07 Februari 2018

Jatuh Cinta Dengan WS Rendra

Tantangan RCO keempat kali ini sedikit lebih berat. Meskipun tidak membawa beban semen bersak-sak, tapi trma yang diajukan lumayan membuat dahi sedikit berkerut. 


Ada tiga tema, buku bahasa asing yang merupakan menu wajib, buku puisi, dan sejarah. Alhamdulillah ketiganya berhasil diselesaikan meskipun saat membacanya memerkukan waktu agak lama. Terutama untuk sejarah. 

Baiklah, saya hanya akan menceritakan kesan setelah membaca kumpulan puisi milik WS Rendra. 

Puisi WS Rendra kali ini berjudul "DOA UNTUK ANAK CUCU". WS Rendra menuliskannya dengan luar biasa. Saya yang bukan seorang penikmat puisi, berusaha berkali-kali memahami. Sebetulnya kalimat yang dipilihnya sudah sangat sederhana. Dirangkai dengan apik sehingga menghasilkan makna yang dalam sekali. Beberapa puisi yang beliau tulis, banyak yang menyindir pemerintahan. Bagaimana sebuah politik di Indonesia yang begitu carut marut disindir dengan halus. WS Rendra banyak menggunakan kata-kata kiasan. Seperti melukiskan tentang Indonesia sebagai ibu pertiwi. Digambarkan dalam puisinya seolah-olah seorang ibu yang menangis sedih karena anaknya tidak memahami ibunya dan membuangnya. 

Kumpulan puisi ini memang berisi sebuah doa yang ditujukan kepada anak cucu Indonesia, agar lebih menjaga Indonesia seperti menjaga ibu sendiri. Buku yang membuat saya senang membaca sebuah puisi. Dari buku inilah, saya juga mengenal istilah yang digunakan oleh para politisi. 

Kumpulam puisi WS Rendra ini saya unduh dari aplikasi ipusnas. Terima kasih ipusnas, sudah memberikan fasilitas banyak buku bermanfaat buat saya. Bagi yang ingin meminjamnya, silakan didownload ya. Hehehehe.. 

6 komentar:

Eni Rahayu mengatakan...

WS Rendra saya kenal sejak SD, karyanya ada beberapa di buku bahasa klo gak salah, tapi tetap saja saya gak puitis soalnya gak terlalu minat puisi. Mbak, gambarnya terlalu cepat, hahaha

Dian Restu Agustina mengatakan...

ipusnas...saya juga pengguna aplikasinya..
WS Rendra, saya punya buku kumpulan puisinya..yang edisi lama sih

Damar Aisyah mengatakan...

Meskipun nggak terlalu puitis dan nggak terlalu bisa berpuisi, tapi saya mengakui keindahan kata-kata WS. Rendra.,

lisa lestari mengatakan...

Podo mbak, aku suka tapi juga nggak bisa puitis. Nah, bikin nggak terlalu cepat gimana?

lisa lestari mengatakan...

Wah, punya mbak dian malah bukunya.

lisa lestari mengatakan...

Betul mbak damar

Posting Komentar

 
Copyright © Dunia Lisa
Blogger Theme by BloggerThemes Sponsored by Busy Buzz Blogging