30 Maret 2017

Tak Bisa


"Boleh aku bertanya?" Mata indahmu menatapku tak berkedip. Seolah mencari kebenaran akan jawaban yang terlontar. 

"Boleh, akan aku jawab," kataku lirih. 

Kamu tersenyum, memamerkan keindahan alam yang seakan menjadi milikku. Tanganmu meraih tanganku, mencoba menggenggam meski kutahu, jarimu terlalu kecil untuk menangkupnya. Akhirnya kutangkap jemarimu, kudekap erat, dan kuletakkan di dada. 

Pipimu merona, pertanda malu menyergapmu. Ah, masih saja kamu malu untuk bermanja denganku. 

"Ayo, mau tanya apa?"

"Apa alasanmu tidak meneleponku ketika jarak menjauhkan kita?" 

Aku terdiam dengan pertanyaanmu. Bibirku kelu untuk menjawabnya. Sesaat kami saling bertatapan, ada banyak kata yang ingin kuucapkan. 

"Apakah kamu sudah tak ingin menelponku jika raga kita berpisah?" Aku menggeleng. 

"Apa kamu tak ada pulsa?" Kembali kujawab dengan gelengan kepala. Mendadak aku amnesia untuk menjawab pertanyaan yang harusnya mudah kujawab. 

"Lalu kenapa? Tak rindukah kamu saat berjauhan denganku? Sehingga menelpon pun enggan," pelan suaramu. Dadaku rasanya sesak. Kugenggam erat tanganmu. 

"Aku takut," Akhirnya keluar jawabanku. 

"Takut apa?" tanyamu heran. 

"Takut kamu anggap nggak niat telepon karena sebentar. Sedangkan aku nyaris tak punya kesempatan untuk menelponmu," jawabku. 

Kamu terdiam, menunduk, dan tak lama kemudian aku mendengar isak tertahan. 

"Anggap saja kamu nggak ingin menelponku," putusmu. 

"Itu anggapanmu, bukan anggapanku," sanggahku menepis prasangkanya. 

"Lalu apa anggapanmu?" Kamu masih mengejarku dengan pertanyaan yang makin sulit kujelaskan. 

Kurengkuh kepalanya, mencoba merayu hatinya, dan meyakinkan dirinya. Ketika raga terpisah jarak, aku tetap ada. 

"Maafkan pertanyaanku. Aku akan mengubur dalam-dalam keinginanku mendapat teleponmu. Meskipun itu menyiksaku. Kamu tahu? Rinduku selalu bertambah kala kita berjauhan. Dan aku tak tahu caranya menguranginya." Pelan perkataanmu, tapi membuatku mematung. 

Kamu menangis, ya, ada isak yang masih kamu sembunyikan. Aku memperat pelukan, berharap suasana hatimu kembali membaik. 

#OneDayOnePost

9 komentar:

Rina Adriana mengatakan...

Rindu.., Kata-kata ini bisa buat darah dan jantung bernyanyi, Mba.

Achmad Ikhtiar mengatakan...

romantis sangat ceritanya 😍😍😍

Ciani L mengatakan...

LDR an ya? Hiksss...

Wiwid Nurwidayati mengatakan...

Krik krik.

lisa lestari mengatakan...

Yap, betuuul

lisa lestari mengatakan...

Lagi belajar romantis nih

lisa lestari mengatakan...

Hahahaha.. Embuh de

lisa lestari mengatakan...

Ndi jangkrik e mbak

lisa lestari mengatakan...

Ndi jangkrik e mbak

Posting Komentar