23 Juni 2016

Keluarga Oxy

Kalau hari ini Gilang posting tentang keluarga rimba, saya jadi punya ide. Makasih ya, Lang. Saya juga akan bercerita tentang keluarga Oxy. Siapa Oxy? Sabar pemirsa, nanti akan terjawab penasarannya.

Tahun 2006 saya pindah kontrakan mendekati tempat saya mengajar. Di tempat baru ini, ternyata penghuni lamanya begitu banyak dan cukup meresahkan saya. Karena penghuni lama ini bisa menghabiskan koleksi majalah yang saya punya. Bisa bahaya ini!

Pikir punya pikir, saya dan suami memutuskan untuk adopsi musuh dari penghuni lama. Agar mereka terusir dengan manis, tanpa saya perlu mengeluarkan tenaga. Tanya sana sini, saya  pun dapat musuh bebuyutannya. Waktu saya adopsi, kira-kira umurnya baru empat bulan. Dengan rambut yang cantik, tiga warna, ekor panjang, wajahnya imut banget. Saya langsung jatuh cinta pada pandangan pertama. Meminta ijin kepada empunya yang lama, saya gendong anak adopsi  saya ini pulang ke kontrakan.

Mengenalkan tempat tinggal saya padanya perlahan, dengan sayang, hingga memperlakukan dia seperti bagian dari keluarga saya. Karena aslinya saya memang mencintai makhluk yang satu ini. Saya berikan nama Oxy, karena cantiknya dia. Saya juga berikan kalung dengan bunyi nyaring supaya saya mudah mencarinya. 

Oxy kucing yang lincah. Dia sigap sekali menangkap tikus, penghuni lama di kontrakan. Setiap malam dia akan melotot di dapur, siap menerkam mangsanya. Pandainya dia, tikus yang ditangkapnya hanya dikumpulkan tanpa dimakannya. Saya makin sayang dengan Oxy.

Satu lagi kepandaian Oxy. Dia tak pernah keluar dari rumah. BAB ataupun BAK dilakukan di dalam kamar mandi. Sayangnya saya kecolongan, ada kucing jantan yang masuk ke rumah dan menyebabkan Oxy hamil. Tapi saya tetap bahagia menanti kelahiran anak-anak Oxy.

Dari Oxy lah saya memiliki kucing yang cantik dan ganteng. Dan semuanya pandai menjaga kebersihan. Entahlah, mungkin diajari oleh induknya Oxy. Sebut saja anaknya yang hidup. Ada Sinus, Cosi, Secan, Tangen, Brownis, Kukis, Snelli, semuanya adalah anak Oxy yang mengerti kalau mereka juga harus menjaga kebersihan seperti induknya.

#OneDayOnePost

6 komentar:

Wiwid Nurwidayati mengatakan...

miauw..miauw..
selalu kisah kucing

lisa lestari mengatakan...

haha...

HERU WIDAYANTO mengatakan...

Lagi-lagi aku takuttttt 😂😂😂

lisa lestari mengatakan...

hahahha, keluarkan gada punya werkudara her...

Vinny Martina mengatakan...

Mbak lisa suka kucing yah... aku selalu takut dicakar malah. Hihi

Ciani L mengatakan...

Waww... Kekuarga besar mbak lisaa...

Posting Komentar