03 Februari 2017

Rahasia Dibalik Sepatu bagian 3

Hasil gambar untuk gambar sepatu sekolah
jagofashion.com




Wangi menarik napas untuk melanjutkan cerita. “Aku dulu dipakai oleh kaki orang kaya. Masuk ke sekolah elit. Bertemu dengan teman-teman yanng bagus semua. Sayangnya aku hanya dipakai tidak lebih dari tiga bulan. Lalu aku dibiarkan saja beerada di rak hingga berdebu.” Wajah Wangi mulai muram. Terbayang bagaimana sedihnya ketika sudah tidak bermanfaat. Hanya menjadi penghuni rak sepatu.


“Lalu?” yang lain semakin penasaran dengan cerita Bersih.

“Lama aku tidak menjadi alas kaki tuanku. Hingga akhirnya aku dipungut oleh anak pembantu. Aku dipakai olehnya, bersekolah di sekolah seperti ini. Bertemu dengan pasangan yang sama seperti kalian. Tidak lagi di sekolah mewah.”

“Sampai akhirnya aku terdampar di toko sepatu bekas. Aku dijual karena ayah anak itu sakit. Sedangkan tubuhku masih bagus. Aku senang bisa membantu untuk biaya berobat.”

“Bisa sampai di sini, bagaimana ceritanya?” Bersih makin penasaran.

Wangi tersenyum. “Aku dipermak oleh pemilik toko sepatu bekas. Tubuhkku dijahit, agar semakin kuat jika ada yang membeliku. Lama aku menghuni toko sepatu bekas. Hampir setahun baru ada yang membeliku. Nah, di sinilah aku sekarang,” Wangi mengakhiri ceritanya disambut anggukan kepala yang lainnya.

“Sungguh cerita yang panjang,” gumam Sombong.

“Sombong, usahlah kamu membanggakan diri lagi! Lihatlah, Wangi yang dulu juga berasal dari tempat bagus, akhirnya akan menjadi sepatu yang usang. Mungkin nasibmu belum tentu baik seperti Wangi. Masih bisa digunakan dan memberi manfaat meskipun sudah berpindah kepada pemilik,” kata Bau kepada Sombong. Sombong hanya terdiam, merenungkan nasihat Bau.

“Kita tidak perlu menyombongkan diri dari mana kita berasal. Apakah dari mall atau hanya dari pasar. Yang penting selama kita masih hidup, kita harus memberikan manfaat bagi kaki yang memakai tubuh kita. Tahun yan g berganti pasti akan membuat tubuh kita menjadi usang, tidak seperti baru lagi,” jelas Wangi disambut anggukan kepala oleh sepatu-sepatu lainnya.

#OneDayOnePost

5 komentar:

sabrina lasama mengatakan...

Mbak, ada lomba membuat bacaan anak SD yang dibikin sama balai bahasa. Cerita ini cocok mbak Lisa. Ada pesan moralnya juga.

sabrina lasama mengatakan...

badanbahasa.kemdikbud.go.id/lamanbahasa/berita/2232/Sayembara%20Penulisan%20Bahan%20Bacaan%20Gerakan%20Literasi%20Nasional

Ini link nya

sabrina lasama mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
Inet Bean mengatakan...

Mbak Lisa ikutan lombanya aja... pesan moralnya bagus dan halus

Wiwid Nurwidayati mengatakan...

Keren...sukaaaa. Jempol dua...

Posting Komentar