Dunia Lisa
  • Home
  • Category
    • Mom's Corner
    • Curhat
    • Review
    • Literasi
      • Resensi Buku
      • Artikel
      • Cerita Anak
      • Reportase
      • Puisi
  • Lifestyle
    • Parenting
    • Traveling
    • Kuliner
  • Event
    • SETIP
    • ODOP Estrilook
    • ODOP Blogger Muslimah
    • Tantangan
  • About Me
  • Contact


Lama nggak nyernak, kali ini saya akan tuliskan cerita anak jenis misteri. Cerita ini masih perlu revisi ulang, tapi saya masih bingung untuk merevisinya. Bagian apa yang perlu diubah agar ceritanya menjadi lebih menarik.

Jam Tua Ayah

Oleh El-lisa

Ding ... dong ... ding ... dong ....!

Rendi menutup telinganya ketika mendengar bunyi jam berdentang  saat jarumnya tepat menunjukkan angka 12.00 tengah malam. Rendi sebal sekali dengan jam tua yang dibawa oleh ayah. Sejak kedatangan jam itu, beberapa keanehan terjadi di rumahnya.

Suara jam tua itu sangat keras dan menyebabkan bulu kuduk Rendi berdiri. Tidak hanya itu saja. Suara jam yang keras tersebut membuat lampu di ruang tengah juga mati. Rendi mencoba menyalakannya, tapi tidak bisa. Padahal ketika pagi hari, lampu di ruang tengah bisa dinyalakan. Rumah Rendi menjadi menyeramkan baginya.

Rendi melangkah keluar dari kamar. Dia berjalan mengendap-endap, kepalanya menyembul dari balik pintu. Ruangan tengah telah gelap. Rendi memicingkan matanya untuk menajamkan penglihatannya. Jam tua di kamar tengah sudah tidak berbunyi, tapi ruangan tengah tidak lagi terang seperti sebelum kedatangan jam tua.

Rendi sebal sekali dengan jam tua itu. Malam ini dia ingin membuat jam tua itu berhenti berbunyi. Sebelum pukul 12.00, Rendi telah membungkus jam tua ayah dengan karton tebal dan kain. Namun, usahanya tidak membawa hasil. Jam tua tetap berbunyi dengan keras dan membuat ruang tengah menjadi gelap.

“Jam itu tetap berbunyi. Rupanya kain dan karton tebal tidak mampu membuat jam itu tidak berbunyi,” keluh Rendi.

Rendi memandang jam tua. Tinggi jam melebihi tinggi badannya. Rendi merinding, ketika ditutup dengan kain, jam ini justru terlihat makin menakutkan. Rendi bergidik, lalu lari masuk ke dalam kamarnya lagi.

“Besok aku harus bilang kepada Ibu agar jam tua itu disimpan saja di gudang,” putus Rendi.

Rendi menutup tubuhnya dengan selimut hingga ujung kepala. Matanya tak bisa terpejam. Dia ketakutan, membayangkan akan muncul makhluk meyeramkan dari jam tua yang ada di ruang tengah.

“Wajahmu kenapa kusut begitu, Rendi?” tanya Ibu ketika Rendi sarapan di meja makan sebelum berangkat ke sekolah.

“Ibu,” panggil Rendi pelan.

“Iya, ada apa, Nak?”

Rendi tidak langsung menjawab. Dia terdiam, bingung merangkai kalimat menjelaskan kepada Ibu tentang keanehan jam tua.

“Kok malah diam?” Ibu menyentuh pundak Rendi.

“Anu, Bu. Aku boleh minta sesuatu ke Ibu nggak?” tanya Rendi.

“Mau minta apa?”

“Hmm ... boleh nggak jam tua yang ada di ruang tengah dipindahkan saja ke gudang?” kata Rendi pelan. Dia takut Ibu mengetahui kalau dia ketakutan dengan adanya jam tua.

“Memangnya kenapa dengan jam itu?” tanya Ibu heran.

“Anu, Bu, suaranya keras sekali,” jawab Rendi berbohong.

“Oh, kalau hanya suaranya yang keras, nanti bisa dikecilkan,” jawab Ibu.

Rendi tidak bisa berkata apa-apa mendengar jawaban ibunya. Dia malu mengatakan hal sebenarnya.

Ding dong ... ding dong ... ding dong ....

Jam tua tersebut tetap berbunyi, meskipun suaranya tidak lagi keras seperti baru pertama datang. Tepat ketika bunyi jam yang terakhir, pet! Rendi tidak bisa melihat apa-apa di ruang tengah. Hanya terlihat hitam pekat dan sepi mencekam. Bulu kuduk Rendi pun berdiri.

Dengan gerakan cepat, Rendi menyembunyikan tubuhnya di bawah selimut hingga pagi tiba.

“Ibu, jam tua itu dibuang saja,” ucap Rendi pelan sepulang sekolah.

Ibu menghentikan kegiatan membacanya. “Kamu masih terganggu dengan suaranya?”

Rendi menggelegkan kepalanya.

“Lalu?” tanya Ibu heran.

“Nggak jadi deh, Bu!” jawab Rendi setelah lama terdiam tidak menjawab pertanyaan ibunya.

“Pokoknya sebelum jam itu berdentang pukul 24.00 nanti, aku sudah harus menyimpannya ke gudang,” kata Rendi berencana.

Tepat ketika kedua orangtua Rendi telah masuk ke dalam kamarnya, Rendi mengendap-endap keluar dari kamar. Dengan susah payah dia mencoba memindahkan jam tua dengan cara menggesernya pelan-pelan.

“Jam ini berat sekali,” keluh Rendi mengusap peluh di keningnya.

Sedikit demi sedikit Rendi berhasil menggeser jam tua menuju gudang. Rendi pun membuka pintu gudang dan mendorong jam tua agar masuk ke dalam gudang. Tak lupa, Rendi membungkus jam tersebut dengan bedcover miliknya agar suaranya tidak terdengar sampai ke ruang tengah.

“Asyik, malam ini lampu di ruang tengah pasti tidak akan padam. Karena jam tua ini sudah kupindahkan,” ucap Rendi senang. Dua tangannya menepuk-nepuk dada, tanda bangga dengan ide yang telah dilakukan.

Rendi duduk di ruang tengah dan mulai menyalakan VCD player dengan volume yang disetel rendah. Rendi mulai memutar film kesayangannya dan asyik menikmati film yang sedang diputar.

Tiba-tiba....

“Huwa!” teriak Rendi berlari ke arah kamarnya tanpa mematikan vcd player. Rendi sudah ketakutan dan bersembunyi di dalam selimut. Perkiraannya salah. Meskipun jam tua milik Ayah sudah dipindahkan, lampu ruang tengah tetap saja mati.

“Rendi, kamu nonton film lagi tadi malam?” tegur Ibu pada pagi harinya.

Rendi mengangguk lesu.

“Lihatlah, sekarang kamu pasti ngantuk karena nonton film sampai lupa matiin vcd playernya.”

“Rendi lupa, Bu, maaf,” kata Rendi.

“Hari ini bukan hari libur, Rendi. Kamu tidak boleh nonton film hingga larut malam. Bisa ngantuk di kelas nanti,” kata Ibu.

“Aku nggak bisa tidur, Bu, sejak ada jam tua Ayah,” ucap Rendi terus terang.

“Lho, mana jam tua Ayah?” tanya Ibu terkejut melihat jam tua yang sudah tidak ada di ruang tengah.

“Aku pindahkan ke gudang, Bu.”

“Kenapa?”

“Ibu, buang saja jam tua itu. Aku takut,” kata Rendi tanpa menjawab pertanyaan Ibu.

“Itu jam antik, Ren,” kata Ayah yang muncul dari kamar.

“Kenapa harus dibuang?” lanjut Ayah.

“Jam itu membuat lampu di ruang tengah menjadi mati, Yah,” jawab Rendi tertunduk.

Ayah dan Ibu tertawa mendengar jawaban Rendi.

“Rendi jadi takut,” tambah Rendi. Ayah dan Ibu masih tertawa. Merasa ditertawakan, Rendi cemberut.

“Tapi, Yah, kenapa setelah jam itu kupindahkan, lampu di ruang tengah kok masih mati?” tanya Rendi penasaran.

“Jam itu tidak menyeramkan, Rendi. Ayah dan Ibu hanya ingin kamu menghilangkan kebiasaan menonton film hingga larut malam. Makanya Ayah menyetel lampu di ruang tengah mati saat tengah malam persis. Bukan karena jam tua itu,” jelas Ayah.

Wajah Rendi tersipu. Rupanya kebiasaan buruknya sudah diketahui orangtuanya.

“Nah, nanti sepulang sekolah kembalikan jam tua ke ruang tengah ya!” pinta Ayah.

Rendi mengangguk. Dalam hatinya dia tertawa telah menganggap jam tua itu memiliki kekuatan gaib.

 

hoala koala

Besok nyanyi apa, ya di depan kelas? Coba ada lagu anak Indonesia kekinian,  nggak hanya lagu anak itu lagi itu lagi.

Yap, itulah kata batin saya setiap kali usai menemani anak-anak baik di kelas daring atau luring. Selain membacakan cerita, saya berusaha juga untuk menyanyikan lagu anak kepada mereka. Tentu saja alasannya klasik sekali, agar anak-anak zaman now tidak melupakan lagu anak. Inget banget dong, pada era tahun 90-an, lagu anak itu hits banget. Bahkan stasiun TV Nasional mempunyai program khusus menayangkan lagu anak sebelum lagu dewasa berputar. Dan itu surganya saya banget ketika masih anak-anak. Sayangnya, anak zaman now, kalau ditanya lagu anak, mereka hanya tahu sedikit sekali. Justru mereka lebih banyak tahu kagu-lagu dewasa yang aduhai, sungguh membuat hati saya berasa dicubit. Apalagi saya adalah guru SD, rasanya sedikit tertampar ketika istirahat mereka bukannya menyanyikan lagu anak justru yang dihapal di luar kepala adalah lagu orang dewasa. Ketika saya mnegubah hapalan rumus ke dalam lagu anak, mereka banyak yang nggak tahu lagunya. Duh, miris ya!

Kenapa saya repot-repot untuk mempelajari lagu anak? Jujur, meskipun suara saya kata anak-anak di rumah nggak layak buat menyanyi, tapi saya selalu PeDe jika sudah menyanyi di depan anak-anak didik saya di kelas. Alasan saya hanya satu, saya ingin mengajak anak-anak bernyanyi sebelum memulai pelajaran agar anak-anak menjadi senang dan gembira sebelum saya memberikan materi dan mereka mengerjakan tantangan. Ketika anak-anak sudah memasuki fase gembira, maka akan memudahkan bagi saya untuk mengajaknya konsentrasi dan focus terhadap apa yang akan saya berikan di depan kelas.

Permasalahan yang terjadi adalah, lagu anak yang kekinian mulai susah saya jumpai. Alhasil, saya seperti kaset rusak yang hanya memutar lagu anak itu-itu saja. Terkadang saya harus ngubek-ngubek channel youtube atau spotify hanya untuk mencari lagu anak kekinian. Hingga suatu hari, saya tak sengaja menemukan satu channel lagu anak yang WOWW banget di spotify. Langsung deh, saya follow channelnya begitu usai mendengarkan lagu-lagunya yang bagus banget. Ternyata nggak hanya ada di Spotify, di youtube pun saya bisa menontonnya. Jreng ... jreng ... saya menemukan channel lagu anak bernama Hoala Koala.

Wah, apa sih, Hoala Koala? Yuk, kenalan dulu dengan Hoala Koala.

Sekilas tentang Hoala Koala

hoala koala


Hoala dan Koala ini adalah sebuah channel youtube lagu dan animasi anak yang digambarkan dengan dua orang sahabat menggunakan animasi 3D. Hoala adalah nama seorang anak perempuan, sedangkan Koala adalah gambaran karakter untuk hewan koala. Bentuk karakternya yang terlihat lucu, membuat saya gemas dengan penggambaran dua karakter ini. Hoala dan Koala ini digambarkan sebagai karakter yang suka bernyanyi. Setiap ada kejadian, maka mereka berdua akan bernyanyi berkaitan dengan kejadian yang baru saja dialami.

Apakah hanya dua karakter ini yang muncul di Hoala Koala?

hoala koala


Oh, tidak! Selain tokoh Hoala dan Koala, ada juga karakter Ayah, ibu, Miss Jeruk, yang juga bisa bernyanyi.

Mengapa harus Hoala Koala?

hoala koala


1. 
Hoala Koala digambarkan dengan tokoh animasi 3D yang tentunya tak akan lekang oleh waktu dalam berkontribusi di dunia music anak. Hal ini tentu saja tidak akan menimbulkan kekhawatiran tokoh karakter 3D akan tumbuh dewasa dan mengalami perubahan suara.

 2. Ada banyak karakter dan suara dalam Hoala Koala yang diharapkan dapat menghibur anak-anak dan para orangtua yang sdang menemani anaknya menonton atau mendengarkan lagu dari Hoala dan Koala.

 3.     Saat ini Hoala dan Koala sudah memiliki 5 album dan sudah lebih dari 45 lagu anak-anak yang bisa dilihat di Youtube, Spotify hingga iTunes.

4.   Penggarapan Hoala dan Koala yang mendapatkan perlakukan istimewa. Hoala dan Koala menggarap seluruh musiknya dengan serius dan matang. Terbukti dengan banyaknya musisi internasional yang dilibatkan dalam pembuatan aransemen dari music Hoala dan Koala. Hal ini tentu saja menghasilkan kualitas vocal yang tidak perlu diragukan lagi.

5.     Banyaknya instrument dan beragam alat musik yang digunakan dalam penggarapan album-album Hoala dan Koala, seperti saxophone, terompet, double bass, trombon, clarinet, cello, harpa, hingga instrument etnik Indonesia seperti gamelan dan angklung juga ada.

6.     Hoala dan Koala memiliki keunikan dalam pemilihan genre musiknya. Tidak hanya satu genre pop children yang diangkat oleh Hoala dan Koala, tapi juga terdapat variasi genre lainnya seperti jazz, big band, swing, jpop, hingga etnik.

Dengan begitu banyaknya kelebihan yang ditampilkan oleh Hoala dan Koala, diharapkan kehadiran Hoala dan Koala dapat membangkitkan kembali dunia music anak-anak dan menaikkan level serta pandangan umum atas lagu anak.

Terima kasih Hoala dan Koala yang sudah membantu saya sebagai guru SD saat menyanyikan lagu anak kekinian.

aktivitas ringan dan menyenangkan

Ketika jam pulang kerja sudah ada di depan mata, pasti deh, setiap orang akan merasa bahagia banget. Lega rasanya akan segera menuju ke rumah melepas lelah dan penat. Meskipun sekarang sering WFH, tentunya tidak mengurangi kebahagiaan saat jam kerja berakhir, ya.  

Lalu, apa yang Sahabat suka lakukan usai jam bekerja berlalu? Apalagi jka masih punya waktu luang setelah penatnya berkerja. Aktivitas yang bisa kamu lakukan setelah bekerja tidak selalu kegiatan yang memberatkan. Kamu cukup melakukan sesuatu hal yang kamu sukai dan menyenangkan, sehingga hal ini bisa membuatmu merasa lebih bersemangat untuk melakukan kegiatan berikutnya.

Apa saja aktivitas ringan dan menyenangkan yang bisa kamu lakukan setelah pulang kerja? Sahabat bisa memilih satu atau dua dari aktivitas ringan dan menyenangkan berikut ini!

1. Olahraga Ringan

Apa? Sepulang kerja melakukan olahraga? Apa nggak tambah remuk tuh, badan? Eits, tunggu dulu! Olahraga yang dimaksud di sini bukan olahraga yang mengharuskan kamu untuk mengeluarkan energi lebih besar, ya. Kamu cukup jalan-jalan santai sekitar komplek perumahan atau sekadar menyapa tetangga sekitar rumah. Kamu juga bisa jogging dalam waktu nggak usah lama-lama.

Bukankan olahraga bisa merilekskan pikiran? Selain pikiran lebih fresh, tubuh juga lebih terjaga kesehatannya. Jika ingin pergi berolah raga bareng teman-teman, kamu bisa pergi ke tempat gym dan melakakukannya di sana.

2. Membaca Buku

Nah, ini aktivitas ringan sekaligus menyenangkan yang bisa kamu coba lakukan setelah pulang bekerja. Pilihlah buku dengan tema ringan atau bisa membuatmu tertawa. Novel, komik, juga bisa menjadi alternatf bahan bacaan untuk mengisi kegiatanmu sepulang bekerja.

Yakin, deh, setelah membaca buku, pikiranmu akan kembali fresh dan menyenangkan.

3. Bercengkerama dengan Hewan Peliharaan atau Tumbuhan

Punya hewan atau tumbuhan yang sedang dipelihara dan dirawat> ini bisa banget dicoba. Biasanya penyuka binatang dan tumbuhan akan selalu menganggap peliharaannya atau tanaman yang sedang dirawatnya adalah makhluk yang bisa diajak bercerita.

Bermainlah dengan hewan peliharaan setelah kamu penat seharian bekerja. Kelakuan dan tingkahnya yang sering menggemaskan tentu saja akan menjadi hiburan yang menyenangkan buatmu. Jika yang kamu rawat adalah tanaman, kamu juga bisa memperlakukan tanamanmu layaknya seorang teman. Menyiraminya dengan air, tentu akan membuat tanamanmu semakin tumbuh baik.

Bercengkerama dengan benda yang dipeliharanya akan memberikan dampak positif bagi kamu.

4. Nongkrong dengan Sahabat

Berkumpul dan nongki manis dengan sahabat di kafe, memang menyenangkan sekali. Asal tidak sampai membuat anggaranmu menipis belum pada waktunya. Sesekali kamu bosa melakukan aktivitas ini bersama sahabatmu. Bercerita dan tertawa bersama akan membuatmu merasa melupakan kesulitan hidup yang dihadapi.

5. Bersantai di Rumah Ditemani Camilan

Nah, ini adalah aktivitas ringan dan menyenangkan yang paling menyenangkan. Jika kamu mager buat ngapa-ngapain, kenapa kamu nggak coba ini aja?

Duduk bersantai sambil menikmati secangkir kopi, teh, cokelat, atau minuman favoritmu, pasti akan membuatmu seperti seorang raja. Apalagi jika ditemani dengan camilan ringan seperti biskuit yang sudah melegenda keberadaannya.

Danisa Butter Cookies adalah biscuit mentega yang lezat dengan ukuran gigitan yang pas, pasti akan menjadi suguhan favorit untukmu. Rasa lezat dari menteganya yang tak lekang oleh waktu sangat cocok bila dipadukan dengan segelas susu atau the hangat untuk menemanimu saat bersantai di rumah selepas kerja. Tak peduli sedang hujan atau panas yang sedang menyapa, Danisa Butter Cookies tetap nikmat disantap. Danisa Butter Cookies memang cocok kalau disebut sebagai snack for summer.

Danisa Butter Cookies terbuat dari mentega pilihan yang berkualitas tinggi dan dipanggang sempurna. Ukurannya yang kecil dan mudah digigit, menjadikan Danisa Butter Cookies menjadi camilan lezat pendampingmu saat duduk santai di sore hari sepulang bekerja.

Itulah beberapa aktivitas ringan dan menyenangkan yang bisa kamu lakukan sepulang kerja. Mana aktivitas favoritmu untuk melepas penat usai bekerja seharian? 

 

review scarlett

Liburan sekolah kemarin, alhamdulillah banget dikasih sakit bergantian orang serumah. Berawal dari si kakak yang pulang dari kost dengan radangnya dan anemianya, disusul suami hingga memakan waktu tiga minggu lebih. Di antara sakit suami, si adik juga ikutan demam tiga harian. Saya yang sepertinya kelelahan, sempat drop satu minggu. Tapi memaksakan tetap sehat dan waras karena suami belum sehat. Alhamdulillah, hiburan banget adanya Scarlett Whitening Body Care, sedikit memanjakan saya saat me time di kamar mandi di tengah merawat orang rumah yang bergantian tumbang. Liburan berasa nggak libur. Bagaimana rasanya mandi dengan kemewahan dari Scarlett? Baiklah, mari nikmati review dari saya.

 Selayang Tentang Scarlett

Siapa sih, yang belum kenal dengan produk dari Felicya Angelista? Produk yang bikin saya ngiler karena membaca ulasan para blogger yang telah terlebih dahulu mencoba produk Scarlett ini. Namun, akhirnya saya mendapatkan kesempatan untuk bisa mencoba rangkaian body care yang viral ini.



Kebutuhan akan pendingin udara di dalam ruangan sudah seperti kebutuhan pokok lainnya. Panasnya suhu di sekitar, membuat orang berupaya untuk mendinginkan ruangan, salah satunya dengan memasang AC. Namun, namanya barang elektronik tentu saja memiliki masa pakai yang terbatas. Sesekali pasti muncul permasalahan yang ditimbulkan oleh pendingin ruangan. Apa saja permasalahan tersebut?

Permasalahan yang sering muncul dari pendingin ruangan atau AC adalah:

1. AC nya meneteskan air

Ini biasanya terjadi jika pemilik AC jarang melakukan servis secara rutin atau malah lupa. Jadwal servis yang terlewat menyebabkan AC meneteskan air. Hal ini harus segera ditangani oleh ahlinya.

2. AC terasa panas

Kompresor AC yang mengalami panas berlebih dapat disebabkan karena ada komponen AC yang mengalami kerusakan. Jika kejadian seperti ini, maka AC juga harus ditangani oleh ahlinya.

3. AC tidak dapat dimatikan atau dinyalakan

AC yang tidak dinyalakan dalam waktu yang lama karena ditinggal oleh pemiliknya, bisa menyebabkan AC tidak dapat nyala atau mati. Hal ini bisa disebabkan karena adanya komponen AC yang rusak. Jika ini terjadi, AC harus segera ditangani oleh ahlinya.

Di atas tadi adalah beberapa permasalahan yang sering terjadi pada AC di rumah. Jika kamu menggunakan AC Daikin, maka hal-hal seperti di atas tidak perlu dicemaskan. Mengapa?

Karena layanan purna jual dari Daikin service center sudah terintegrasi dengan pusat layanan pelanggan sehingga semakin memudahkan bagi setiap konsumennya dan tersebar di seluruh Indonesia. Hal tersebut merupakan upaya perusahaan dalam meningkatkan kebijakan mutunya untuk terus menjaga kualitas produk. Bukan hanya servis saja, namun juga pada layanan purna jual menyediakan spareparts serta melakukan pemeliharaan. Kemudian berapa biaya yang harus dikeluarkan?

Biaya Perbaikan di Daikin Service Center

Apabila kamu ingin melakukan permintaan layanan service cukup mudah caranya yaitu dengan mengisi blanko pada website resmi Daikin. Namun, berkaitan biaya service AC berbeda-beda tergantung apa yang dikerjakan serta jenis AC-nya. Pertama yaitu tipe split, multi split. Air purifier, kedua yaitu sky air yang terakhir adalah VRV dengan empat jenis pekerjaan. Yaitu meliputi pengecekan, perbaikan minor, major dan penggantian kompresor. Berikut rincian biayanya:

·       Pengecekan

Split/ multi split/ air purifier: Rp 80.000-100.000

Skyair: Rp. 100.000-200.000

VRV: Rp. 200.000-800.000

·       Perbaikan minor

Tipe split/ multi split/ air purifier: Rp. 150.000-Rp 300.000

Tipe Skyair: Rp. 200.000-Rp 400.000

Tipe VRV: Rp. 300.000- Rp 700.000

·       Perbaikan major

Tipe split/ multi split/ air purifier: Rp. 300.000-500.000

Tipe Skyair: Rp. 400.000-Rp 800.000

Tipe VRV: Rp. 800.000- Rp 2,5 juta

·       Penggantian kompresor

Tipe split/ multi split/ air purifier: Rp. 500.000-Rp 800.000

Tipe Skyair: Rp. 500.000-Rp 900.000

Tipe VRV: Rp. 1,7 juta

Prose pembayaran tersebut bisa dilakukan melalui akun virtual bank BCA dengan sistem transaksinya kurang dari 2 juta menggunakan COD (cash on delivery) atau cash before delivery. Sedangkan dengan nominal 2 sampai 10 juta menggunakan sistem 50% down payment.

Itulah rincian besar biaya yang harus dikeluarkan ketika menggunakan layanan dari Daikin service center. Harga tersebut sangatlah terjangkau dibandingkan service center lainnya, ditambah lagi ditangani langsung oleh orang professional dalam bidangnya. Nah, apabila terjadi masalah pada AC Daikin milik Anda, bisa langsung menghubungi service centernya melalui hotline 08001081081. Untuk mengetahui informasi lebih lengkapnya bisa simak di https://www.daikin.co.id/ 



“Ayo, Dik, jam 08.30 harus sudah siap untuk belajar bareng bu guru di google meet.”

“Mbak, disiapkan pembelajaran daring nanti jam 09.00.”


Itu rentetan pesan dari WAG sekolah anak-anak ketika ada pemberitahuan tentang belajar via LMS. Maklum, pembelajaran melalui LMS ini tidak setiap hari, mengingat pemakaian gawai yang bergantian dengan kakak atau saudara lainnya. Sehingga ada kebijakan dari sekolah untuk bergantian belajar daringnya. Selebihnya, komunikasi aktif tentang pengambilan tugas-tugas ada di dalam WAG.

Nah, menyiapkan anak-anak yang terkadang belum siap ketika jam belajar akan mulai, tuh, kadang bikin saya rada gemes. Ada saja alasan yang mereka ungkapkan ketika bu guru sudah masuk ke dalam LMS sedangkan anak-anak belum siap. Apalagi El, si bungsu yang baru masuk TK dan harus belajar secara daring. Ini sungguh di luar perkiraan ketika awal mendaftarkan dia ke TK. Padahal bayangan El, dia akan bermain ayunan, perosotan, gelantungan, dan permainan Tk lainnya saat saya mengatakan dia akan sekolah. 

Kenyataan ini sering membuat El bertanya, kapan aku sekolahnya? Satu minggu sekali pengambilan tugas oleh orangtua, dan 2-3 kali seminggu ada pertemuan di google meet, tetap membuat El menganggap dia belum sekolah. Alhasil, saya sering dibuat gemes untuk menyiapkannya. Terkadang mood El juga kurang mendukung. Google meet sudah siap, dia malah ngumpet dan nggak mau belajar dengan bu gurunya. Kalau pun dia mau, suaranya nggak keluar saat bu gurunya meminta dia untuk menunjukkan progres hapalannya. Super banget deh! Belum lagi si kakak yang di SD, rasa bosannya yang belajar daring juga sering membuat dia malas untuk bertatap muka secara daring. Padahal anak-anak sudah berharap tahun ajaran baru ini mereka bisa belajar secara tatap muka walaupun terbatas.

Kalau sudah begini, saya kembali mengingatkan pada diri sendiri, bahwa “Belajar itu harus dilakukan dengan bahagia”. Kemudian saya membayangkan, apa yang harus saya lakukan agar anak-anak tetap belajar daring dengan bahagia? Walaupun pandemi sudah berlangsung cukup lama, nyatanya tetap memberikan dampak yang luar biasa bagi anak. Apa saja dampak negatif yang telah ditimbulkan dari PJJ selama pandemi?

Newer Posts Older Posts Home

Mama Daring

Mama Daring

Seru-seruan

1minggu1cerita

About Author

PENULIS & BLOGGER

Hallo, Saya adalah muslimah penyuka kucing, senang traveling meski belum berkunjung ke banyak tempat, senang kuliner walau hanya makanan tertentu, membaca berbagai jenis buku, menulis cerita anak, dan berpetualang ke negeri dongeng untuk menciptakan berbagai keajaiban dalam ke dunia anak-anak yang sedang saya tekuni. Hubungi saya via email : lestarilisa8@gmail.com

Follow us

Featured Post

Popular Posts

  • Review Scarlett Brightening Series (Facial Wash, Esssence Toner, dan Serum)
    Review Scarlett: Brightening Facial Wash, Brightly Essence Toner, dan Brightly Ever After Serum  Ngaku, nih? Siapa yang suka banget coba-cob...
  • Mampirlah ke Dunia Lisa, Blog dengan Wajah Baru
    Eh, siapa sih yang nggak ingin tampilan blognya menjadi cantik dan enak dilihat? Semuanya pasti akan menjawab mau dong! Nggak ada yang pe...
  • Lebih Asyik ke Candi Borobudur Atau Candi Prambanan Untuk Menghabiskan Libur Akhir Tahun?
    ruangbelajarbahasainggris.com Libur tlah tiba Libur tlah tiba Hore ... hore ... hore! Apa sih hal yang membahagiakan bagi ...
  • Seperti Inilah Karakter Shio Babi Berdasarkan Elemennya
    Karakter shio babi dengan shio lainnya tentu saja berbeda. Karena beberapa shio dianggap memiliki pengertian berbeda. Apakah Anda sud...
  • Aturan Sosial yang Perlu Dikenalkan pada Si Kecil saat Bermain ke Rumah Temannya.
    Pernah nggak kamu ngalami kayak gini? Si kecil usianya sudah lima tahun, t ak jarang, anak suka membawa teman-temannya ke rumah untuk be...

Buku Terbit

Dunia Lisa

Blog Archive

  • ▼  2025 (1)
    • ▼  March 2025 (1)
      • Tradisi Membangunkan Sahur: Antara Romantisme Rama...
  • ►  2024 (1)
    • ►  September 2024 (1)
  • ►  2023 (4)
    • ►  July 2023 (1)
    • ►  April 2023 (1)
    • ►  March 2023 (1)
    • ►  February 2023 (1)
  • ►  2022 (14)
    • ►  September 2022 (2)
    • ►  August 2022 (3)
    • ►  July 2022 (1)
    • ►  June 2022 (1)
    • ►  May 2022 (1)
    • ►  April 2022 (2)
    • ►  March 2022 (2)
    • ►  February 2022 (2)
  • ►  2021 (32)
    • ►  December 2021 (5)
    • ►  November 2021 (2)
    • ►  October 2021 (5)
    • ►  September 2021 (4)
    • ►  August 2021 (1)
    • ►  July 2021 (3)
    • ►  June 2021 (1)
    • ►  May 2021 (2)
    • ►  April 2021 (3)
    • ►  March 2021 (1)
    • ►  February 2021 (3)
    • ►  January 2021 (2)
  • ►  2020 (39)
    • ►  December 2020 (4)
    • ►  November 2020 (1)
    • ►  October 2020 (2)
    • ►  September 2020 (3)
    • ►  August 2020 (3)
    • ►  July 2020 (5)
    • ►  June 2020 (6)
    • ►  May 2020 (4)
    • ►  April 2020 (1)
    • ►  March 2020 (5)
    • ►  February 2020 (3)
    • ►  January 2020 (2)
  • ►  2019 (78)
    • ►  December 2019 (2)
    • ►  November 2019 (3)
    • ►  October 2019 (4)
    • ►  September 2019 (3)
    • ►  August 2019 (6)
    • ►  July 2019 (8)
    • ►  June 2019 (7)
    • ►  May 2019 (18)
    • ►  April 2019 (6)
    • ►  February 2019 (9)
    • ►  January 2019 (12)
  • ►  2018 (49)
    • ►  December 2018 (1)
    • ►  November 2018 (1)
    • ►  October 2018 (8)
    • ►  September 2018 (10)
    • ►  August 2018 (2)
    • ►  July 2018 (2)
    • ►  June 2018 (2)
    • ►  May 2018 (1)
    • ►  April 2018 (3)
    • ►  March 2018 (6)
    • ►  February 2018 (3)
    • ►  January 2018 (10)
  • ►  2017 (116)
    • ►  December 2017 (4)
    • ►  November 2017 (1)
    • ►  October 2017 (21)
    • ►  September 2017 (8)
    • ►  August 2017 (3)
    • ►  July 2017 (4)
    • ►  June 2017 (7)
    • ►  May 2017 (6)
    • ►  April 2017 (11)
    • ►  March 2017 (28)
    • ►  February 2017 (11)
    • ►  January 2017 (12)
  • ►  2016 (198)
    • ►  December 2016 (12)
    • ►  November 2016 (24)
    • ►  October 2016 (31)
    • ►  September 2016 (29)
    • ►  August 2016 (6)
    • ►  July 2016 (5)
    • ►  June 2016 (18)
    • ►  May 2016 (22)
    • ►  April 2016 (21)
    • ►  March 2016 (26)
    • ►  February 2016 (4)

Total Pageviews

Komunitas

Dunia Lisa

Categories

  • Blog Competition 10
  • Cermin 6
  • Cerpen 128
  • Curhat 29
  • Flash Fiction 2
  • Lebih Dekat 2
  • ODOP Estrilook 7
  • Parenting 30
  • Puisi 29
  • SETIP Estrilook 3
  • Satu Hari Satu Karya IIDN 5
  • Serba-serbi Cerita Anak 13
  • Tantangan 3

Followers

About Me

My photo
Lisa Lestari
View my complete profile

Instagram

  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram

Copyright © 2017-2019 Dunia Lisa. Created by OddThemes