25 Maret 2017

Cemburu



Kali ini, kudapati wajahmu berhias sedih. Seolah langit yang sudah mendung terkalahkan oleh sendunya matamu. Entahlah, apa yang sedang kamu rasakan. 
Belum sempat bertanya, kamu sudah mengatakannya. Kamu cemburu, cemburu dengan gambar yang kamu lihat sesaat sebelum aku menyapamu. Ah, kamu mudah sekali cemburu. 

Kamu bilang, sudah berusaha menahannya, tapi tak bisa bertahan lama. Meskipun sudah dikemas, tetap saja hatimu mendidih karena cemburu yang sedang meraja di hatimu. 

Dan akhirnya, kamu menangis. Menumpahkan air mata hanya karena hatimu tak bisa mengusir rasa cemburu. Kenapa kamu harus cemburu? Adakah alasan yang membuatmu cemburu? Sedang kamu sungguh mengetahui, siapa yang mencintaimu dengan sepenuh hati.

Tanganmu bergegas mengusap sisa air mata, mencoba tersenyum, dan mengatakan bahwa hatimu akan lekas kembali seperti semula. Kamu akan mengusir cemburu itu sejauh mungkin. Dan seperti biasa, kau benamkan kepalamu dalam pelukan agar menguap rasa yang sungguh menyesakkan dadamu. 

#belajarpov2

3 komentar:

Muhamad Septian Wijaya mengatakan...

Siapa tuh yang cemburu..

Ciani L mengatakan...

Butuh dipeluk yang lamaaaaa ...

Wiwid Nurwidayati mengatakan...

Mb masih blm konsisten, Kamu dan kau

Posting Komentar