Sosok Ramah yang Mencintai Dunia Anak


Penulis Cerita Anak
Banyak penulis cerita anak yang namanya sudah bersliweran di jagad persilatan literasi. Namun, seorang bapak yang memiliki kecintaan untuk menggoreskan tintanya dengan menuliskan cerita anak, mungkin tidak banyak. Membaca namanya di sebuah media sosial, saya pun penasaran dengan sosok beliau. Meluncurlah saya untuk menuntaskan kekepoan agar bisa ikutan merasakan ilmunya.

Saya mengenal pertama kali sosok beliau ketika ingin fokus dalam penulisan cerita anak. Beliau bernama Bambang Irwanto. Namanya sudah tak asing lagi, terutama dengan dunia anak seperti Majalah BOBO, Kompas Anak, Mombi, Nusantara Bertutur, ataupun media dewasa dan remaja. 

Lahir dan besar di kota Makasar, tak lantas membuat Mas Baim, sapaan akrabnya tetap menetap di kota kelahirannya. Tinggal di Jakarta menjadi pilihannya. 

Memulai kegiatan menulis sejak SD, seiring kecintaannya terhadap cerita-cerita yang disuguhkan dalam majalah BOBO kesukaannya. Bahkan dalam salah satu ceritanya di facebook, Mas Baim ini senang berkeliling Jakarta untuk mengantarkan naskahnya secara langsung ke kantor media. Dari satu kantor ke kantor berikutnya. Keren yaa? 

Kalau sekarang, sudah mengandalkan internet, kirim naskah tanpa harus capek berkeliling.

Karya-karya beliau bisa dijumpai di Majalah BOBO, hingga pernah ada komentar yang mengatakan kalau nerbitin cerita anak di BOBO yang akan dimuat ya karya penulis itu-itu saja. Karena karya Pak Bambang Irwanto yang selalu muncul setiap kali terbit. Padahal menurut beliau, yang mengirimkan naskah ke BOBO mungkin belum memahami caranya mengirimkan naskah ke sana.



Bisa dibaca hasil karya beliau yang telah dimuat di beberapa media dan buku solo yang sudah diterbitkan di sini. http://www.bambangirwantoripto.com/2015/07/cerita-cerita-dimuat.html?m=0#more


Kelas Kurcaci Pos
Karena kecintaannya menulis, Pak Bambang Irwanto membuat kelas belajar secara online melalui facebook. Beliau memberinya nama Kelas Kurcaci Pos. Didirikan pada tahun 2014, kelas ini selalu terisi penuh seatnya saat dibuka setiap awal bulan. Sstt... sayangnya Cikgu satu ini membatasi murid di kelasnya, maksimal enam orang. 

Kelas ini dilaksanakan sebanyak empat kali pertemuan, setiap hari senin pukul 19.00-21.00. Yang dibahas dalam kelas seputar penulisan cerita anak, menyangkut cerpen realis, dongeng, fabel, dan cerita misteri. Kelas dibuka dengan diskusi yang menyenangkan, saling melempar ide dan berakhir dengan tugas. Tugas akan direvisi oleh beliau, dan jika sudah sip, siap untuk dikirim ke media. 

Kelas Private
Tidak hanya kelas Kurcaci Pos yang dibuka untuk berbagi ilmu menulis cerita anak, kelas private juga dibuka. Waktu lebih fleksibel menyesuaikan kesibukan peserta, merupakan kelebihan kelas ini. Pembahasan pun lebih rinci dengan diskusi ala sersan, dan puas bertanya kapan saja. 

Di kelas private, Pak Bambang membahas materi lebih spesifik, misalnya materi dongeng saja. Jangan salah, dongeng ini ternyata luas sekali bahasannya dengan berbagai tokoh dalam cerita. Tidak hanya tokoh peri, kurcaci, ratu, raja saja, ternyata bisa tokoh flora dan fauna. Penasaran?

Pandai juga Meracik Bumbu
Mungkin saya setuju menambahkan gelar Chef kepada Mas Baim. Karena selain kepintarannya meracik kata-kata menjadi cerita yang enak, beliau juga ahli memasak. Dapat dilihat di IG @pawonbangbang, kita akan dapat menjumpai postingan berbagai resep. Beliau juga menerima pesanan masakan yang pastinya rasa tak perlu diragukan lagi. 

Mimpi-mimpinya
Memiliki gedung tiga lantai, lantai pertama akan digunakan untuk toko buku anak, lantai kedua digunakan kelas menulis, dan lantai ketiga merupakan kafe, adalah mimpinya. Pasti sangat menyenangkan jika selesai belajar dengan beliau, bisa menikmati juga karyanya, lalu saat perut menagih janji, bisa langsung memesan makanan. Semoga terwujud ya, Pak. Aamiin... 

Bagi saya, beliau adalah sosok yang ramah, selalu membalas setiap komen di akun medsosnya, bahkan saya membayangkan beliau itu senang bercanda dengab guyonan yang lucu. Terbukti berbagai statusnya sering membuat saya tersenyum dan tertawa membayangkannya. Kisahnya dengan krucil bolo-bolonya, keseruan setiap aktivitas beliau, rasanya tak pernah menyangka jika saya belum pernah mengetahui wajah aslinya. Jujur, ini yang masih membuat saya penasaran bagaimana wajah asli beliau. Jika ditanya hal ini, ringan jawabannya, karena beliau terikat sebagai penulis tampan rupawan yang sedang terikat kontrak dengan sabun wajah. Hahahaha... Tapi saya percaya, beliau belum setua seperti yang pernah saya bayangkan. Ups.. maaf, Cikgu. 

Ingin juga menjadi bagian dari kelas beliau? Silakan hubungi beliau di facebooknya dengab nama Bambang Irwanto. Atau berkunjung ke webnya www.bambangirwantoripto.com. Bisa juga berkunjung ke kelaskurcacipos.blogspot.com. 



Share:

25 komentar

  1. Saya udah niat ikut kelasnya. Say sayang sekali waktunya belum pas...

    ReplyDelete
  2. Saya pernah inbox beliau untuk ikut kelasnya. Begitu cepat dibalas menandakan beliau sangat mengapresiasi siapa saja yang ingin belajar. Sayang waktunya belum cocok. Semoga lain waktu saya bisa menyeruput ilmunya. Salam sama Pak Bambang

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Mbak, beliau respon sekali. Saya betah jadi muridnya. Hehehe

      Delete
  3. Replies
    1. Ayo, Mbak, daftar. Bulan Januari tahun depan baru buka lagi untuk krlas kurcacinya. Desember beliau mau jalan-jalan.

      Delete
  4. Memang saat ini masih perlu banyak penulis anak.

    ReplyDelete
  5. Terima kasih, Mbak Lisa.
    Tulisan ini membuat saya tersanjung.
    Saya pun masih terus belajar dan belajar, Mbak Lisa.

    Ayo, terus semangat menulis, Mbak Lisa.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Harus semangat, mosok saya kalah semangat dengan Bapak yang sudah luar biasa ini.

      Delete
  6. Akhirnya saya kepo profile beliau. Semoga bsia berguru padanya. Thanks info nya mba

    ReplyDelete
  7. Saya telat mulu mau ikut kelasnya Pak Bambang, semoga ada kesempatan lain.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Januari buka kelas kurcaci mbak, semoga tidak terlambat lagi

      Delete
  8. Penulis multitalenta ya... Pasti menyenangkan bisa belajar dr beliau

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul mbak, rasanya setelah selesai sayu kelas ingin kelas berikutnya

      Delete
  9. Sayang laki-laki, nggak bisa jd mentor di JA. :(

    ReplyDelete