak tempat tinggal sampai ke sekolah Ummi. Wow, jarak yang bagiku luar biasa. Saat Ummi mengandungku, jalanan menuju sekolahku bukan jalan yang mulus seperti jalan tol. Tetapi jalanan yang banyak lubang, belum lagi jalanan bekas longsor yang kalau musim hujan akan seperti lumpur tanah merah. Belum lagi kelokan, tanjakan, bahkan turunan yang terjal dam curam Ummi lewati menggunakan motor vario CW hitamnya. Ingat juga jembatan yang menghubungkan dua desa ke sekolah Ummi, dibongkar dan Ummi harus berputar melewati bukit merah. Syerem jalannya. Jembatannya diganti menggunakan bambu yang disusun. Jika turun hujan lebat, jembatan bambunya akan hanyut, dan Ummiku akhirnya pulang lagi nggak bisa ngajar. Meskipun medan seperti itu, Ummi selalu rajin ke sekolah. Tak peduli hujan dan jalanan yang tak bersahabat. Ummi akan memintaku kuat, jika melewati jalanan jelek penuh batu dan lubang.

Sepulang ngajar Ummi tidak pulang ke rumah. Tapi Ummi masih harus berkunjung ke murid private Ummi. Terkadang dua anak dalam sehari. Meskipun kata Ummi sejak ada aku, jadwal les private Ummi sudah dikurangi. Les private ke mas Jiva, bang Arya, bang Abi, kaka Ara, bang Bilfil, kaka Rani, dan kaka Naila. Selesai les pasti malam. Nggak kebayang capeknya Ummi, namun Ummi tak pernah mengeluh capek. Jempol buat Ummi!

Serunya bersepeda motor dengan Ummi adalah saat Ummi membawa kuda besinya dengan kecepatan lebih dari 50. Di dalam perut Ummi aku ikut senang, perjalanan yang mulai melelahkan Ummi seiring aku yang makin besar di perut Ummi.

Desember 2014
Ingat bulan tersebut, Ummi? Hari itu UAS anak-anak Ummi ya? Hari Kamis Ummi berangkat sudah agak siang. Memacu si hitam lebih cepat dari biasanya sejak memasuki jalanan. Aku sih senang-senang saja. Hampir sampai perbatasan Citeureup menuju Sukamakmur, pas di turunan, ada ayam jantan yang melenggang santai menyeberang jalan. Bermaksud menghindar dari ayam jago, malah Ummi menabrak ayam tersebut. Ummi kaget dan akhirnya mengerem mendadak. Aku terkejut, Ummi. Ummi terjatuh dengan posisi perut Ummi terhantam aspal. Ada aku, Ummi. Aku teriak. Ummi...

Si Hitam tergeletak tak jauh dari tubuh Ummi. Ummi kesakitan, tangan kiri nggak bisa diangkat, kaki kanan dari betis sampai telapak kaki tergerus aspal. Tak ketinggalan dua lutut, tangan kanan dan kiri, serta punggung tangan kanan dekat jari penuh luka. Ada darah merembes dari celana Ummi. Ummi meringis menahan sakit pastinya. Tapi bisa langsung berdiri dan berjalan ke tepian, khawatir ada mobil atau motor dari seberang jalan. Motor Ummi dibawa oleh penduduk. Ummi menahan sakit, mengolesi luka dengan obat merah pemberian warga sekitar. Celana dan kaos kaki Ummi bolong, jaket Ummi juga. Aku nggak tega lihat Ummi. Ummi mulai terisak ketika ada warga yang menanyakan tentangku. Warga itu seperti nya melihat perut Ummi yang buncit setelah jaket dilepas. Ummi takut ada apa-apa denganku, aku baik-baik saja, Ummi.

Ternyata peristiwa jatuhnya Ummi dari motor bukan hanya sekali itu saja. Bulan Februari 2015 Ummi jatuh lagi. Kali ini karena jalanan bekas hujan, pas turunan juga, di jalanan bekas longsor. Luka Ummi tidak terlalu parah. Hanya kedua lutut lecet dan baju Ummi kotor lumpur. Jatuh ketiga kalinya di tempat yang sama. Duh, Ummi, Ummi pasti kecapekan dengan seabrek kegiatan sehingga mudah jatuh. Sejak itu Ummi nggak pernah kenceng bawa motornya. Dan Allah begitu sayang dengan kita ya, Ummi, meskipun jatuh tiga kali selama hamil, aku tetap berada dalam posisi yang bagus.

Sejak Desember Ummi sudah memanggilku dede El. Nggak tahu El siapa, setiap kaka Hawa bertanya nama lengkapku. Ummi hanya panggil aku El. Senangnya hatiku sudah memiliki nama sejak dalam perut.

April 2014
Kata dokter dan bidan, aku akan lahir bulan Mei. Ummi selalu berbicara padaku agar aku lahir tanggal 7 Mei, supaya unik tanggal lahir anak Ummi. Kaka Bila lahir tanggal 9 Mei, kaka Hawa tanggal 8 Mei, nah Ummi berharap aku lahir tanggal 7. Tapi rupanya aku ingin memilih tanggalku sendiri ya , Ummi. Pada tanggal 20 April 2015 Ummi dikasih ijin oleh bapak kepala sekolah agar tak usah ke sekolah. Ummi disuruh istirahat, karena anak kelas Ummi sedang libur dikarenakan sedang TUC 3. Ummi mengajakku membeli perlengkapan untukku. Hore, aku akan memakai baju lucu setelah lahir nanti.

Akhirnya tanpa mules atau apapun, Ummi melahirkan aku di tanggal 21 April pukul 22.45. Eh, bu bidannya juga belum turun dari lantai dua pas aku lahir. Aku sudah tak sabar ingin melihat Ummi, Abi, dan dua kakakku yang cantik. Aku lahir bertepatan hari Kartini. Bersyukur sekali aku tidak diberi nama Kartono ya oleh Ummi. Hehehe...

Aku lahir dengan jenis kelamin laki-laki, berat lahir 3.2kg, panjangku 48cm. Aku ganteng kata Ummi dan kaka Bila. Tangisku yang melengking menggambarkan kebahagiaan Ummi dan Abi. Aku menjadi pesaing Abi soal kegantengan. Banyak doa yang terucap untuk Ummi dan aku. Aku akan selalu menjadi kebanggaan Ummi.


#OneDayOnePost
Tulisan ini Umni buat untuk Kamil Ahsan El Ghifari yang hari ini berusia satu tahun. Happy Milad ya, Dede El, Barokallah fii umrik.

19 komentar:

Sakifah Ismail mengatakan...

Sanahilwah dede EL... Semoga selalu jd kebanggaan umi, abi, kakak bila, kakak hawa.. Terutama kelak jadi kebanggaan Allah karena jd pejuang agamaNya

Ciani L mengatakan...

Duh... Perjuangan ummi luar biasa...
Barokallah fii umrik Dede El

lisa lestari mengatakan...

Aamiin..makasih

Wiwid Nurwidayati mengatakan...

Ummi yang hebat. Met milad dedek El. Jadi anak yg sholeh ya.

Nychken Gilang mengatakan...

Mengalir sekali tulisannya mba suka. Sudut pandang bercerita unik dari sang bayi. Makin keren dari hari ke hari. Iri ih hehe

Sasmitha A. Lia mengatakan...

Mbak.... bikin mataku berkaca-kaca aja..😢


Sanah helwah dede El... semoga jadi anak sholeh, cerdas, berbakti pada orang tua.. aamiin..

denik mengatakan...

Met milad ya buat Dedenya Mba..

Khikmah Al-Maula mengatakan...

Aku bacanya sampe terharu mbk Lisa, keren deh perjuangannya.....

buat dede El yang ganteng mt milad, sayangi Ummi, Abi dan kakak2 terus ya... ^^

lisa lestari mengatakan...

aamiin..terimakasih untuk doanya buat dd El...

HERU WIDAYANTO mengatakan...

Selamat Milad ya dede El.
Semoga menjadi ank yg berguna bg klrga, bangsa dan agama.
Salam buat Ummi'nya :)

lisa lestari mengatakan...

aamiin...makasih om Heru

lisa lestari mengatakan...

aamiin...makasih om Heru

Vinny Martina mengatakan...

Ummi.. hati-hati ummi.. dede el, selamat ulang tahun yah.. :*

Rahim dani mengatakan...

Ih ... Terasa ikut jatuh juga ketuka Umi jatu.. Hati-hati ya...

Sanah helwah dede el...

Kholifah Hariyani mengatakan...

BarokAllah umi Lisa dan dede El...
Semoga Allah selalu melindungi kalian berdua...
Hati-hati pake motornya, ya mbak... :)

Raida mengatakan...

Mba Lisa, moga sehat terusss yah...hati bati bawa kuda besinya. Salam buat dedek El, dan saudara2 nya moga sehat terusss juga :)

smallycycle mengatakan...

Selamat milad Dede El... Semoga menjadi anak sholeh ya. Aamiin.

lisa lestari mengatakan...

makasih tante

Vinny Martina mengatakan...

Ummi.. hati-hati ummi.. dede el, selamat ulang tahun yah.. :*

Posting Komentar