07 Maret 2018

Membangkitkan Kembali Kekuatan Pribadi Guru


Hasil gambar untuk gambar guru mengajar
www.metrobangsel.com

Semua orang tahu, bahwa seorang guru selalu diminta untuk memberikan perhatian kepada para siswanya di kelas, walaupun ada waktunya perhatian itu tertutup oleh sederet kesibukan dan tanggunng jawab yanng menumpuk. Sehingga guru yang seharusnya berpenampilan riang, suka menghibur, bersikap empati,  toleransi, mungkin saja akan menampilkan wajah muram, berduka, atau tampak marah.


Apabila sifat memerhatikan para siswanya mulai menurun, ini akan membawa akibat terhadap kurangnya penghargaan dari siswa kepada seorang guru. Sikap hormat seorang murid pun akan berkurang. Jika mengalami kondisi seperti ini, maka sebagai seorang guru perlu “Membangkitkan Kembali Kekuatan Pribadi” yang kita miliki. Dengan cara apa?

Inilah kekuatan pribadi yanng perlu dibangkitkan kembali:
1.      Kegembiraan
Apabila seorang guru menampilkan wajah gembira ketika berhadapan dengan muridnya, terlepas dari masalah pribadi, tentunya energi positif ini akan menular juga kepada murid-muridnya. Siswa tersebut akan ikut merasakan kegembiraan yang terpancar. Tentu saja ini akan berdampak terhadap pembelajaran yanng sedang diberikan oleh seorang guru. Siswa yang belajar dalam suasana ceria, akan memberikan keuntungan bagi guru, yaitu guru akan hemat energi ketika mengajar karena dukungan sikap positif dari siswanya.
2.      Empati
Menurut KBBI, Empati adalah keadaan mutlak yang membuat seseorang merasa atau mengidentifikasi dirinya dalam keadaan perasaan atau pikiran yang sama dengan orang atau kelompok lain.
Sikap Empati mutlak dimiliki oleh seorang guru, karena guru dituntut untuk peka terhadap situasi siwanya guna mengefektifkan pembelajaran. Sikap empati juga diperlukan untuk masuk ke dalam situasi siswa sebelum memberikan sebuah nasehat.
3.      Toleransi
Bersikap toleransi berarti memerhatikan murid kemudian memperlakukan siswa tersebut dengan rasa hormat. Mengapa Toleransi dipeerlukan? Toleransi dibutuhkan untuk membantu membangun sebuah hubungan untuk melakukan pendekatan terhadap muridnya.
4.      Rasa Hormat
Pepatah yang mengatakan, Jika ingin dihormati, maka harus menghormati orang lain. hal ini juga berlaku bagi seorang guru. Guru juga wajib menghormati muridnya. Memperlakukan para siswa dengan memberikan rasa hormat merupakan tanda hormat atau bentuk perhatian, dan ini merupakan bentuk pengajaran yang baik. Dengan sikap menghormati, akan meningkatkan kepercayaan diri dan perilaku positif siswa menjadi lebih baik.

Itulah empat hal kekuatan pribadi yang perlu dibangkitkan kembali oleh seorang guru. Siap menjadi guru yang ‘berbeda’?

#SelfReminder

1 komentar:

Bunda Erysha (yenisovia.com) mengatakan...

Bener Bun, suka ikutan sedih denger berita tentang guru zaman sekarang. Sedih dengan semuanya hahhh cuma bisa tarik nafas dengan keadaan skrang

Posting Komentar

 
Copyright © Dunia Lisa
Blogger Theme by BloggerThemes Sponsored by Busy Buzz Blogging