06 Februari 2017

Zombi Sampah

Laki Laki, Pria, Anak Laki Laki, Zombie
pixabay.com




Mataku tak berkedip menatap makhluk aneh yang muncul di hadapanku. Tinggi, berwarna hijau, dengan tubuh dan bentuk tak beraturan. Kepalanya bergelantungan plastik dan botol bekas. Seluruh tubuhnya penuh dengan lumpur, semua jenis sampah tertempel di sana. Mulutnya tidak bisa tertutup. Terbuka lebar dan dari dalam mulutnya mengeluarkan belatung dan cacing. Tubuhku bergidik ngeri.


Perlahan kakiku mundur satu langkah dengan gemetar. Untuk melanjutkan perjalanan yang tinggal beberapa meter keluar dari terowongan, nyaliku tidak cukup. Kalau mundur, terowongan akan makin panjang. Air mata mulai menetes perlahan.

Satu bentuk aneh muncul kembali. Sama seperti kemunculan sosok pertama. Sekuat tenaga kukumpulkan tenaga untuk berlari keluar dari terowongan. Dan tiba-tiba ... Bruk! Aku terjungkal.

“Ja ... ngan tang ... kap a ... ku,” terbata mulutku memohon. Aku sudah menangis dengan kencang. Takut dan jijik dengan kemunculan makhluk yang kuanggap mirip zombi. Tiga makhluk sudah menghadang langkahku.

“Huaa ... aku hanya ingin mengatakan sesuatu kepadamu, wahai makhluk benama manusia!” Zombi paling menakutkan berkata.

Kututup hidungku ketika tubuhnya mendekat dan bau sampah mulai tercium. Jantungku rasanya sudah berhenti berdetak.

“A ... pa yang kalian inginkan dariku?” suaraku sudah lemah, bercampur dengan ketakutan dan mual yang mulai mengaduk perut.

“Hentikan kebiasaan buruk kalian yang membuang sampah di sungai ini! Kalau kalian masih meneruskan, akan muncul makhluk sepertiku lebih banyak lagi!” kata zombi yang kepalanya penuh dengan belatung.

Kepalaku menggangguk dengan cepat. Aku sadar, ada banyak penduduk yang tidak bertanggung jawab dengan membuang sampah di terowongan ini. Sungai kecil menjadi penuh sampah, bewarna hitam. Bahkan tak jarang orang yang hanya sekedar lewat pun turut serta memperparah keadaan sungai.

“Cepat, hentikan kebiasaan buruk kalian!” bentak salah satu makhluk dengan suara yang keras.

Dengan gerakan cepat, aku berlari secepat kilat, menyusuri jalan kecil di terowongan. keluar dari ketakutan yanng mencekam. Tidak ingin berlama-lama dengan makhluk menjijikkan sekaligus menakutkan. Harus segera kukabarkan berita ini, agar tidak semakin banyak zombi-zombi sampah yang bermunculan.

#OneDayOnepost
#SaatMelewatiTerowonganTolyangPenuhSampah
#MulaiHentikanKebiasaanBuruk

2 komentar:

Ciani L mengatakan...

Wuiiiih juara mbak Lisa..
Ga ngebayangin beneran ada zombie sampan... Hiiiiiiiii, ngeriii...

Wiwid Nurwidayati mengatakan...

Keren Mb lisa...ajarin dong

Posting Komentar