31 Januari 2017

Lulu dan Loli

Saudara, Gadis Gadis, Musim Panas
pixabay.com



 
Raut wajah Lulu cemberut. Bibirnya maju beberapa senti. Matanya yang bulat seperti habis mengeluarkan air mata. Tas punggungnya dilempar ke sofa. Tubuhnya dihempaskan dengan keras.

Mama menatap putri bungsunya. “Wah, putri Mama sedang kesal ya?”


Lulu mengangguk lemah. Kepalanya kini tertunduk menatap karpet yang ada di ruang tamu. “Lulu sebel sama Loli!” teriak Lulu membuat mama bengong. Setahu mama, Loli adalah teman Lulu sejak TK. Bahkan SD mereka selalu sekelas. Di mana ada Lulu sudah dapat dipastikan ada Loli di sebelahnya. Ibarat amplop dan perangko, mereka bersama setiap waktu.

“Boleh tahu kenapa Lulu sebel dengan Loli?” tanya mama hati-hati.

Lulu memandang wajah mama. Air mata yang sudah menumpuk di matanya siap tumpah. Mama segera memeluk Lulu. “Lulu bisa cerita nanti,” hibur mama.
********
“Lulu ...  main yuk! Aku punya boneka baru lho!” sebuah suara memanggil dari luar pagar rumah Lulu. Lulu sedang asyik bermain ular tangga dengan bang Reza.

Mama memanggil Lulu, “Lu, ada Loli tuh. Main sana sama Loli!”

Lulu menggeleng. “Biarin aja Loli main sendiri. Lulu males main sama Loli,” ketus Lulu menjawabnya.

Mama berjalan menuju pintu, menghampiri Loli. “Hari ini Lulu lagi asyik main sama Bang Reza. Besok saja ya, ke sini lagi,” kata mama lembut.

Loli mengangguk. Ia berlari pulang kembali ke rumah. Tempat tinggal Lulu dan Loli hanya berjarak tiga rumah.

“Ada apa sih, Dek? Lagi marahan ya sama Loli?” tanya abang Reza.

“Enggak, siapa lagi yang marahan sama Loli.”

“Tuh, muka Adek jelek. Manyun pas Loli datang. Nggak mau main bareng juga hari ini. Biasanya kan kalian seperti Tom n Jery. Selalu berdua,” ledek bang Reza.

“Pokoknya mulai hari ini Lulu nggak mau lagi main sama Loli. Loli sudah jahat sama aku!” teriak Lulu membuat mama dan bang Reza terkejut.

Mama kemudian mendekati Lulu. Bang Reza memilih menghindar. Lulu meskipun sudah kelas empat SD, kalau sedang marah bisa bahaya.

“Apa yang membuat Lulu masih kesal sama Loli?” Mama kembali mengulang pertanyaan tadi siang. 


Bersambung...

#OneDayOnePost
 

0 komentar:

Posting Komentar