03 Oktober 2016

Berkata Positif, Yuk!



“Dede El nakal!” teriak anak saya yang nomor dua. Saya yang sedang ada di belakang segera ke depan. Khawatir terjadi sesuatu terhadap mereka.

“Kenapa, Kak?” tanya saya mendapati mereka baik-baik saja. El kecil malah tertawa melihat saya sambil menunjuk TV.

“Ini Dede El ganti-ganti acara. Kakak kan sedang asyik nonton Upin Ipin.” Masih sewot Kakaknya menjelaskan.

Duh, anak saya mengatakan hal negatif kepada adiknya. Satu hal yang selalu saya hindari sejak anak pertama. Dan selalu kami bicarakan juga dengan pengasuhnya. Tidak ada kata negatif untuk anak-anak saya.

“Kak Hawa, Kakak bisa bilang baik-baik ke Dede El. De, kita nonton Upin Ipin ya, minta remotnya dengan baik-baik juga. Pasti adeknya seneng kok diajak nonton bareng. Daripada diteriakin jelek kaya tadi.” Jelas saya.

“Memang Kakak Hawa pernah Ummi bilang seperti yang Kakak bilang ke adek?” lanjut saya.

Kepala Hawa menggeleng sebagai jawabannya. “Tapi Kakak sering dengar teman Kakak atau orang lain mengatakan begitu, Ummi.”

“Tapi nggak boleh ya, sayang. Nanti adeknya kalau nakal beneran bagaimana?”

“Eh, iya, ya. Maafkan Kakak ya, Dede El.” Dipeluknya El kecil.

Sebenarnya sering kita mendengar kata ‘nakal’ dilontarkan oleh orang-orang di sekeliling kita. Saya yang mendengarnya terkadang risih, kok begitu ya. Apa yang kita ucapkan bukankah doa?

Dari awal saya selalu katakan kepada suami dan pengasuh, agar menghindari satu kata ini. Semarah apapun kita, jangan sampai memberi label tersebut kepada anak. Karena yang kita beri label seperti itu adalah anak kita, bukan perbuatannya. Sedangkan yang menjengkelkan kita biasanya adalah perbuatannya. Jadi biasakan untuk tidak memberi cap kata negatif kepada anak-anak. Mari kita berkata positif!

#OneDayOnePost


4 komentar:

denik mengatakan...

Betuuull...setuju Mba.ucapan itu selain doa juga menjadi label bagi yang terkena.

Ciani L mengatakan...

Noted.

Belajar jadi calon ibu yg baik utk anak2ku kelak :)

Sasmitha A. Lia mengatakan...

Iya, masih banyak orang dewasa yang mengatakan hal itu pada anak karena dianggap biasa dan wajar. 😢

Raida mengatakan...

catatan kecil yang menginspirasi sekali mba....

Posting Komentar