21 September 2016

Angka Nol bagian 2

"Raja, benar kan, kalau aku yang ada di depan? Bukan angka sembilan ini?” tanya angka satu dengan lantang. Merasa tak ingin kalah, angka sembilan segera mendorong angka satu hingga terjengkang ke belakang menabrak angka nol yang dari tadi hanya diam saja melihat adu mulut mereka.

“Aku yang harus di depan, bukan kamu!” teriak angka sembilan.

Raja hanya tersenyum melihat tingkah mereka. “Berbarislah dimulai dengan angka nol. Lanjutkan dengan angka satu, dua, berakhir di angka sembilan.”  Dengan bijak Raja berkata. Semua angka akhirnya mengikuti perintah dari raja. Berbaris sesuai permintaan raja.

“Tugas kalian nanti adalah menemukan pasangan kalian, yaitu sekumpulan awan yang banyaknya sesuai dengan kalian. Carilah, agar kalian bisa berkumpul. Lakukan petualangan kalian dengan semangat.” Jelas Raja dengan wibawa. Semua angka mengangguk, tanda mereka paham dengan tantangan yang diberikan.

Dengan irama peluit yang dipimpin oleh raja, mereka menuju halaman kerajaan. Sudah berkumpul awan-awan dengan warnanya yang cantik. Semua menyambut petualangan angka baru dengan gembira.

Begitu genderang kerajaan dipukul, angka-angka menyebar. Mereka berusaha mengumpulkan awan yang ada di sekitar kerajaan sesuai dengan dirinya. Jika angka satu, maka ia hanya perlu mencari satu awan. Angka dua, ia mencari dua awan. Dan seterusnya. Hanya angka nol yang mengalami kebingungan. Ia hanya memandang teman-temannya berhillir mudik mengumpulkan awan.

“Nol, apakah yang membuatmu bingung?” tanya awan hitam mendekat.

Nol tersenyum. “Aku merasa tak punya kawanan. Karena aku nol. Aku tak punya kumpulan. Benar begitu?”

Awan hitam tertawa. “Nol, kamu akan berarti jika berpasangan dengan angka satu atau dua, atau sembilan. Mereka akan membutuhkanmu. Percayalah, suatu saat kamu akan sangat dibutuhkan.”

“Kenapa aku harus bergabung dengan mereka?”

“Jika kamu sendiri, kamu memang tak memiliki kumpulan. Tapi lihatlah, apa yang terjadi jika kamu bersanding dengan angka satu? Kamu akan menjadi angka puluhan, yaitu sepuluh. Begitu pula andai kamu bersama angka dua, kamu akan menjadi angka dua puluh. Sungguh luar biasa bukan?”

Mendengar penjelasan awan hitam, angka nol manggut-manggut tanda paham. Wajahnya yang semula bersedih, langsung terlihat berseri-seri. Dengan semangat ia memberikan tepukan untuk teman-temannya yang lain.

#OneDayOnePost





2 komentar:

Ciani L mengatakan...

Filosofinya keren mbak lisaa.... Ga boleh minder... Majuuu terus, semangatttt, hhii

Vinny Martina mengatakan...

Keren banget idenya mbak...

Posting Komentar