12 April 2016

Simpan Kembali ke Tempatnya

"Ummi, buku Bahasa Indonesia punya kaka kemana? Kok tidak ada di rak buku." Suara Hawa membuat ummi yang sedang sibuk menyiapkan sarapan di dapur terpaksa menghentikan kegiatannya.

"Kemarin selesai belajar kaka simpan mana?"
"Masih di meja," jawab Hawa sambil celingukan mencari buku Bahasa Indonesia nya yang belum ketemu. Semua buku di rak ia turunkan. Siapa tahu nyelip. 
"Ketemu, Ka?" tanya Ummi menghampiri Hawa sambil menggendong El. Kaka Bila hanya melirik El yang tidak bisa diam meski sudah digendong. Lihatlah Ummi, begitu kepayahan menjaga badan El agar tidak lepas dari kain gendongan. El memang adik bayi yang menggemaskan, tidak mau diam, ada saja yang ingin diraih oleh El.

Wajah Hawa sudah menunjukkan tanda-tanda akan turun hujan, sudah suntuk mencari bukunya namun tidak juga ketemu. 
"Kaka lupa nyimpen kali. Kemarin sepulang mengerjakan PR, seingat Ummi belum Kaka masukkan tas kembali. Tapi Ummi lihat masih ada di atas meja kecil Kaka," berkata begitu Ummi ikut mencari. El diambil oleh kaka Bila dan diajak keluar rumah. El tertawa senang begitu keluar melihat ayam yang sudah sibuk mengais makanan.

Hawa berpikir sejenak. Oh, ya, ingat dia. Betul, kemarin usai mengerjakan PR dia langsung pergi bermain tanpa merapikan meja kecilnya dan buku yang baru saja dikerjakan. Duh, kemana ya?

"Iya, Kaka lupa menyimpan bukunya sesudah belajar?" ulang Ummi dijawab anggukan kepala oleh Hawa.

"Buku tulis atau buku paket, Ummi?" tanya Kaka Bila.
"Buku LKS, Ka," jawab Hawa.

Kaka Bila berpikir sejenak, mencoba nengingat. Sepertinya ia tahu buku itu.
"Kalau tidak salah lihat, Kaka lihat Dede El kemarin bawa buku seperti LKS ke dapur. Coba cari di dapur!" segera Hawa menuju dapur setelah Kaka Bila mengatakan.

Ummi pun bergegas pula ke dapur. Mudah-mudahan buku itu masih utuh. Hanya berpindah tempat saja.

Hawa melongok semua tempat. Ummi juga melakukan hal yang sama. Di bawah meja makan, di atas salah satu kursi, Ummi melihat buku yang mereka cari. Masih utuh, tidak disobek oleh El. Syukurlah, lega Ummi melihat buku Hawa utuh. Biasanya El akan menyobek buku apa pun yang ia bawa. Diambilnya buku tersebut dan diserahkan ke Hawa. "Lain kali setiap selesai belajar simpan kembali bukunya di rak buku, atau masukkan ke tas. Jangan sampai tertinggal di atas meja kecil. Adik bisa ambil buku Kaka. Bisa rusak buku Kaka nanti." Jelas Ummi kepada Hawa sambil menyerahkan buku.

Hawa mengangguk. Sudah sering ia lupa meletakkan sesuatu kembali ke tempatnya. Ia berjanji, tak akan mengulanginya lagi. Tak ingin bukunya tidak selamat jika diambil kembali oleh El. Pelajaran berharga sudah ia dapatkan. Kebingungan mencari buku yang ia perlukan karena lupa meletakkannya kembali di tempat.

"Maafkan Kaka, ya, Ummi, sudah merepotkan pagi-pagi begini."

Ummi menjawabnya dengan senyum. "Ayo, sarapan, nanti kesiangan. Yang penting Kaka tidak mengulanginya."

"Janji, Ummi!" ucap Hawa diiringi hormat kepada Umminya.


#OneDayOnePost

13 komentar:

denik mengatakan...

Bagus Mba...sejak dini sudah harus diterapkan disiplin macem itu. Saya paling tidak suka kalau mencari barang sudah tidak sesuai tempatnya lagi.

lisa lestari mengatakan...

Betul, Ka

Sasmitha A. Lia mengatakan...

mbak Lisa dah punya self branding ya? setiap

Sasmitha A. Lia mengatakan...

sering baca postingan mbak tentang parenting gini, jadi sekarang tuh kalo inget mbak otakku tuh langsung nge-link ke parenting..^_^

Dewi Mariyana mengatakan...

Kebiasaan saya wkt SD jg gt mak. Klo plng skolah hbs bljr buku nggk di letak pada tmpatnya

Dewi Mariyana mengatakan...

Kebiasaan saya wkt SD jg gt mak. Klo plng skolah hbs bljr buku nggk di letak pada tmpatnya

Ciani L mengatakan...

Spesialisasi cerita keluarga dan anak, jagonya deh bu guru satu ini (y)

Wiwid Nurwidayati mengatakan...

Iya mb kadang anakku seperti ITU. Uminya lah mesin pencari

Na mengatakan...

Umminya udah mirip Google ya mba wid? mesin pencari. hehe

Nychken Gilang mengatakan...

Pembelajaran yang bagus mba

Sakifah Ismail mengatakan...

pengalaman adalah guru terbaik ya mbak (y)

Fika AJ mengatakan...

Selalu suka dengan ibu yang mengabadikan kisah anak-anaknya. Apalagi kalau ceritanya mengalir begini.

Bu Guru memang hebat!^^

HERU WIDAYANTO mengatakan...

Ancene pantes dadi guru Lis awakmu ..

Posting Komentar