04 Februari 2019

Cara Penggunaan Cefadroxil, Dosis, dan Efek Samping


Hasil gambar untuk gambar cefadroxil
sumber foto: mediskus.com
Cefadroxil adalah antibiotik golongan sefalosporin yang digunakan untuk membantu mengobati berbagai macam infeksi bakteri, misalnya untuk mengobati radang tenggorokan, kulit, dan infeksi saluran kemih. Antibiotik ini juga bekerja dengan menghentikan pertumbuhan bakteri dengan cara mengganggu pembangunan dinding sel, sehingga akan menyebabkan kematian bakteri. Selain itu juga, antibiotik ini hanya digunakan untuk infeksi bakteri dan antibiotik ini tidak akan bekerja untuk infeksi virus yang salah satunya adalah pilek dan flu. Dengan penggunaan yang tidak perlu atau berlebihan, antibiotik apa pun, dapat menyebabkan efektivitasnya menurun. Antibiotik ini juga tergolong sebagai obat keras dengan bentuknya yang seperti kapsul.


Berikut pengertian cefadroxil mulai dari penggunaanya, efek samping, dosis, dan lain-lain diantaranya yaitu :

1.     Dosis Cefadroxil
Dengan dosis yang lama dalam penggunaan Cefadroxil akan tergantung pada jenis infeksi yang sedang diobati, tingkat keparahannya, dan kondisi kesehatan pasien secara umum. Dan biasanya dosis yang dianjurkan oleh dokter adalah 1-2 gram per hari selama 5-10 hari. Untuk dosis maksimum adalah 4 gram per hari. Untuk itu bagi pasien anak-anak, dosis akan ditentukan berdasarkan berat badan.

2.     Mengomsumsi Cefadroxil Dengan Benar
Untuk mengikuti anjuran dokter dalam mengonsumsi Cefadroxil, jangan mengubah dosis Cefadroxil kecuali disarankan oleh dokter Anda. Untuk itu sangat disarankan agar menghabiskan semua dosis yang sudah diberikan dokter, walaupun sudah   merasa lebih sehat. Hal ini dilakukan untuk mencegah kambuhnya infeksi dan minumlah Cefadroxil dengan air putih dan jangan mengunyah atau membuka terlebih dahulu kapsulnya. Dan obat ini bisa diminum sebelum atau sesudah makan.

Untuk pengobatan yang efektif, komsumsilah Cefadroxil setiap hari pada jam yang sama. Dan pastikan ada jarak waktu yang cukup antara satu dosis dengan dosis berikutnya. Ketika Anda tidak sengaja melewatkan dosis Cefadroxil, maka segera minum jika jadwal dosis berikutnya tidak terlalu dekat. Tetapi jika sudah dekat, jangan menggandakan dosis dan juga jangan berbagi antibiotik dengan orang lain. Tentunya obat antibiotik yang Anda komsumsi, belum tentu cocok dikomsumsi oleh orang lain dan bahkan bisa membahayakan kesehatan mereka.

3.     Kenali Efek Samping dan Bahaya Cefadroxil
Meskipun mempunyai manfaat, cefadroxil juga bias berpotensi menyebabkan efek samping yang tidak diinginkan. Walaupun hal ini tidak dialami oleh semua orang. Dengan begitu, Anda harus menjelaskan pada dokter jika Anda mengalami efek samping yang berkepanjangan dan beritahu obat-obatan lain yang dikomsumsi. Ada beberapa efek samping yang mungkin terjadi jika mengomsumsi Cefadroxil yang di antaranya yaitu akan menyebabkan diare, sakit perut atau gangguan pencernaan, peradangan pada lidah, dan akan merasakan mual dan muntah.

4.     Interaksi Obat
Jangan mengonsumsi Cefandroxil bersamaan dengan antibiotik jenis lainnya, karena akan bisa mengganggu keefektifan obat ini. Selain itu juga, Cefadroxil dapat mengganggu kinerja dari pil KB pada wanita yang menggunakannya. Jika Anda mengomsumsi pil KB sebagai model kontrasepsi dan mengalami muntah-muntah akibat Cefadroxil, dengan begitu gunakan pengaman tambahan seperti kondom untuk mencegah kehamilan. Kadar Cefadroxil dalam darah ini akan meningkat bila dikomsumsi bersamaan dengan probenec.id. Cholestyramine dapat menurunkan kemampuan tubuh untuk menyerap Cefadroxil.

Itulah pengertian cefadroxil mulai dari penggunaanya, efek samping, dosis, dan lain-lain. Sekian paparan dari kami, semoga dapat bermanfaat bagi anda semuanya. Akhir kata kami ucapkan banyak terima kasih.

2 komentar:

alif kiky mengatakan...

Obat ini banyak diresepkan dokter. Padahal antibiotik ya.hmmm

lisa lestari mengatakan...

Iyaa..betul banget.

Posting Komentar

 
Copyright © Dunia Lisa
Blogger Theme by BloggerThemes Sponsored by Busy Buzz Blogging