08 April 2016

Penyanderaan 10 WNI

Teras rumah si kembar Raka dan Riko penuh dengan mainan yang berserakan. Berbagai jenis mobil-mobilan tersebar di teras tersebut. Ada juga pistol-pistolan lengkap meramaikan teras dan permainan mereka. Keranjang yang digunakan untuk wadah merapikan mainan mereka, tergeletak dekat pintu. Menghalangi siapa pun yang akan masuk ke dalam rumah. Untuk melangkah juga harus hati-hati, jangan sampai salah satu mainan kembar terinjak secara tak sengaja.

Si kembar asyik memainkan kapal-kapalan yang terbuat dari besi dan dinyalakan menghunakan kapas yang diberi bahan bakar bensin atau minyak tabah. Dinyalakan dengan korek kapasnya, sehingga akan berputar dalam baskom dan berbunyi kretek-kretek selama apinya masih menyala. Raka memakai kapal berwarna merah, Riki memilih warna biru. Begitu asyiknya mereka bermain, sampai tidak melihat ada antinya yang ikut memerhatijan permainan mereka.

"Hai, Riko. Aku lah perompak. Aku akan membajak kapal milikmu. Aku tahu kapalmu berisi makanan yang enak, maka kapalmu nggak aku bolehin lewat!" teriak Raka sambil berkacak pinggang. Raka mengacungkan pistolnya kepada kapal Riko, meminta Riko menghentikan kapalnya.

Riko yang merasa dibajak kembarannya, tak kalah lantang berujar. "Aku tak akan membiarkan penjahat seperti kamu mengambil makanan di kapalku. Aku akan maju melawan kapalmu!"

Wah, seru juga nih percakapan si kembar. Antinya senyum-senyum sendiri melihat tingkah lucu keponakannya. Langkahnya untuk masuk ke dalam rumah ia hentikan, dan justru asyik larut dalam permainan bajak laut Raka dan Riko.

"Aku akan tembak kapalmu yang masih saja maju!" Raka mengacungkan pistol mainannya ke arah Raka karena kapal miliknya masih bergerak maju. 
"Dor, dor, dor, " teriak Raka seolah-olah beradu senjata dengan Riko. Riko pun segera meramaikan permainan dengan melancarkan senjatanya juga. Sahut-sahutan bunyu pistol dari mulut mereka membuat suasana semakin ramai.

"Riko, kalah dong," kata Raka melihat kembarannya masih terus melawan. Sedangkan Raka mulai ngos-ngosan menghadapi Riko.

"Aku nggak mau kalah sama penjahat seperti kamu. Aku akan terus menembak. Dor, dor, dor!"

"Anti Mila..." Akhirnya Raka berlari menuju antinya. Rupanya dia mulai lelah diserang terus-terusan. Bisa berantem nih ujung-ujungnya jika dibiarkan.

Seseorang yang dipanggil anti Mila langsung memeluk Raka dan menangkap Riko di tangan satunya lagi. Dipeluknya dua jagoan keponakannya yang berumur enam tahun kurang dua bulan ini. Mereka langsung memeluk antinya dengan manja.

"Main bajak lautnya sudah ya, dirapikan lagi mainannya," kata anti Mila.

Si kembar melorot dari pelukannya, bergerak dengan cepat memasukkan semua mainan yang berserakan ke dalam keranjang. Anti Mila melihat sambil berpikir. Teringat dengan berita tentang penahanan 10 WNI yang disandera oleh kelompok separatis yang mengaku dari kelompok Abu Sayyaf. Sampai sekarang masih belum ada kejelasan bagaimana tindak lanjuy mereka. Apakah dibebaskan dengan memberikan uang tebusan sesuai yang diminta ataukah membebaskan dengan menyerang kelompok tersebut?

Tadi pagi terdengar berita bahwa anggota DPR menolak untuk membayar warga negara yang disandera. Menurut anggota DPR dari fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Effendi Simbolon, pemberian tebusan hanya akan membuat perbuatan mereka bisa terulang. Bahkan bisa merendahkan martabat bangsa Indonesia. Karena Bangsa Indonesia memiliki negara dan pemerintahan.


Pemerintah Indonesia diminta untuk membayar tebusan sebesar 50 juta peso atau sekitar 15 miliar rupiah. Jumlah yang tidak sedikit. Pamglima TNI Jenderal Gatot Nurmanty sudah menyatakan pasukannya siap siaga jika diperlukan untuk melakukan perlawanan menyelamatkan warga Indonesia yang disandera. Tapi kembali lagi dengan ijin dari pemerintah Filipina, karena kejadian pembajakan tersebut berada di wilayah Filipina.

Mudah-mudahan apapun keputusan pemerintah, kebijakannya tidak merugikan warga Indonesia. Berharap yang terbaik. Jika memang diperlukan dengan tindakan militer, ya kita tunjukkan, bahwa negara Indonesia adalah negara yang kuat, melindungi warganya dimanapun berada.

Anti Mila tersenyum kecil. Harapan sepuluh WNI bisa bebas, menjadi harapan paling besar. Was-was dan hanya bida berdoa.

#OneDayOnePost
memenuhi tantangan isu yang sedang booming

11 komentar:

Bang Syaiha mengatakan...

Semoga semua sandera selamat dan kejadian seperti ini tidak terulang lagi.. Aammin..

denik mengatakan...

Iya...siapa lagi yang melindungi warganya kalau bukan pemerintah.

Khikmah Al-Maula mengatakan...

Wah iyatuh lagi ramai berita tentang penyandraan itu, mudah2an mereka dapat dibebaskan dengan semangat...

Wiwid Nurwidayati mengatakan...

iya mudah-mudahan segera di bebaskan dan selamat

Sakifah Ismail mengatakan...

hari ini batas sandera ya..semoga selamat semua..aamiinn

HERU WIDAYANTO mengatakan...

Invasi, serbu dan selamatkan 10 WNI! di hari terakhir batas waktu penyanderaan ini blm ada reaksi apapun dari Filipina.
Filipina kita setrika! Teroris kita linggis!

Vinny Martina mengatakan...

Kl gak baca blog mbak lisa. Gak bakal tau berita ini. Kudetnya akuuu

Sasmitha A. Lia mengatakan...

Aamiin... aamiin.. aamiin ya Rabb

Sasmitha A. Lia mengatakan...

Aamiin... aamiin.. aamiin ya Rabb

Dewi Mariyana mengatakan...

Aamiin ya rabb

Dewi Mariyana mengatakan...

Aamiin ya rabb

Posting Komentar