01 Januari 2019

Melihat Kelebihan yang Dimiliki Oleh Anak dalam Sebuah Novel





Judul: Stolen Heart
Penulis: Pradnya Paramitha
Penerbit: Medpres Digital
Cetakan 1 tahun 2012
Tebal Halaman: 224 halaman
ISBN: (10)979-911-194-3
(13)978-979-911-194-4

“Kejahatan termanis adalah ketika kau curi hatiku, dan aku balik mencuri hatimu”


Kutipan di atas terdapat di sampul buku. Kalimat tersebut cukup membuat saya penasaran untuk lebih dalam membaca isinya. Cover bukunya sih, sederhana sekali, bahkan cenderung kurang meyakinkan pembaca. Tapi ingat, kita nggak bisa ya, menjudge isi buku hanya dengan melihat sekilas isi bukunya. Eh#

Novel ini termasuk genre novel remaja atau teenlit. Berisi kisah remaja anak SMA dengan menggunakan sudut pandang orang pertama. Kelebihan di novel ini adalah, meskipun menggunakan sudut pandang orang pertama, penulis tidak serta merta menjadi dewa yang serba tahu. Karena menurut saya, biasanya jika penulis menggunakan pov orang pertama, maka dia akan bertindak seperti seorang dewa yang serba tahu tentang tokoh utama sehingga membuat jalannya cerita sedikit kurang nyaman untuk dibaca. Dalam novel ini penulis sungguh manis dalam menggambarkan setiap karakter tokohnya dengan apik.

Novel dengan tokoh utama bernama Bella, merupakan seorang gadis yang hanya mempunyai kelebihan di bidang non akademik. Dia nyaris gagal naik kelas hanya karena nilai akademisnya tidak ada yang memuaskan. Bersyukurnya Bella, dia mempunyai orangtua yang sangat mengerti dengan kelebihannya di bidang musik. Mereka justru memfasilitasi kelebihan yang dimiliki oleh Bella dan mendukungnya.

Nah, ini jadi pelajaran banget buat saya nih, sebagai orangtua. Kita tidak boleh mengkotak-kotakkan kemampuan anak hanya sebatas prestasi akademisnya saja. Karena setiap anak memang dilahirkan dengan unik. Sebagai orangtua juga bukan melulu melihat kekurangan anak hingga mengabaikan kelebihannya. Pesan yang sungguh manis disampaikan oleh penulis secara tersirat melalui serangkaian adegan demi adegan dalam novel ini.

Alur yang digunakan oleh penulis dalam menuturkan novel ini adalah alur maju. Walaupun di tengah cerita dihadirkan cuplikan tentang masa lalu Bella ketika hadirnya seseorang yang awalnya dikarang oleh Bella sebagai cowoknya, ternyata hadir nyata dalam hidupnya dan mengaku sebagai pacarnya. Di sini lah penulis sedikit mengisahkan masa lalu Bella sebelum mengalami kecelakaan dalam narasi saja. Bukan dalam cerita utuh lengkap beserta dialognya. Tapi pembaca nggak perlu khawatir akan kebingungan dengan jalannya cerita. Jalan cerita tetap enak dinikmati kok!

Meskipun novel ini bergenre remaja, tapi bagus juga untuk dibaca oleh orangtua. Dari sisi remaja, novel ini juga bagus. Ada pesan yang ingin disampaikan oleh penulis kepada remaja agar mengembangkan bakat dan minatnya dengan lebih baik. Bukan hanya novel remaja yang berkisah tentang percintaan.

Tulisan ini diikutsertakan dalam ODOP Estrilook Community

#Day1
#ReviewNovel
#Sahabati-Pusnas

21 komentar:

Nychken Gilang Bedy S mengatakan...

Jadi pengen baca Mbak

denik mengatakan...

Sepertinya menarik Mba. Jadi penasaran.

Ciani mengatakan...

seru kayaknya deh ya mba?

lisa lestari mengatakan...

Baca a, ada di ipusnas. Hihi

lisa lestari mengatakan...

Betuuul mbak.

lisa lestari mengatakan...

Banget de..nggak melulu tentang cinta

alif kiky mengatakan...

Buku bagus ini. Bisa jadi wish list tahun ini 😁

Dwi mengatakan...

Whaa ada di ipusnas ya. Asyiik nih. Bagus ya pesan moralnya.

Leila Niwanda mengatakan...

Kadang-kadang mulai ragu baca novel bergenre remaja (karena merasa sudah tua, hihihi), tapi ternyata banyak juga yang pesan moralnya bagus dengan kemasan menarik yang enak dibaca, yaa...

Siwi Ragil mengatakan...

Dari dulu memang paling suka baca novel, bikin ketagihan dan penasaran jadi gak mau berentii..ahh jadi pengen baca, makasih ya referensinya

lisa lestari mengatakan...

Saya pinjem di ipusnas mbak

lisa lestari mengatakan...

Iya mbak

lisa lestari mengatakan...

Hihihi..saya masih suka baca novel remaja. Kadang pinjem punya si kk

lisa lestari mengatakan...

Betul itu, kalau sudah baca novel emang nggak mau berhenti kalau belum tamat

Siti Muslihah Hadi mengatakan...

Salam kenal mba Lisa, tinggal di Bogor dimanakah mba? Nampak nya seru ya mba novel nya ..

Novia Syahidah Rais mengatakan...

Ingat fiksi ingat diri saya sendiri yang sudh menyatakan pensiun dari menulis fiksi. Ada rasa haru tersendiri, namun sekarang memang harus memilih yang lebih prioritas. 😊

Dian Restu Agustina mengatakan...

Nilai moralnya bagus nih...ortu enggak boleh mengkotak-kotakkan kemampuan anak. Kayak aku, si mbarep kuat di akademisnya, si ragil bakat seninya tinggi...
Novel teenlit yang bermakna.
Thanks for sharing Mbak Lisa

Cha Hakim mengatakan...

Mantap! Gak semua ortu bisa kayak ortunya Bella. Selama ini banyak ortu yg nuntut anaknya punya nilai akademik bagus, raport item semua, math n english tinggi, masuk kelas IPA, selain itu bodoh. Padahal anak punya kecerdasan yg beda. Hasilnya, anak jadi gak maksimal: terpaksa ngejar akademik yg dia sbnernya pun gak suka, n kecerdasan aslinya terabai. Kayaknya ini buku lebih cocok buat ortu 😂

Elva Susanti mengatakan...

Mupeng nih sama buku novelnya mbak. Dari novel ini saya bisa belajar hal2 yg belum saya ketahui.

April Hamsa mengatakan...

Ini kyknya bagus nih dibaca sama ortu yang anaknya menginjak remaja ya mbak :D
Biar bisa belajar jg ttg sudut pandang atau keinginan remaja :D

Amelia Fafu mengatakan...

Wah, jadi penasaran sama bukunya nih. Bagus buat ortu muda nih ya Mba, jadi kita sbg ortu lebih bijak mengatasi kemampuan anak...

Posting Komentar

 
Copyright © Dunia Lisa
Blogger Theme by BloggerThemes Sponsored by Busy Buzz Blogging