11 Juli 2016

Be Your Self

"Kamu benar akan memilih menganyam sebagai kegiatan ekskul?" tanya Bu Arin sambil menatap lembar kertas pemilihan kegiatan ekskul.

"Bukan kelas Matematika seperti Kak Ratna?" lanjut Bu Arin.

Mantap Ratih mengangguk. Sejak awal ia hanya ingin ikut kelas menganyam. Setiap selesai belajar di TK, Ratih selalu melongok kelas menganyam yang letaknya bersebelahan dengan kelas Ibunya. Ia akan anteng mengikuti setiap petunjuk pembuatan benda anyaman. Dan Ratih mampu mengikuti meski ia masih TK B.

Sekarang Ratih sudah kelas tiga, waktunya boleh memilih ekskul, maka dengan yakin Ratih memilih kelas menganyam. Tapi kenapa Bu Arin sepertinya meragukan pilihannya? Mengapa seolah-olah Bu Arin memintanya mengikuti seperti kakaknya yang mengambil kelas Matematika?

"Ratih tak ingin tanya Ibunya dahulu?" kembali Bu Arin meragukan. Hal inilah yang membuat Ratih harus menghadap ibunya.  

Sepulang dari sekolah, masih dengan seragam lengkap, Ratih mendekati Ibunya. Ratna kakaknya yang duduk kelas lima memandang curiga ketika adiknya duduk di sebelah Ibu dengan kepala menunduk. Pasti ada sesuatu yang akan diceritakan ke Ibu.

"Ada apa, De? Kayaknya mau minta sesuatu ya?" selidik Ratna. Ratih hanya nyengir.

Ratih kemudian menyodorkan kertas pilihan ekskul kepada Ibunya. Ibu membacanya, lalu mengernyitkan dahi tanda bingung. 

"Ade sudah pilih kelas menganyam kan?"

Mendapat pertanyaan seperti itu dari Ibu, Ratih mengangguk. Ratna yang ikut melihat kertas Ratih, terlihat juga bingung.

"De Ratih ingin ganti?" tanya Ratna.

Gelengan kepala Ratih sebagai jawaban. Ibu dan Kak Ratna makin bingung.

"Lalu?" bersamaan Ibu dan Ratna bertanya. Menunggu jawaban dari Ratih.

"Kata Bu Arin Ade suruh tanya Ibu lagi. Tadi Bu Arin juga menanyakan kenapa Ade nggak milih kelas sama seperti Kak Ratna."

"Kelas Matematika?"

"Iya, Bu."

Ibu tersenyum. "Ratih, ambillah kelas ekskul sesuai yang kamu suka. Ibu membebaskan pilihan itu ke Ratih. Nggak usah ikut seperti Kakak, wong kamu sukanya nganyam, kenapa mau masuk matematika?"

Ratih tertawa. "Jadi nggak apa-apa kan Ade ikut kelas tidak sama dengan Kakak?"

Ibu mengangguk sambil mengelus kepala Ratih dengan sayang dan memeluknya. Kak Ratna tertawa melihat tingkah adiknya. 

"Harus jadi diri sendiri, Dek. Nggak boleh ngikut-ngikut orang. Be Your Self!" jelas Ratna ikut memeluk adiknya.



#OneDayOnePost
#Nulissekaliduduklagimumpungadaide

6 komentar:

Vinny Martina mengatakan...

Selalu inspiratif mbak lisa. As always!

siti janiah mengatakan...

Kereennn..
Sekali duduk langsung jadi!
Aq masih blm bisa..hehe

siti janiah mengatakan...

Kereennn..
Sekali duduk langsung jadi!
Aq masih blm bisa..hehe

lisa lestari mengatakan...

makasih mbak vinny dan mbak nia

mual limah mengatakan...

Be yourself.. harusnya tiap orangtua b'pikir seperti ini, tdk memaksakan kehendak pd anak..

like this..👍👍👍

mual limah mengatakan...

Be yourself.. harusnya tiap orangtua b'pikir seperti ini, tdk memaksakan kehendak pd anak..

like this..👍👍👍

Posting Komentar