Dunia Lisa
  • Home
  • Category
    • Mom's Corner
    • Curhat
    • Review
    • Literasi
      • Resensi Buku
      • Artikel
      • Cerita Anak
      • Reportase
      • Puisi
  • Lifestyle
    • Parenting
    • Traveling
    • Kuliner
  • Event
    • SETIP
    • ODOP Estrilook
    • ODOP Blogger Muslimah
    • Tantangan
  • About Me
  • Contact

Hasil gambar untuk gambar secangkir kopi
Sumber Gambar: www.samishare.com

Bahunya masih terguncang. Berarti air matanya masih belum tuntas untuk meminta penyelesaian. Aku hanya sanggup mematung. Menatap dari jarak sekian meter asalkan bayangnya masih berada dalam jangkauanku. Tubuh ringkihnya selalu melemah, dan aku seperti tak pernah bisa membuatnya yakin.


Bahumu berguncang. Tak perlu kamu katakan kesedihanmu. Cukup hanya dengan melihatmu yang menutup wajah dengan kedua tangan dan isakan yang terdengar dari mulutmu, itu sudah lebih dari cukup untuk menjelaskannya.



            “Duduk depan,” kata El sedikit cadel.
           “Pakai kursi, Dik?” tanya Kak Bila. El kecil mengangguk. Kak Bila lantas mengambil kursi rotan dan dia letakkan di depan untuk duduk adiknya.

Chila dan Chilo adalah kurcaci kembar. Wajah keduanya sangat mirip dan tidak dapat dibedakan. Hanya warna pakaian yang mereka kenakan menjadi pembeda kurcaci kembar tersebut. Jika Chila menyukai warna hijau, maka Chilo lebih memilih warna biru untuk pakaian yang ia pakai.

"Hawa, ini buatku saja, ya?" kata Tania kepada Hawa, putri keduaku. 
Hasil gambar untuk gambar negeri dongeng
www.reinfhatiha.com



        Kerajaan Alegria sedang berduka. Tadi malam Kerajaan Alegria telah kehilangan sebuah batu permata, yaitu batu kebahagiaan. Batu kebahagiaan merupakan simbol kebahagiaan dari Kerajaan Alegria. Ketika batu tersebut hilang dari ruangannya, maka seluruh penghuni kerajaan dan penduduk yang tinggal di wilayah tersebut tidak mampu tersenyum.







Hasil gambar untuk gambar gadis dan segelas susu
image by google




Ditemani uap susu yang lembut, kami duduk di dapur ibu. Retinaku menatap sekeliling dapur yang tidak banyak berubah sejak dua tahun lalu kutinggalkan. Meja bundar dengan empat kursi yang terbuat dari rotan, tempat kami menyantap makanan masih terletak di sebelah pintu keluar. Kulkas dua pintu milik ibu juga masih diletakkan tak jauh dari lemari kecil tempat ibu menyimpan berbagai piring koleksinya. Lampu hias yang menggantung di atas meja makan saja yang sudah berganti dengan lampu hias lebih klasik.

"Boleh aku bertanya?" Mata indahmu menatapku tak berkedip. Seolah mencari kebenaran akan jawaban yang terlontar. 

"Kenapa sih, kamu nggak pernah ngerti apa mauku?" sedikit tinggi nada yang kuucapkan. Kamu hanya nyengir memasang wajah tak berdosa.





Mataku menyipit, menatap tajam kepadanya. Lihatlah, tangan kanannya terulur kepadaku. Mengajak kenalan.



Mendengar penjelasan mamang, tubuhku semakin lemas. Aku terisak, mama kakak Rara sudah memelukku, mencoba menguatkan.
Pengalaman dengan Ojek

Menulis kisah atau pengalaman ketika naik ojek, hmm, membuat saya sedikit berpikir. Mencoba menggali ingatan saya, karena saya termasuk orang yang jarang memggunakan jasa ojek. Ke mana pun saya pergi, biasanya saya lebih senang dengan membawa sendiri kuda besi yang saya miliki. Melaju memecah jalanan aspal menuju ke tempat yang saya inginkan. Tapi, baiklah, saya ingat. Saya pernah menggunakan jasa ojek. Dan ini pengalaman yang membuat saya agak takut memakai jasa ojek. Wah, apa tuh?

Tahun 2012 bulan Desember saya menyempatkan liburan ke Ngawi, salah satu kota tempat tinggal kakak saya yang pertama. Tinggal di sana sekitar satu minggu. Nah, kejadian ini bermula ketika saya pulang menginap dari rumah teman saya di Solo. Pagi sekali saya sudah pamit pulang. Naik bis dari Solo. Untuk turun dari bis, saya masih hapal tempatnya. Nggak tahu namanya, tapi saya ingat. Pokoknya mata saya melihat sisi jalan agar tidak salah turun.

Turun dari bis, saya segera menelepon kakak minta dijemput. Maklum, saya baru dua kali ke tempat kakak ini. Lokasi rumahnya yang jauh dari jalan raya, membuat saya sulit menghapal. Hanya tahu nama desanya. Ternyata kakak sedang tidak di rumah, dan beliau menyarankan kepada saya agar naik ojek dengan petunjuk turun yang harus saya katakan kepada ojek nantinya.

Singkatnya saya paham, dan meluncurlah saya dengan ojek. Saya yang agak susah dalam mengingat jalan, berusaha mengumpulkan ingatan agar tidak tersesat. Namun, ketika akan naik tadi, saya sudah bilang sesuai pesan kakak. Di tengah jalan, kami harus mengambil jalan yang sungguh saya tidak tahu arahnya dan belum pernah saya lewati. Kata si bapak, karena ada hajatan, jadi lewat sini. Ya sudah, saya ngikut. Karena pikir saya, bapak ojek sudah tahu jalan dan alamat yang saya katakan.

Lama saya dibawa muter-muter. Dalam hati kok nggak sampai-sampai. Ada rasa takut karena melewati jalanan sepi. Akhirnya saya beranikan kembali bertanya, "Maaf, Bapak sebenarnya tahu tidak alamat yang saya katakan tadi?"

Apa coba jawaban ojek? Jawabannya membuat saya ingin menangis. "Maaf Bu, sebenarnya saya nggak tahu alamat yang Ibu katakan tadi. "

Aduh, rasanya ingin marah tapi nggak tega. Dalam hati saya menggerutu, kok tadi ngaku tahu to pak, alamat yang saya katakan. Dengan berat hati, saya minta berhenti, saya bayar ojeknya, dan saya menelepon kakak agar dijemput. Sebelumnya saya harus bertanya terlebih dahulu kepada orang yang lewat, posisi saya ada di mana.

Setelah mengatakan posisi saya ada di mana, dijemputlah oleh kakak ipar yang curiga juga, saya kok belum sampai dengan ojek. Saya pun diminta menunggu dan tidak ke mana-mana.

Alhamdulillah, tidak jadi hilang, batin saya. Berhasil pulang ke rumah kakak.

Sejak itu, setiap naik ojek saya akan pastikan dengan benar, tukang ojeknya tahu dengan pasti alamat yang saya minta. Agar tidak terulang kejadian ini lagi.

#KabolMenulis7
#Day-12


Hasil gambar untuk gambar ayam jago merah
image by google


Berhari-hari Ruyu mengikuti permintaan temannya. Tidak berkokok di dekat kandanng mereka, melainkan pergi menjauh. Selama itu pula Bebek, Mentok, dan Angsa selalu terlambat mencari makan. Mereka terbangun ketika matahari sudah tinggi. Tentu saja makanan yang biasa mereka cari dengan mudah di pagi hari sudah menjadi santapan ayam-ayam lainnya. Perut mereka lebih sering kosong hingga sore menjelang kepulangan ke kandang.



Hasil gambar untuk gambar ayam jago merah
image by google

Pagi yang cerah menyuguhkan indahnya pahatan alam. Embun pagi masih menyisa di dedaunan. Suasana belum begitu terang, karena matahari juga nampak malu-malu menyembul. Burung masih enggan keluar dari saranngnya yang hangat. Namun, tidak untuk Ruyu. Ayam jago yang satu ini dengan lincah melompat keluar dari kandangnya. Dengan gagah, dada membusung, siap menyuarakan nyanyiannya yang merdu.
Hasil gambar untuk gambar sepeda kumbang
image by google



“Nduk, nggak pareng bobok lho. Ayo, melek sek!” Bapak menepuk tanganku yang mulai lemah pegangan tangannya di pinggang bapak. Aku hanya diam tak menjawab. Mataku rasanya sudah lengket sekali. Sulit diajak untuk bertahan. Padahal rumah masih jauh lagi.

Kaca, Air, Es Batu, Minum, Dingin
pixabay.com



Aku melihat ada sebuah baskom kosong di sebelah air berada. Aku meloncat dengan sekuat tenaga agar sampai dalam baskom. Hup!

“Hore ... aku bisa keluar dari gelas yanng sempit!” teriakku dengan senang. Aku segera bergerak denngan lincah. Berlari tak tentu arah ke setiap tepian baskom. Tapi itu tak lama. Aku kembali merasa sempit. Tubuhku masih saja terantuk dengan baskom. Bibirku kembali mengerucut, pertanda kesal.



Kaca, Air, Es Batu, Minum, Dingin
pixabay.com


“Huf, lega rasanya, aku bisa juga keluar dari ruangan yang berdesakan dan dingin,” kataku senang.

Ketika pertama kali tubuhku dilepaskan dari kotak beku, aku langsung meluncur ke dalam gelas. Suhu yang tidak terlalu dingin membuatku senang bukan main. Kuedarkan pandanganku. Berkeliling menatap ruangan. Menurut yang kudengar, ini namanya dapur. Ada rak piring kecil dekat dengan bak pencucinya. Berderet pasukan piring dan gelas berbaris dengan rapi. Badan mereka sungguh kinclong mengkilap. Bersih dan wangi.

Laki Laki, Pria, Anak Laki Laki, Zombie
pixabay.com




Mataku tak berkedip menatap makhluk aneh yang muncul di hadapanku. Tinggi, berwarna hijau, dengan tubuh dan bentuk tak beraturan. Kepalanya bergelantungan plastik dan botol bekas. Seluruh tubuhnya penuh dengan lumpur, semua jenis sampah tertempel di sana. Mulutnya tidak bisa tertutup. Terbuka lebar dan dari dalam mulutnya mengeluarkan belatung dan cacing. Tubuhku bergidik ngeri.



Hujan pagi ini benar-benar membuat dingin udara di sekitar. Memeluk si putih Daring yang pules, rasanya lebih nyaman. Namun, tidak bisa, hari ini belum libur. Masih satu hari untuk menunaikan kewajiban.

Hasil gambar untuk gambar sepatu sekolah
jagofashion.com




Wangi menarik napas untuk melanjutkan cerita. “Aku dulu dipakai oleh kaki orang kaya. Masuk ke sekolah elit. Bertemu dengan teman-teman yanng bagus semua. Sayangnya aku hanya dipakai tidak lebih dari tiga bulan. Lalu aku dibiarkan saja beerada di rak hingga berdebu.” Wajah Wangi mulai muram. Terbayang bagaimana sedihnya ketika sudah tidak bermanfaat. Hanya menjadi penghuni rak sepatu.

Older Posts Home

Mama Daring

Mama Daring

Seru-seruan

1minggu1cerita

About Author

PENULIS & BLOGGER

Hallo, Saya adalah muslimah penyuka kucing, senang traveling meski belum berkunjung ke banyak tempat, senang kuliner walau hanya makanan tertentu, membaca berbagai jenis buku, menulis cerita anak, dan berpetualang ke negeri dongeng untuk menciptakan berbagai keajaiban dalam ke dunia anak-anak yang sedang saya tekuni. Hubungi saya via email : lestarilisa8@gmail.com

Follow us

Featured Post

Popular Posts

  • Review Scarlett Brightening Series (Facial Wash, Esssence Toner, dan Serum)
    Review Scarlett: Brightening Facial Wash, Brightly Essence Toner, dan Brightly Ever After Serum  Ngaku, nih? Siapa yang suka banget coba-cob...
  • Mampirlah ke Dunia Lisa, Blog dengan Wajah Baru
    Eh, siapa sih yang nggak ingin tampilan blognya menjadi cantik dan enak dilihat? Semuanya pasti akan menjawab mau dong! Nggak ada yang pe...
  • Lebih Asyik ke Candi Borobudur Atau Candi Prambanan Untuk Menghabiskan Libur Akhir Tahun?
    ruangbelajarbahasainggris.com Libur tlah tiba Libur tlah tiba Hore ... hore ... hore! Apa sih hal yang membahagiakan bagi ...
  • Seperti Inilah Karakter Shio Babi Berdasarkan Elemennya
    Karakter shio babi dengan shio lainnya tentu saja berbeda. Karena beberapa shio dianggap memiliki pengertian berbeda. Apakah Anda sud...
  • Ramalan Shio Ayam Tahun 2020 Lengkap dari Cinta Hingga Keuangan
    Hanya tinggal menyisakan kurang dari dua bulan saja, kita semua akan menyambut tahun 2020. Tentu berbagai harapan dilontarkan dan pe...

Buku Terbit

Dunia Lisa

Blog Archive

  • ▼  2025 (1)
    • ▼  March 2025 (1)
      • Tradisi Membangunkan Sahur: Antara Romantisme Rama...
  • ►  2024 (1)
    • ►  September 2024 (1)
  • ►  2023 (4)
    • ►  July 2023 (1)
    • ►  April 2023 (1)
    • ►  March 2023 (1)
    • ►  February 2023 (1)
  • ►  2022 (14)
    • ►  September 2022 (2)
    • ►  August 2022 (3)
    • ►  July 2022 (1)
    • ►  June 2022 (1)
    • ►  May 2022 (1)
    • ►  April 2022 (2)
    • ►  March 2022 (2)
    • ►  February 2022 (2)
  • ►  2021 (32)
    • ►  December 2021 (5)
    • ►  November 2021 (2)
    • ►  October 2021 (5)
    • ►  September 2021 (4)
    • ►  August 2021 (1)
    • ►  July 2021 (3)
    • ►  June 2021 (1)
    • ►  May 2021 (2)
    • ►  April 2021 (3)
    • ►  March 2021 (1)
    • ►  February 2021 (3)
    • ►  January 2021 (2)
  • ►  2020 (39)
    • ►  December 2020 (4)
    • ►  November 2020 (1)
    • ►  October 2020 (2)
    • ►  September 2020 (3)
    • ►  August 2020 (3)
    • ►  July 2020 (5)
    • ►  June 2020 (6)
    • ►  May 2020 (4)
    • ►  April 2020 (1)
    • ►  March 2020 (5)
    • ►  February 2020 (3)
    • ►  January 2020 (2)
  • ►  2019 (78)
    • ►  December 2019 (2)
    • ►  November 2019 (3)
    • ►  October 2019 (4)
    • ►  September 2019 (3)
    • ►  August 2019 (6)
    • ►  July 2019 (8)
    • ►  June 2019 (7)
    • ►  May 2019 (18)
    • ►  April 2019 (6)
    • ►  February 2019 (9)
    • ►  January 2019 (12)
  • ►  2018 (49)
    • ►  December 2018 (1)
    • ►  November 2018 (1)
    • ►  October 2018 (8)
    • ►  September 2018 (10)
    • ►  August 2018 (2)
    • ►  July 2018 (2)
    • ►  June 2018 (2)
    • ►  May 2018 (1)
    • ►  April 2018 (3)
    • ►  March 2018 (6)
    • ►  February 2018 (3)
    • ►  January 2018 (10)
  • ►  2017 (116)
    • ►  December 2017 (4)
    • ►  November 2017 (1)
    • ►  October 2017 (21)
    • ►  September 2017 (8)
    • ►  August 2017 (3)
    • ►  July 2017 (4)
    • ►  June 2017 (7)
    • ►  May 2017 (6)
    • ►  April 2017 (11)
    • ►  March 2017 (28)
    • ►  February 2017 (11)
    • ►  January 2017 (12)
  • ►  2016 (198)
    • ►  December 2016 (12)
    • ►  November 2016 (24)
    • ►  October 2016 (31)
    • ►  September 2016 (29)
    • ►  August 2016 (6)
    • ►  July 2016 (5)
    • ►  June 2016 (18)
    • ►  May 2016 (22)
    • ►  April 2016 (21)
    • ►  March 2016 (26)
    • ►  February 2016 (4)

Total Pageviews

Komunitas

Dunia Lisa

Categories

  • Blog Competition 10
  • Cermin 6
  • Cerpen 128
  • Curhat 29
  • Flash Fiction 2
  • Lebih Dekat 2
  • ODOP Estrilook 7
  • Parenting 30
  • Puisi 29
  • SETIP Estrilook 3
  • Satu Hari Satu Karya IIDN 5
  • Serba-serbi Cerita Anak 13
  • Tantangan 3

Followers

About Me

My photo
Lisa Lestari
View my complete profile

Instagram

  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram

Copyright © 2017-2019 Dunia Lisa. Created by OddThemes