14 Oktober 2017

Belajar Cerita Anak


Wallpaper, Girl, Nature, Fence, Drawing, Landscape
Sumber gambar pixabay

 April 2017 awal saya mulai serius menekuni cerita anak. Mengenal seorang guru cerita anak yang menurut saya nyentrik. Awal ikut kelas beliau adalah bergabung di kelas Kurcaci Pos bersama dengan yang lainnya. Ingin ikut private, waktu itu dana belum mencukupi. Bismillah, akhirnya saya bergabung untuk belajar bersama beliau.


Kelas Kurcaci Pos hanya berlangsung selama sebulan, dengan empat kali pertemuan setiap hari Senin di grup Fb. Materi akan diupload pertema setiap minggunya.selesai materi, akan diberikan tugas sesuai dengan tema materi. Setiap pertemuan kita diminta untuk lempar ide, lalu akan dibahas bersama konflik serta endingnya. dan tugasnya, bukan ide yang sudah kita lempar di kelas. harus ide baru. Hahahaha...

Minggu pertama, kami diberikan materi tentang jenis-jenis cerita anak. Barulah saya paham, ada Cerpen Realis, Fabel, Dongeng, dan Cerita Misteri. Wah, ternyata ada banyak ragam cerita anak. Bahkan, setelah saya ikut kelas private beliau, dari satu cerita anak tersebut, masih bisa dijabarkan menjadi berbagai cerita anak dengan tokoh berbeda.

Seperti kelas private dongeng, yang saya ikuti sejak bulan Agustus. Dongeng dengan penjabaran tiap tokoh, bisa menggunakan tokoh anak-anak dengan setting masa lampau, tokoh orang dewasa setting masa lampau juga, tokoh peri, tokoh flora, dan tokoh benda mati. Sedangkan kelas Kurcaci Pos, dalam setiap pertemuannya hanya membahas secara global tokohnya. Cerita anak, berarti ya tokohnya anak-anak, masalah tentang anak-anak, dan diselesaikan oleh anak-anak.

Hal yang paling utama dalam menuliskan cerita anak adalah pandai mengemas bahasa yang kita tuliskan menggunakan bahasa anak. Pandai-pandailah memasang antena setinggi-tingginya agar ide banyak yang nyangkut. Ide sederhana bisa menjadi cerita menarik jika dibumbui oleh konflik yang berliku dan menarik. Dari satu ide, bisa memunculkan banyak cerita dengan ending yang menarik. Satu hal lagi, berikan pesan  moral di akhir cerita anak.

Dengan ucapan mungkin tidak akan langsung mengena di hati, tapi jika menggunakan cerita, secara tak langsung anak akan belajar.

Tulisan ini diikutsertakan dalam program One Day One Post yang diselenggarakan oleh Blogger Muslimah Indonesia.

2 komentar:

Muyassaroh mengatakan...

Kelasnya mas Bambang ya mbak? Hehe..*kepo kan saya. Dan menulis cerita anak sehalaman aja lamanya minta ampun kalau saya..^^ Pengen gigitin meja..haha

Kholifah Hariyani mengatakan...

Waaah... jadi pingiiin...
Ikut kelas siapa, Mbak El?

Posting Komentar