13 Februari 2018

Lebih Dekat Dengan Jusuf Kalla


Terlahir dengan nama lengkap Muhammad Jusuf Kalla, membuatnya lebih dikenal dengan nama JK. Apalagi setelah berduet menjadi wapres berpasangan dengan Susilo Bambang Yudhoyono, nama lengkapnya nyaris tenggelam kalah pamor dengan nama JK. Dilahirkan dari pasangan Haji Kalla dengan ibunya bernama Athirah. Haji Kalla merupakan pemilik dari  NV Haji Kalla di Makasar, pengusaha di kota tersebut.


Di atas adalah sekelumit kalimat yang saya baca ketika memilih buku biografi sebagai tantangan di RCO. Bukan karena saya tertarik dengan pribadi Jusuf Kalla atau ngefans berat dengan beliau. Jujur saya mencari yang halamannya tidak terlalu banyak. Dalam bayangan buku biografi biasanya tebal-tebal dan kalimat penyusunnya terkadang membosankan. Maklum, kemampuan otak saya susah mengingat jenis buku begini. Hehehehe.... (ditimpuk sama pije RCO nih!)

Bukunya memang hanya 174 halaman, itu sudah termasuk daftar pustaka ya. Judul bukunya juga unik, “MEMBACA JK” baru di bawah judul ada kalimat penjelasnya, “Biografi Singkat Jusuf Kalla”. Ditulis oleh Taufik Adi Susilo.

Buku yang saya download dari ipusnas ini mengupas Jusuf Kalla dari masa kecil hingga menduduki jabatan sebagai wakil presiden. Tentu saja sesuai dengan judulnya, bagian Jusuf Kalla tidak diulik secara mendetail. Seperti sosoknya bersama keluarganya dan anak-anaknya. Penulis hanya mengupas sekilas saja tentang anak-anak Jusuf Kalla. Begitu juga dengan kisah remajanya, awal mengenal istrinya Mufida. Hanya disajikan bagian inti. Padahal jika bagian ini diulik, pasti akan sangat menarik.

Penulis lebih banyak mengupas dari sisi politik JK. Bagaimana beliau berkiprah dalam partai kuningnya, gerakan beliau ketika mendamaikan beberapa konflik di Indonesia, serta kegiatan politiknya ketika menduduki jabatan di pemerintah Indonesia. Dan ini sedikit membuat kepala saya berdenyut-denyut karena bahasanya mulai tinggi. Nggak nyampek buat saya.

Lalu, apa manfaatnya bagi saya setelah membaca biografi JK?
Tentu saja saya menjadi tahu lebih dalam tentang sosok beliau. Bagaimana keuletan dan pemikiran beliau terhadap Indonesia serta bisnis yang JK bangun. Namun, tidak untuk kalimat-kalimat beliau yang sedikit bernada pedas dengan lawan politiknya. Ini menurut saya lho, ya.

Saya juga sedikit memahami pemikiran beliau tentang Indonesia dan keputusan yang JK ambil terkait masalah yang terjadi. Bagaimana sikap beliau ketika bersama keluarga. Lahir dan besar dari pengusaha, berjiwa pengusaha, tapi tetap tidak hidup mewah. Itu yang berhasil saya simpulkan dari sosok beliau melalui penggambaran penulis dalam biografi ini.

Melalui biografi ini juga, saya menjadi tahu tentang konflik politik di Poso, Aceh, Ambon, dan penanganannya. Meskipun menurut saya tetap tidak akurat, karena saya hanya mengetahui dari satu sisi, yaitu JK saja. Namun, cukuplah buat saya menjadi tahu.

Manfaat lainnya? Saya mampu menyelesaikan tantangan dari RCO. Yeayy.... selamat buat saya. (Salamain diri sendiri)

4 komentar:

Suden Basayev mengatakan...

Pokoknya selalu bermanfaat dengan rajin baca buku. Semangat!

Dian Restu Agustina mengatakan...

Saya sempat nge-fans Beliau dulu, terutama dengan kesahajaan dalam berpolitik dan kehidupan. Tapi, setelah Beliau maju untuk jadi wapres (lagi) saya langsung enggak simpati hihihi...--kayak enggak ada orang lain saja (begitu pikir saya)

lisa lestari mengatakan...

Betul mas

lisa lestari mengatakan...

Hahahaha.. Iya mbak, pas baca biografinya memang terbaca kesederhanaan beliau. Tapi saya kok tetap nggak ngefans. Hahaha

Posting Komentar

 
Copyright © Dunia Lisa
Blogger Theme by BloggerThemes Sponsored by Busy Buzz Blogging