30 Maret 2017

Tak Bisa


"Boleh aku bertanya?" Mata indahmu menatapku tak berkedip. Seolah mencari kebenaran akan jawaban yang terlontar. 

29 Maret 2017

Serunya Bersama El


"Aa.. uda, uda!" Begitulah suara cadel El meminta kakaknya untuk nungging dan menjadi kuda. Lihatlah, bukan minta kepada kakak Bila, tetapi ke kakak Hawa. Memintanya sambil memukul punggung kakaknya. Hahahha... 

Sedikit Berbeda




Hari ini kegiatan sekolah sudah memasuki TUC kedua. Tes Uji Coba untuk anak kelas enam SD. Hari kedua setelah keseling libur nyepi. Semoga anak-anak tetap semangat. 

Surat Cinta



Bolehkah aku menulis sepucuk surat cinta untukmu? Aku rindu saat seperti ini, membayangkan wajahmu tersenyum membaca surat cinta dariku.

27 Maret 2017

Lupa

Kau tahu apa yang membuatku bersedih? Ketika hari istimewaku kamu melupakanku. Ya, lupa memberikan ucapan tepat di pergantian hari. Padahal aku nunggu itu... 

Tahun kemarin kamu tepat waktu. Namun, aku berharap bisa mendengarmu suaramu. Ternyata tidak! Kamu tak ingin menelponku. Aku menganggap hari istimewa yang menyedihkan. 

Tahun ini? Kamu memang ingat, ketika terbangun. Mengucapkan dengan alasan kamu sakit. Di sini, aku sudah sedih luar biasa. Bisa jadi alasan sakitmu hanya alasan agar aku tak marah. 

Entahlah, yang pasti aku sudah menangis. Mataku enggan terpejam sejak aku menunggu kabarmu. Menyedihkan ya? 

Hari ini aku belajar lagi dari sikapmu. Mempertanyakan lagi keberadaanku di hatimu. Aku marah, kecewa. Kucoba menutupnya dengan tidak banyak bawel. Tapi biasanga kamu juga ikut terdiam bersama diamku. 

Padahal aku ingin, kamu tetap merayuku. Mengajakku bicara. Tak perlu diam mengimbangi marahku. 

Sediiihh...

Tanpa Lilin

Hasil gambar untuk gambar ultah
abahummi.com


Terima kasih, untuk waktu yang masih tersisa untukku. Masih bisa menyaksikan keindahan alam yang tersuguh dengan indah. Mendengarkan melodi alam yang mengalun merdu, meskipun mata dan telingaku jarang peka. Sekali lagi terima kasih Allah...

26 Maret 2017

Jadwal Rutin



Adakah agenda rutin yang dilakukan bersama keluarga? 

25 Maret 2017

Cemburu



Kali ini, kudapati wajahmu berhias sedih. Seolah langit yang sudah mendung terkalahkan oleh sendunya matamu. Entahlah, apa yang sedang kamu rasakan. 

24 Maret 2017

Rasanya Beda



"Aku nggak suka sama Dede El! Senengnya gigit," teriak Kak Hawa ketika gigi lancil El menyerang lokasi empuk miliknya.

23 Maret 2017

Manajemen Kata dan Hati



"Kenapa nggak coba ambil pembantu buat ngasuh yang kecil, Mbak?" kata tetangga berinisial A.

Alasan Menulis



Setiap orang pasti memiliki alasan yang tidak sama ketika menulis. Dengan alasan menulis yang berbeda, tentunya hasil tulisannya pun pasti akan berbeda.

21 Maret 2017

Demo, Lagi?



Siapa yang demo? Demo apa? Demo masakkah? Hahaha...  Bukan! Hanya ingin sedikit berbagi perasaan. Eh, kok perasaan yaaa.

20 Maret 2017

Berhujan Ria



Siapa yang kecilnya dahulu suka main air hujan? Berlari-lari di bawah guyuran hujan, berkejaran dengan teman masa kecil, lalu saling memercikkan genangan sisa air hujan. Sungguh menyenangkan sekali.

19 Maret 2017

Kamu

"Kamu tak pernah tahu rasanya merindu itu seperti apa," keluhmu waktu itu. 

17 Maret 2017

Diaduk atau tidak?



Ini adalah pertanyaan yang pernah saya ajukan kepada beberapa orang. Teman di kantor sih. Diaduk atau tidak ketika sedang menyantap bubur ayam. Dan ternyata jawaban mereka lebih enak jika menyantap bubur ayam itu diaduk dan bercampur menjadi satu.

Ibu Pejabat, Datanglah Kembali!



Ingat sekali, menjelang Desember 2016 aku diperbaiki. Ditambal sana sini dengan aspal hitam yang bagiku asal asalan. Namun, ada juga yang menggunakaj aspal sedikit bermutu. Aku mulus kembali meskipun tidak seratus persen. Sempat heran, kenapa tiba-tiba aku yang tadinya penuh lubang mendadak ditambal? Padahal sebelumnya ketika sudah banyak jatuh korban, tidak ada yang peduli.

15 Maret 2017

Satu Kata


"Kenapa sih, kamu nggak pernah ngerti apa mauku?" sedikit tinggi nada yang kuucapkan. Kamu hanya nyengir memasang wajah tak berdosa.

Mantan



Hahahhaa, baca judulnya pasti membayangkan yang aneh-aneh. Eh, apa hanya pikiran saya saja ya? Hehehe..

12 Maret 2017

Liburan Tipis-tipis

Liburan Tipis-tipis

Horay...  sudah ketemu lagi dengan hari libur. Emang hari libur apa? Berapa hari liburnya? 

11 Maret 2017

Titibah dan Bu Delly

Foto Delly Supardi.
gallery fb bu delly




 “Titibah ...! Tolongin Dede ... !” teriaknya sambil tangan kanannya melambai meminta tolong. Kupeluk tubuh kecilnya, meskipun suaranya terdengar memekakkan telingaku. Ya, dia menangis dalam pelukanku, dalam paksaanku yang tidak mengijinkannya untuk menginap di rumah seseorang.

10 Maret 2017

Sesuka Hati

"Kamu datang dan pergi sesuka hati seperti sebuah lagu," katamu lirih. Tawamu menambah kesedihan yang hadir seiring ucapanmu.

Tentang Daring




Sengaja kuberi nama Daring, agar selalu ingat di mana aku menemukannya dan membawanya tinggal di rumahku.

Momo





Mataku menyipit, menatap tajam kepadanya. Lihatlah, tangan kanannya terulur kepadaku. Mengajak kenalan.

08 Maret 2017

Ketika di Titik Terendah part 2



Mendengar penjelasan mamang, tubuhku semakin lemas. Aku terisak, mama kakak Rara sudah memelukku, mencoba menguatkan.

Ketika di Titik Terendah part 1



Selasa, 4 Maret 2014    21.30

“Kak Rara, sudah malam. Ibu pulang ya. Kakak pasti bisa ulangan besok,” kataku menyudahi belajar dengannya.

Gadis manis kelas VIII di sebuah SMP Islam ini sedikit cemberut ketika aku ingin pulang. Mengingat dia merasa belum siap untuk ulangan esok hari. Dua mapel untuk ulangan besok. Nggak tanggung-tanggung, dua mapel tersebeut satu berhitung dan satu lagi hapalan.

05 Maret 2017

Metamorfosis Panggilan



Ada ya metamorfosis panggilan? Bukankah metamorfosis itu istilah yang digunakan dalam IPA? Iya betul, tapi saya ingin menggunakannya dalam menyebut nama panggilan. 

04 Maret 2017

Rahasia Menjadi Penulis



Anda ingin menjadi seorang penulis? Ternyata rahasianya hanya ada dua. Masak sih? Nggak percaya? Nih, saya bisikin rahasianya. Saya jiga dapat dari Te Indari Mastuti, CEO Indscript Training Center. Dan, seratus persen rahasia yang beliau bagikan BENAR. 

01 Maret 2017

Pengalaman Naik Ojek

Pengalaman dengan Ojek

Menulis kisah atau pengalaman ketika naik ojek, hmm, membuat saya sedikit berpikir. Mencoba menggali ingatan saya, karena saya termasuk orang yang jarang memggunakan jasa ojek. Ke mana pun saya pergi, biasanya saya lebih senang dengan membawa sendiri kuda besi yang saya miliki. Melaju memecah jalanan aspal menuju ke tempat yang saya inginkan. Tapi, baiklah, saya ingat. Saya pernah menggunakan jasa ojek. Dan ini pengalaman yang membuat saya agak takut memakai jasa ojek. Wah, apa tuh?

Tahun 2012 bulan Desember saya menyempatkan liburan ke Ngawi, salah satu kota tempat tinggal kakak saya yang pertama. Tinggal di sana sekitar satu minggu. Nah, kejadian ini bermula ketika saya pulang menginap dari rumah teman saya di Solo. Pagi sekali saya sudah pamit pulang. Naik bis dari Solo. Untuk turun dari bis, saya masih hapal tempatnya. Nggak tahu namanya, tapi saya ingat. Pokoknya mata saya melihat sisi jalan agar tidak salah turun.

Turun dari bis, saya segera menelepon kakak minta dijemput. Maklum, saya baru dua kali ke tempat kakak ini. Lokasi rumahnya yang jauh dari jalan raya, membuat saya sulit menghapal. Hanya tahu nama desanya. Ternyata kakak sedang tidak di rumah, dan beliau menyarankan kepada saya agar naik ojek dengan petunjuk turun yang harus saya katakan kepada ojek nantinya.

Singkatnya saya paham, dan meluncurlah saya dengan ojek. Saya yang agak susah dalam mengingat jalan, berusaha mengumpulkan ingatan agar tidak tersesat. Namun, ketika akan naik tadi, saya sudah bilang sesuai pesan kakak. Di tengah jalan, kami harus mengambil jalan yang sungguh saya tidak tahu arahnya dan belum pernah saya lewati. Kata si bapak, karena ada hajatan, jadi lewat sini. Ya sudah, saya ngikut. Karena pikir saya, bapak ojek sudah tahu jalan dan alamat yang saya katakan.

Lama saya dibawa muter-muter. Dalam hati kok nggak sampai-sampai. Ada rasa takut karena melewati jalanan sepi. Akhirnya saya beranikan kembali bertanya, "Maaf, Bapak sebenarnya tahu tidak alamat yang saya katakan tadi?"

Apa coba jawaban ojek? Jawabannya membuat saya ingin menangis. "Maaf Bu, sebenarnya saya nggak tahu alamat yang Ibu katakan tadi. "

Aduh, rasanya ingin marah tapi nggak tega. Dalam hati saya menggerutu, kok tadi ngaku tahu to pak, alamat yang saya katakan. Dengan berat hati, saya minta berhenti, saya bayar ojeknya, dan saya menelepon kakak agar dijemput. Sebelumnya saya harus bertanya terlebih dahulu kepada orang yang lewat, posisi saya ada di mana.

Setelah mengatakan posisi saya ada di mana, dijemputlah oleh kakak ipar yang curiga juga, saya kok belum sampai dengan ojek. Saya pun diminta menunggu dan tidak ke mana-mana.

Alhamdulillah, tidak jadi hilang, batin saya. Berhasil pulang ke rumah kakak.

Sejak itu, setiap naik ojek saya akan pastikan dengan benar, tukang ojeknya tahu dengan pasti alamat yang saya minta. Agar tidak terulang kejadian ini lagi.

#KabolMenulis7
#Day-12