13 September 2016

Dia yang Bernama Egois

Kubaca dan kuletakkan kembali di atas meja. Ya, hanya membaca saja pesannya, tanpa ingin untuk membalasnya. Ada marah yang masih tersimpan di hati. Sadar atau tidak, aku yakin, yang mengirimiku pesan pasti menyadarinya. Sebuah kesalahankah? Entahlah, aku juga tidak tahu namanya.

Dulu, sebelum kejadian yang membuat jiwa lelakiku terusik, aku selalu menunggu ceritanya. Wanita manis, dengan lesung pipit yang aduhai kala tersenyum. Dia akan mampu mengubah cerita keseharianku menjadi lebih penuh warna. Apa saja sanggup dia ceritakan. Mulai dari kegiatannya di tempat kerja, siapa saja yang dia jumpai hari itu, apa yang akan dan sedang dia lakukan, bahkan bisa jadi seekor kucing kesayangannya akan menjadi topik perbincangan yang seru di antara kita. 

Tapi sekarang? Aku mengabaikannya! Hanya demi sebuah harga diriku yang sudah terluka. Dia mengusik sisi terdalam yang kupunya. Meskipun aku sungguh merindukan ceritanya, tapi aku lebih suka dia merayuku. Memohon maaf dan memintaku seperti dulu. Bisa saja sebenarnya, namun biarlah. Dirayu olehnya seperti kebanggan bagiku. Aku merasa sangat dibutuhkan.

"Kesalahanku yang sebesar gunung, mungkin tak bisa engkau maafkan. Entahlah, aku juga mulai lelah meminta maafmu. Jika kita benar saling jatuh cinta, kita tak akan pernah membiarkan hati menjadi luka."

Sebuah pesanmu. Aku keterlaluan? Iya menurutmu. Berkali-kali dia meminta maaf, aku tak bergeming sama sekali. Aku terlalu angkuh memberikan maaf. Apakah benar aku mencintainya? 

Pertanyaan itu mengusikku. Hatiku tak bisa menjawabnya. Mungkin benar aku lelaki egois seperti katanya, aku lelaki yang tak pernah mengerti hatinya. Tapi benarkah aku mencintainya? 

Jawaban yang kusiapkan dari hatiku adalah, aku pernah mencintainya. Sebelum dia melukaiku. Dan kini, aku melepaskan rasa itu. Maafkan aku.

#OneDayOnePost
#NunggusiHitamditambal

2 komentar:

Wiwid Nurwidayati mengatakan...

hmm apa sih yang membuat terluka? sampai melepaskan?
apa itu namanya cinta?

Ciani L mengatakan...

Ayolah mbak lisaa.. Kesalahan apa yg membuat seorang laki2 memutuskan utk berhenti mencintai?

Posting Komentar