28 Januari 2018

Tips Packing Anti Pusing Ala Saya



Membaca judulnya, lantas saya ditanya memang sudah pernah pergi ke mana saja? Huwa ... saya malu jawabnya. Boleh diibaratkan, saya ini pergaulannya kalah sama ayam alias kuper, nggak pernah pergi ke mana-mana. Jadinya nggak bisa berbagi pengalaman travelling seperti blog teman-teman lainnya. Namun, kali ini saya akan mencoba berbagi pengalaman ketika packing. Bukan, bukan karena pernah travelling, tapi karena pernah merasa ngepak pakaian dan barang saat mendapatkan tugas Pendidikan dan Latihan (Diklat) yang waktunya terkadang cukup lama, yaitu 3-10 hari.

Kalau pas Diklat pakaian sudah ditentukan dengan seragam A misalnya, maka hal itu tidak membuat saya pusing. Cukup membawa baju sesuai permintaan instansi, sisanya hanya pakaian untuk tidur. Pakaian santai? Hahaha ... jangan membayangkan bakal santai acaranya kalau surat tugas untuk pergi Diklat sudah di tangan. Acara Diklat yang saya ikuti biasanya padat dengan acara hingga malam, pukul 22.00. Jadi, nggak bakalan punya waktu santai. Tugasnya hanya belajar, mengerjakan tugas, dan makan enak di hotel. Hehehehe ... – bonusnya ini, makan dan tidur gratis dengan enak, dapat ilumu baru pula-

Nah, apa yang saya persiapkan jika surat tugas untuk Diklat datang? 
1   Saya akan lihat berapa lama tugas yang akan saya ikuti. Jika hanya tiga hari, maka saya hanya akan membawa pakaian batik cukup untuk tiga hari. Ditambah baju tidur satu saja. Lain halnya jika diminta dalam lampiran untuk membawa pakaian olah raga juga, maka saya akan menyertakan dalam packing.
2  Apabila waktu tugas yang akan saya ikuti sampai sepuluh hari ke depan, maka saya akan melakukan trik sedikit, yaitu:
a.    Saya akan tetap membawa atasan batik sesuai jumlah hari atau kurang. Dari baju yang saya bawa, setiap dua atau tiga memiliki kesamaan warna. Misalkan ketiganya ada unsur warna merah, abu-abu, atau biru. Sehingga ini akan memudahkan saya memadukan dengan kerudungnya.
b.     Celana atau rok yang akan saya bawa cukup tiga atau empat, dengan catatan warna gelap atau hitam. Menurut saya, warna hitam akan matching jika dipasangkan dengan batik warna apa saja. Jadi, saya tidak akan membawa banyak celana. Cukup tiga atau empat. Berarti nyuci dong? Iyalah, masak mau make celana tanpa dicuci. Tenaang, ada jasa laundry yang biasanya disiapkan oleh pihak hotel. Kita tinggal tenang duduk manis dapat ilmu.
c.  Untuk kerudung, saya juga tidak membawa banyak kerudung. Setelah menghitung baju batik yang memiliki unsur warna yang sama, maka saya akan membawa kerudung secukupnya. Bajunya boleh ganti setiap hari, kerudungnya tinggal dipadukan. Atau jika memiliki kerudung warna bolak balik, ini bisa jadi solusi.
d.  Bagaimana dengan aksesorisnya? Tempatkan peniti, jarum pentul, bros di wadah yangtidak akan membuat aksesoris ini berantakan. Saya juga membawa aksesoris secukupnya. Dua atau tiga bros saja cukup. Bisa memilih bros dengan warna netral juga ya, yang terbuat dari perak tentu lebih netral dikenakan untuk kerudung warna apa saja.
3   Jika ada pertanyaan, apakah saya menggunakan koper? Tergantung waktu dan apa saja yang harus saya bawa. Jika dalam surat tugas meminta saya membawa laptop, pasti akan berkaitan dengan tugas data. Ngeprin dan sebagainya. Maka saya juga akan membawa printer rumah untuk diangkut dalam tas bawaan saya. Laptop akan ada di tasnya, pakaian biasanya saya packing di travelling bag atau ransel, dan satu tas lagi untuk kertas, kabel, dan printer. Namun, jika dalam keterangan surat tugas sudah mencantumkan untuk tidak usah membawa printer, cukup laptop saja, maka saya juga tidak mau capek-capek membawa printer rumah.
Itulah pengalaman packing yang saya lakukan. Packing karena tugas negara, bukan jalan-jalan. Hehehe ...

Bagaimana dengan readers semua? Ada tips yang lebih oke?

#SatuHariSatuKaryaIIDN

16 komentar:

Dian Restu Agustina mengatakan...

Setuju Mbak..memang bawahan warna gelap itu bikin gampang nyesuaiin dengan atasan warna apa saja yaaa:)

Cindi mengatakan...

Saya termasuk emak-emak rempong yang nggak bisa santai dengan barang yang akan dibawa kalau pergi-pergi...hahaha

lisa lestari mengatakan...

Benar mbak. Jadi irit pakaian. Hehehe

lisa lestari mengatakan...

Hahaha... Apalagi sama bawa si dedek ya mbak.

Tatiek Purwanti mengatakan...

Hehe, kalo saya perlu banyak belajar packing yang ringkas deh kayaknya. Biasanya kalo pergi jauh lha maunya bawa banyak baju. Btw dulu saya masih sering pake atas bawah, sekarang lebih banyak pake gamis. Padu padannya cuma dengan jilbabnya, jadi ada sisi simpel di bagian ini.

lisa lestari mengatakan...

Yes, betul sekali mbak.

IndiRa mengatakan...

Saya belum bisa praktis kalo packing Mbak Lisa hehehe, masih perlu belajar nich kayaknya

Damar Aisyah mengatakan...

Kalau pas kerja dulu krn institusinya swasta jadi ya bajunya bebas aja, yg penting rapi. Nah biasanya sy pilih pakaian semi casual biar bisa dipakai jalan2

Andi Nugraha mengatakan...

Setuju nih, dan bermanfaat. Terima kasih sharingnya, Teh Lisa. Baru pertama kesini nih, salam kenal ya..

Kang Nata mengatakan...

masalah packing barang2....sepertinya patut dicontoh dan dijadikan sebagai bahan pengetahuan, siapa tahu suatu saat akan berguna. :)

turiscantik.com mengatakan...

bawa barang memang harus yang diperlukan banget ya mbak. Bikin koper ngak berat dan ngak banyak waktu terbuang untuk packingnya.

lisa lestari mengatakan...

Salam kenal balik mbak.

lisa lestari mengatakan...

Hihihi.. Saya jarang bepergian, paling karena diklat

lisa lestari mengatakan...

Betul mbak

lisa lestari mengatakan...

Enak nih, kalau begini

lisa lestari mengatakan...

Hihihi.. Saya sih karena nggak mau bawa berat.

Posting Komentar

 
Copyright © Dunia Lisa
Blogger Theme by BloggerThemes Sponsored by Busy Buzz Blogging