15 Juni 2016

Mencoba Mengerti

No hape XL sudah nggak aktif lagi. Lupa nggak isi pulsa, jadinya hangus. 

Itu bunyi pesan singkatmu lewat bbm ketika kuutarakan niatku menelfonmu. Sudah lama aku tak mendengar suaramu. Hampir sebulan. 

Kok bisa hangus?
Kenapa nggak ingat? Ketahuan banget nggak ingin telfon aku!!!

Akhirnya kubalas dengan sedikit nada jengkel. Entah kau merasa atau tidak. Yang jelas aku merasa ada yang tersayat. Di dalam sini, perih rasanya. 

Namanya lupa ki nggak inget, Yank. Tahu-tahu tadi malam aku cek sudah nggak bisa diisi pulsa.

Emang asli nggak ada niat untuk telfon aku ya?? Makanya nggak inget untuk isi pulsa!


Masih kulanjutkan balasanku dengan nada makin jengkel. Kau hanya menganggap itu urusan sepele. Bukan urusan besar. Tapi bagiku? Ini sangat besar. Urusan perhatian dan sejauh mana kau melakukannya untukku.

Kok balas gitu sih?

Iyalah, aku pasti mikir begitu. Sudah kamunya cuek, lama nggak telfon aku, bagimu ini hal biasa kan?

Diam, seperti biasa aku yakin kau tak akan membalasnya lagi. Kau diam dan memilih aman. 

Aku ya begini. Cuek itu sudah bawaan  dari bayi.

Balasan terakhir membuat darahku makin mendidih. Orang seperti ini perlu direbus dan dicuci otaknya agar sadar, bahwa aku butuh perhatian juga. Bukan melulu harus paham. Meskipun aku hanya sebagai yang kedua bagimu. 

#OneDayOnePost

6 komentar:

Nychken Gilang mengatakan...

Isi pulsa dong mba hehe

HERU WIDAYANTO mengatakan...

Papa minta pulsa.
Cah kae neh ??
Hahaaa

Wiwid Nurwidayati mengatakan...

ish aku aku ikut-ikutan kesel..
wis rasah di gubris mbak lisa

nur apriliyani mengatakan...

Lha aku kok ngakak bacanya mbak Lisa... *peace!!

lisa lestari mengatakan...

hahaha..aku tak ngguyu jga pril...itu nulis nya bari nundutan, ngantuk

lisa lestari mengatakan...

hahaha..aku tak ngguyu jga pril...itu nulis nya bari nundutan, ngantuk

Posting Komentar