 |
| dunialisa.com |
“Ma, idola mama lagi jadi MC tuh?” seloroh anak gadis dengan suara yang lumayan tiggi volumenya.
“Idola yang mana nih? Yang duren atau yang bukan?"
Si kakak lantas tertawa dengan volume tak kurang dari yang pertama.
“Dua-duanya ada.”
Wah, saya langsung semangat dong! Maklum, meski sudah emak-emak, saya tetap suka dengan gaya anak remaja di rumah. Ceritanya mencoba mengikuti mereka agar saya bisa masuk ke dunianya.
Yap, anak gadis saya yang sulung sudah kuliah. Orang bilang, saya dan dia bukan seperti ibu dan anak, tapi lebih mirip kakak adik. Ditambah postur si kakak yang suka olahraga lebih tinggi dan berisi dibanding tubuh emaknya. Alhasil, saya justru terlihat lebih mungil dibandingkan dia.
Memiliki anak sulung dengan jenis kelamin perempuan, merupakan permintaan yang dikabulkan oleh Allah. Di awal menikah, saya dan suami memang inginnya anak pertama adalah perempuan. Dengan impian, dia nantinya biasa menjaga adiknya dan membantu emaknya. Lantas, benarkah hanya itu keseruannya? Oh, tidak, Marimar!!!
Berikut keseruan yang saya rasakan setelah anak bayik perempuan saya menjadi gadis remaja.
 |
| www.dunialisa.com |
Bicara tentang passion, sebenarnya apa sih, passion saya? Hmm … sempat mikir dulu nih. Hahaha ….
Kalau saya bertanya sama om google, maka mesin pandai tersebut akan mendefenisikan passion dengan berbagai pengertian. Intinya passion itu sesuatu yang dikerjakan tanpa pernah bosan, dikerjakan tanpa paksaan, tak pernah mikir untung rugi, sesuatu yang jika tidak dikerjakan hari itu maka akan merasa ada yang kurang, dan pastinya saat mengerjakannya akan membuat betah meski sudah dilakukan selama berjam-jam. Kamu sepakat dengan pengertian passion ini? Oke, baiklah!
Lalu, bagaimana dengan saya? Apakah pekerjaan yang sudah saya tekuni sejak tahun 2004 ini sudah sesuai passion? Kuy, kembali ke masa lampau!
Kalau ditanya begini, maka saya akan jawab, nggak juga sih, tapi masih nyerempet lah. Lha? Kok nyerempet segala? Hehehe ….
Menjadi guru tuh, memang nggak sesuai dengan impian ketika kecil. Bahkan melenceng dari passion saya yang senang menulis. Menjadi guru memang masih melibatkan kegiatan menulis, tapi menulisnya guru tuh seabrek, dan bukan menulis yang sesuai khayalan. Kan saya mah, senang berkhayal lalu menuliskannya dalam cerita. Profesi guru menulisnya tuh menulis RPP, menulis promes dan prota, agenda pembelajaran, menganalisis, menulis soal harian, mengoreksi, hingga menulis raport. Banyak kan? Memang sih, sekarang ada kegiatan menulis sebagai syarat utama kenaikan tingkat. Tapi yakin deh, menulisnya bukan karena memang suka dan sesuai passionnya. Namun, karena untuk naik tingkat, maka harus punya karya. Dan itu rasanya beda banget!
Ketombe nih seolah menjadi teman sekaligus musuh bagi rambut wanita. Loh, kok bisa? Bisa dong! Menjadi teman, karena hampir setiap wanita pernah berteman akrab dengan ketombe. Diusir dengan sampo berbagai merek tetap saja nggak mau pergi. Akhirnya, pasrah deh dengan menerima nasib berteman dengan ketombe. Seperti rambut saya ini, ketombe sudah menjadi teman bagi saya. Namun, jika sedang semangat-semangatnya, rasanya ingin sekali ketombe ini pergi jauh dan nggak usah balik-balik lagi. Lalu, saya mulai rajin banget perawatan rambut meski terkadang ketombenya muncul lagi. Sebenarnya, adakah cara menghilangkan ketombe kering agar tidak muncul lagi?
Hmm … apa sih yang nggak ada buat kamu? Pasti ada lah!
Ketombe itu menjadi masalah rambut dan kulit kepala yang paling banyak dikeluhkan oleh kaum wanita. Penyebab munculnya ketombe sendiri bisa terjadi karena berbagai faktor, yaitu stress, jarang membersihkan rambut, atau bahkan disebabkan oleh paparan dari polusi udara. Bahkan di kalangan kaum hawa sendiri, sering muncul pendapat-pendapat tertentu tentang ketombe ini. Wah, apa saja itu?
1. Katanya ketombe itu menular
Ketombe disebabkan karena jamur malassezia yang hidup di kulit kepala semua orang dan sangat mungkin untuk menyebabkan ketombe pada orang-orang yang sensitif terhadap jamur. Tentu saja ini tidak menular ya. Bahkan semua orang memiliki resiko yang sama untuk berketombe.
2. Konon, ketombe bisa bikin rambut rontok
Kalau ini sih, saya mengalami. Rambut menjadi lebih mudah rontok saat disisir karena ketombe saya memang itu tadi, berteman akrab di rambut saya. Logika mudahnya begini ya. Saat kulit kepala kamu berketombe, tentu saja akan terasa gatal. Tangan kamu lantas akan sibuk untuk menggaruknya sekadar mengurangi rasa gatal akibat ketombe tersebut. Nah, Gerakan menggaruk kulit kepala ini lah yang bisa membuat rambut menjadi lebih mudah rontok. Tidak hanya itu saja, Gaes! Ketombe yang muncul di kulit kepala akan menutup folikel-folikel rambut yang menyebabkan rambut baru sulit untuk tumbuh sedangkan rambut yang sudah tua akan terus rontok.

Pernahkah kamu bersedih? Sebenarnya, boleh nggak sih bersedih? Sebagai manusia normal, rasanya wajar-wajar dan sah-sah saja ya, jika suatu waktu aku, kamu, merasa sedih dan ingin menangis. Namun, benarkah sedih itu tidak sehat seperti mitos yang berkembang di masyarakat Indonesia? Wah, memangnya ada mitos tentang sedih? Lalu, jika kamu sedang bersedih, apa nih yang biasanya kamu lakukan untuk melawan perasaan tersebut?
Sedih menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia jika sebagai kata benda berarti sedu atau sedan atau isak. Berdasarkan kata sifat, sedih memiliki arti merasa sangat pilu dalam hati, susah hati, menimbulkan rasa susah (pilu dan sebagainya) dalam hati, dan duka. Jadi, sedih merupakan respon emosional yang wajar dan sehat terhadap rasa sakit dan kehilangan. Ingat, wajar dan sehat! Kudu dicatet nih, jangan sampai disalahartikan. Bagaimana sedih bisa menjadi tidak sehat seperti mitos yang berkembang di masyrakat?
Di masyarakat Indonesia, sedih selalu dimaknai sebagai hal yang negatif hingga bisa menyebabkan tidak sehat. Mengapa? Karena di sekitar masyarakat atau media sosial, ada banyak hal yang menawarkan berbagai pilihan untuk menghindari kesedihan dan menjadi bahagia. Misalnya saja media sosial Instagram, yang bisa menunjukkan kepada orang lain bahwa hari-hari pengguna IG terlihat bahagia setiap hari. Anggapan inilah yang seolah-olah menjadi indikator untuk mengukur kebahagiaan.
Lalu, benarkah sedih itu tidak sehat? Apakah perasaan itu harus dibuang ketika dia mampir?
Tentu saja bukan begitu, Marimar! Itu hal yang keliru. Sedih sama seperti perasaan bahagia, bagian dari emosi yang tentu saja boleh kamu rasakan bahkan diperlukan untuk kesehatan mentalmu. Ada pun mitos-mitos yang dipercaya masyarakat terkait dengan sedih, berikut akan saya tuliskan di bawah ini:
Sumber : pocket-lint.com
Saat ini, laptop sudah menjadi kebutuhan untuk semua kalangan. Apalagi di tengah pandemi seperti ini. Para pekerja kantoran menerapkan Work from Home, mahasiswa dan para siswa mulai dari tingkatan terendah hingga tertinggi juga memanfaatkan teknologi, salah satunya menggunakan laptop. Karena kehadirannya yang mulai dibutuhkan, penting bagi kita ya, untuk memilih jenis laptop sesuai dengan kebutuhan. Tentunya sesuai juga dengan kantong ya, jangan sampai pilih laptop hanya berdasarkan gengsi tapi abai dengan isi dompet. Bisa-bisa menjerit itu dompet.
Beberapa merk laptop pastinya memiliki keunggulan sesuai dengan yang dibutuhkan oleh konsumennya. Kamu tinggal pandai-pandai memilih dan memilahnya sebelum memutuskan untuk membelinya. Salah satu produsen laptop yang terus berinovasi untuk mengeluarkan seri terbaru adalah Lenovo. Laptop dengan merek ini, sudah nggak diragukan lagi deh. Seri laptop yang dikeluarkan oleh Lenovo sudah banyak dan rata-rata cocok di kantong masyarakat Indonesia. Nah, kali ini Lenovo mengeluarkan seri yang bagus banget. Yuk, simak keunggulannya!
Lenovo Thinkbook Plus kini sudah resmi hadir di Indonesia. Laptop satu ini
membawa desain yang sangat cocok untuk para pebisnis modern. Salah satu
keunggulannya yaitu memiliki teknologi layar ganda untuk mendukung
produktivitas pekerjaan Anda.

Ketika kamu memutuskan untuk hidup bersama dengan pilihanmu, sejak itulah kamu sudah menandatangani sebuah kontrak kerja yang tidak bisa diputuskan sewaktu-waktu. Kamu dan pasangan akan bersama dalam waktu yang tidak sebentar. Dari bangun tidur hingga mata akan merem kembali, kamu hanya akan bertemu lagi dengan pasanganmu. Bosan tidak bosan, mau tak mau, itu adalah hal yang harus kamu lakoni.
Tentu saja kebersamaan ini akan memicu konflik kecil bahkan bisa menjadi besar dalam kehidupan pernikahanmu. Maklum saja ya, dua pikiran dengan latar belakang yang berbeda dipersatukan dengan yang namanya pernikahan, tidak mungkin jika tidak menimbulkan konflik. Konflik yang timbul dalam sebuah pernikahan, tidak selalu menyeramkan jika kamu dan pasangan mampu menyikapinya dengan lebih santai. Bahkan, masalah yang timbul sesungguhnya sangat diperlukan dalam sebuah pernikahan. Untuk apa? Tentu saja untuk menyesuaikan dan menyatukan pikiran.
Namun, saat muncul masalah dan emosi kedua pasangan tidak bisa terbendung, maka yang terjadi bukan lagi satu pemikiran tapi bisa-bisa perang dunia ketiga.
Nah, jika kamu dan pasangan sedang menghadapi konflik, cobalah bersikap lebih santai. Berikut beberapa alasan yang bisa kamu resapi supaya lebih santai ketika menghadapi konflik bareng pasangan:
1. Pernikahan yang kamu jalani, bukan untuk satu atau dua bulan saja
Ini tentu saja harus dipahami di awal saat kamu memutuskan untuk menikah. Kamu dan pasangan pasti berkomitmen akan bersama selamanya di awal pernikahan. Jadi, ketika muncul konflik, ingatlah tujuan dan komitmenmu ini agar kamu tidak marah secara membabi buta dengan pasangan. Ingat pula, pasanganmu adalah orang yang akan menemanimu selamanya.
2. Konflik yang muncul dalam pernikahan biasanya bukan karena persoalan yang besar, tapi hal kecil yang rutin terjadi.
Kebayakan konflik yang muncul dalam pernikahan itu biasanya bermula dari hal-hal yang kecil, seperti kebiasaan pasangan yang tidak sama denganmu, pasangan yang pelupa, atau hal remeh temeh lainnya. Hadapilah dengan santai, tak perlu manyun apalagi marah-marah tidak jelas. Cobalah tarik napas, bicaralah dengan suara yang lembut. Cukup nasehati pasanganmu meski itu berkali-kali kamu lakukan.
3. Konflik yang muncul, adalah bumbu penyedap dalam sebuah pernikahan
Ibarat sayur tanpa garam, rasanya akan hambar ya. Begitu juga dengan sebuah pernikahan. Tanpa adanya masalah, tentu saja pernikahan akan berlalu biasa-biasa saja. Seperti tidak ada tantangan apapun. Masalah yang muncul dalam pernikahan seperti adu argumen dengan pasangan, akan mampu mengeratkan ikatan pernikahan. Tentu saja intensitas adu mulut dengan pasangan akan berbeda. Namun, kamu pasti juga berharap akan mampu membentuk sebuah keluarga yang bahagia bukan?
Anggaplah konflik yang timbul dalam pernikahanmu adalah bumbu yang memang harus diracik dalam perjalanan rumah tangga. Kalau sebuah masakan diberikan garam terlalu banyak, maka rasanya akan asin. Kamu dan pasangan harus tahu cara meracik bumbu pernikahan, agar bumbu yang bernama konflik ini berhasil menciptakan ramuan yang hasilnya enak dan bisa dinikmati bersama pasangan.
4. Ketika kamu tidak mendramatisir masalah kecil, maka kamu akan mempunyai toleransi yang besar terhadap pasangan
Sikap tidak terlalu mendramatisir terhadap masalah, memang bukan sikap yang mudah untuk kamu lakukan. Tapi cobalah, apalagi jika kamu adalah tipe orang yang mudah tersinggung. Hilangkan sikap mendramatisir masalah, berusahalah lebih legowo terhadap masalah yang kamu hadapi dalam pernikahan. Saat kamu mampu bersikap lebih santai begini, yakin deh, kamu juga bakal lebih mudah berdamai dengan kesalahan yang dilakukan oleh pasangan.
5. Menikah adalah bersiap melapangkan hati untuk memaafkan segala kekurangan pasangan
Dibandingkan dengan masa pacaran, kamu harus lebih melapangkan dada lebih luas lagi saat sudah menikah. Kamu sudah memiliki tanggung jawab untuk melindungi dan membahagiaan pasangan sesuai janji di awal menikah. Kesalahan yang dilakukan pasangan selama itu bukan kesalahan yang fatal seperti selingkuh misalnya, kamu harus belajar memaafkan. Bukankah pasangan yang baik adalah pasangan yang mau membimbing pasangannya supaya bersama-sama menjadi lebih baik?
6. Kamu dan pasangan akan terlihat lebih awet muda jika menghadapi konflik dengan lebih santai
Salah satu pemicu stres yang dominan adalah konflik dalam rumah tangga. Berarti benar ya, sebuah ungkapan yang mengatakan bahwa stres bisa bikin kamu terlihat lebih cepat tua. Kenapa bisa terjadi? Stres yang dirasakan otak akan merlepaskan hormon CRH yang bisa merangsang kelenjar adrenal. Konon kelenjar ini mampu melepas hormon stres kortisol yang mempunyai dampak membuat kulit lebih cepat mengendur. Hormon kortisol juga mampu memperburuk produksi minyak alami dalam kulit sehingga kulit tampak lebih tua dari aslinya.
Untuk itulah kamu perlu lebih santai bersama pasangan saat menghadapi konflik agar terlihat lebih awet muda.
7. Lihat pengorbanan pasangan dalam pernikahan
Rasa marah yang muncul kepada pasangan saat sedang menghadapi konflik, memang suka bikin kamu amnesia terhadap kebaikan dan pengorbanan yang telah dilakukan pasangan dalam merajut pernikahan. Padahal kalau dipikir dengan kepala dingin, kesalahan yang telah dibuat pasangan bisa jadi adalah kesalahan kecil yang nggak sebanding dengan pengorbanannya.
Sebelum kamu meluapkan perasaan marah terhadap pasangan, ingatlah perjuangan istri saat melahirkan anak atau perjuangan suami yang emncari nafkah untuk keluarga.