Dunia Lisa
  • Home
  • Category
    • Mom's Corner
    • Curhat
    • Review
    • Literasi
      • Resensi Buku
      • Artikel
      • Cerita Anak
      • Reportase
      • Puisi
  • Lifestyle
    • Parenting
    • Traveling
    • Kuliner
  • Event
    • SETIP
    • ODOP Estrilook
    • ODOP Blogger Muslimah
    • Tantangan
  • About Me
  • Contact
Sate taichan

Bicara tentang sate, siapa sih yang nggak kenal dengan makanan ini? Terbuat dari irisan daging ayam, kambing, atau sapi yang ditusukkan menjadi satu lalu dibakar di bara api atau dipanggang kemudian disajikan dengan varian bumbu untuk menambah kenikmatannya, menjadikan sate sebagai salah satu kuliner yang digemari oleh masyarakat Indonesia hampir di semua kalangan. Bukan hanya orang dewasa yang suka dengan sate, anak-anak pun menyukai makanan satu ini. Terutama salah satu sate yang sempat ngehits pada tahun 2017, yaitu sate Taichan.

Sebenarnya, di Indonesia ini ada berapa macam sate sih? Mengingat Indonesia terdiri dari ribuan daereah yang kaya dengan masakan nusantara. Sudah dipastikan sate yang ada di Indonesia tidak hanya sate yang itu-itu saja. Jika dibedakan berdasarkan bahan pembuatnya, maka sate bisa dikategorikan sebagai berikut:
Kangen nulis cerita anak, meski akhirnya agak kaku juga memulainya. Semoga masih enak dibaca ya. 


Jangan Dekat-Dekat Aku, Rara!
Oleh Lisa Lestari

          “Kamu ngapain ke rumahku, Ra?” tanya Lili ketika melihat Rara temannya mengetuk pintu rumahnya.
          “Aku bosan, Li.”
          “Tapi kita nggak boleh keluar rumah, Ra. Ingat kata bu guru. Kita harus tetap di rumah selama corona masih ada,” Lili masih berusaha menahan Rara masuk. Rara dibiarkan di depan pintu yang hanya setengah terbuka.
          “Aku mau masuk, Li. Boleh ya?” pinta Rara dengan wajah melas.
          “Nggak! Sana pulang lagi! Kamu juga nggak pakai masker!” usir Lili.
          “Lili, kok kamu tega sih!” teriak Rara histeris.
          Lili terdiam, iya juga sih. Perkataan Rara benar, dia tega sekali. Namun, ingat pesan bu guru dan Ibu. 




bisnis kue

Sejak diberlakukan WFH, membuat para ibu menjadi lebih kreatif di dapur. Anak-anak di rumah tentu saja menginginkan makanan buatan rumah, apalagi mereka juga disibukkan dengan SFH. Pastinya sedikit-sedikit akan sibuk mencari makanan di rumah setelah menyelesaikan tugas dari sekolahnya secara daring. 

Bagi Anda yang senang berkreasi di dapur dengan membuat beragam jenis hidangan nikmat, agaknya patut untuk melirik prospek bisnis kue. Khususnya adalah kue-kue kering. Sehingga nantinya kreasi dengan tepung terigu yang dipadukan dengan coklat dan berbagai bahan dapur lainnya tak hanya bisa dinikmati sendiri. Melainkan juga bisa menghasilkan keuntungan. Bahkan jika seandainya berhasil maka kemungkinan nantinya Anda bisa memproduksi dalam skala besar dan menjadikannya sebagai industri.

Perfumed Vitalis Moisturizing Body Wash


“Duh, Mama pakai parfumnya di kamar mandi ya? Masa keluar kamar mandi wangi banget!” sahut si sulung ketika saya keluar dari kamar mandi dan melewatinya.

Berbeda dengan si kecil dong komentarnya!
“Mama wangi banget, aku juga mau wangi kayak Mama!”

Hahaha ... El kecil memang selalu punya cara yang berbeda.

Yang nomor dua malah sibuk mencari parfum yang memang hanya ada satu di meja rias saya. “Perasaan bau parfum Mama sekarang bukan yang ini deh! Mama umpetin ya, parfumnya biar nggak Mbak minta?”

Hadeh, ada-ada saja ya, padahal emaknya hanya memakai sabun wangi yang memang wanginya tuh bisa bikin nggak nahan. Nggak seperti sabun mandi lainnya yang hanya tercium wanginya saat di dalam kamar mandi saja.

Masa sih, Cuma sabun mandi? Kagak percaya deh!
Sumpeh, Marimar! Akoh tidak pakai parfum, lagian rajin amat sih, pakai parfum di kamar mandi.

Tru, trus, sabun mandi apaan yang dipakai? Mahal ya, sampek wanginya nempel banget?

Wah, pada kepo nih jadinya! Pastinya sabun mandi yang saya pakai ini memang wangi banget, wanginya juga enak, bukan wangi macam parfum abal-abal, tapi asli wangi yang bikin lembut dan bisa bikin orang lain ikutan merasakan sensasinya.

Pernah menghadapi situasi seperti ini?

“Dik, tidur siang yuk!”
“Emang kenapa harus tidur siang?”
“Kan biar sehat, Dik. Biar bobok malamnya nggak rewel,” si Emak masih berusaha menjelaskan alasan tidur siang.
“Aku kan sudah sehat. Nggak usah tidur siang.’
Emak mulai tahan napas nih!
“Kalau tidur siang, tubuh kita akan tetap sehat, Dik. Badan Adik juga nggak akan terasa lelah.”
“Nggak ah, aku sehat kok. Nanti kalau aku sakit, aku minum madu aja biar sehat lagi.”
Duh, Emak mulai garuk-garuk kepala yang sepertinya tidak gatal. Ini bocil baru empat tahun, tapi sudah bisa memberikan alasan beragam.
“Adik kalau nggak tidur siang malamnya pasti rewel. Kakinya nendang-nendang,” Emak masih berusaha, “yuk tidur siang sambil dibacain buku!”
“Adik nggak mau tidur siang!” lari deh tuh bocil main lagi sama temannya.

Itu kejadian nggak hanya sekali dua kali biasanya, bisa berkali-kali. Sebetulnya si anak tidak bermaksud melawan orangtua, tapi si anak hanya ingin mengasah negosiasi dirinya dengan si emak. Namun, terkadang kita sebagai ortu suka gemes-gemes gimana gitu ya, menganggap anak itu seolah melawan ucapan kita. Jika bertemu dengan anak model ini, kudu gimana nih?

Membantah/melawan ucapan orangtua bukanlah perbuatan yang baik, bisa jadi merupakan kebiasaan si anak yang awalnya dibiarkan saja oleh orangtuanya atau karena salah penanganan sehingga menjadi kebiasaan yang buruk. Bahkan ada orangtua yang menganggap sikap melawan ucapan orangtua akan hilang seiring umur si anak, sehingga akan cenderung membiarkan sikap anak yang membantah ucapan orangtua.

Padahal seiring berjalannya waktu, kita tidak bisa menunggu perubahan akan terjadi berdasarkan usia anak tanpa ada usaha pendisiplinan dari orangtuanya. Nggak kan? Jangan mimpi, Marimar!
Mengapa? Karena anak akan menganggap bahwa usahanya melawan ucapan orangtua merupakan acara bagi dia untuk mengungkapkan pendapatnya , sehingga sering dijadikan senjata oleh anak.
5 rambu-rambu ketika bertengkar dengan pasangan


Memutuskan untuk menikah berarti merupakan jalan awal menuju kehidupan yang sebenarnya. Pernikahan tentunya bukan untuk satu atau dua tahun kan? Pastinya menginginkan selamanya hingga maut memisahkan.

Nah, dalam berumahtangga, setiap hari tuh kita akan bertemu dengan pasangan yang sudah kita pilih. Dari bangun tidur hingga mata merem lagi, kita hanya ketemu sama dia. Istilahnya die lagi die lagi! Dengan begitu, sudah dapat dipastikan nggak mungkin kan pernikahan kita mulus-mulus aja kayak jalan tol? Drakor aja ceritanya kagak pernah selalu mulus ya? Meski akhirnya emang happy ending. Hehehe ....

Berarti setiap pasangan yang sudah menikah pasti pernah bertengkar atau berselisih. Entah pertengkaran itu masih dalam skala kecil atau sudah mencapai level seperti perang dunia, intinya pertengkaran akan menjadi bumbu dalam pernikahan. Namun, tak jarang kita sering melihat beberapa pasangan memilih jalan pintas perceraian dalam menyelesaikan sebuah pertengkaran yang terjadi dalam pernikahannya. Kalau sudah begini, tentu saja anak akan menjadi korbannya ya.

Di bawah ini beberapa hal yang harus dihindari saat bertengkar dengan pasangan:
Newer Posts Older Posts Home

Mama Daring

Mama Daring

Seru-seruan

1minggu1cerita

About Author

PENULIS & BLOGGER

Hallo, Saya adalah muslimah penyuka kucing, senang traveling meski belum berkunjung ke banyak tempat, senang kuliner walau hanya makanan tertentu, membaca berbagai jenis buku, menulis cerita anak, dan berpetualang ke negeri dongeng untuk menciptakan berbagai keajaiban dalam ke dunia anak-anak yang sedang saya tekuni. Hubungi saya via email : lestarilisa8@gmail.com

Follow us

Featured Post

Popular Posts

  • Review Scarlett Brightening Series (Facial Wash, Esssence Toner, dan Serum)
    Review Scarlett: Brightening Facial Wash, Brightly Essence Toner, dan Brightly Ever After Serum  Ngaku, nih? Siapa yang suka banget coba-cob...
  • Mampirlah ke Dunia Lisa, Blog dengan Wajah Baru
    Eh, siapa sih yang nggak ingin tampilan blognya menjadi cantik dan enak dilihat? Semuanya pasti akan menjawab mau dong! Nggak ada yang pe...
  • Lebih Asyik ke Candi Borobudur Atau Candi Prambanan Untuk Menghabiskan Libur Akhir Tahun?
    ruangbelajarbahasainggris.com Libur tlah tiba Libur tlah tiba Hore ... hore ... hore! Apa sih hal yang membahagiakan bagi ...
  • Seperti Inilah Karakter Shio Babi Berdasarkan Elemennya
    Karakter shio babi dengan shio lainnya tentu saja berbeda. Karena beberapa shio dianggap memiliki pengertian berbeda. Apakah Anda sud...
  • Aturan Sosial yang Perlu Dikenalkan pada Si Kecil saat Bermain ke Rumah Temannya.
    Pernah nggak kamu ngalami kayak gini? Si kecil usianya sudah lima tahun, t ak jarang, anak suka membawa teman-temannya ke rumah untuk be...

Buku Terbit

Dunia Lisa

Blog Archive

  • ▼  2025 (1)
    • ▼  March 2025 (1)
      • Tradisi Membangunkan Sahur: Antara Romantisme Rama...
  • ►  2024 (1)
    • ►  September 2024 (1)
  • ►  2023 (4)
    • ►  July 2023 (1)
    • ►  April 2023 (1)
    • ►  March 2023 (1)
    • ►  February 2023 (1)
  • ►  2022 (14)
    • ►  September 2022 (2)
    • ►  August 2022 (3)
    • ►  July 2022 (1)
    • ►  June 2022 (1)
    • ►  May 2022 (1)
    • ►  April 2022 (2)
    • ►  March 2022 (2)
    • ►  February 2022 (2)
  • ►  2021 (32)
    • ►  December 2021 (5)
    • ►  November 2021 (2)
    • ►  October 2021 (5)
    • ►  September 2021 (4)
    • ►  August 2021 (1)
    • ►  July 2021 (3)
    • ►  June 2021 (1)
    • ►  May 2021 (2)
    • ►  April 2021 (3)
    • ►  March 2021 (1)
    • ►  February 2021 (3)
    • ►  January 2021 (2)
  • ►  2020 (39)
    • ►  December 2020 (4)
    • ►  November 2020 (1)
    • ►  October 2020 (2)
    • ►  September 2020 (3)
    • ►  August 2020 (3)
    • ►  July 2020 (5)
    • ►  June 2020 (6)
    • ►  May 2020 (4)
    • ►  April 2020 (1)
    • ►  March 2020 (5)
    • ►  February 2020 (3)
    • ►  January 2020 (2)
  • ►  2019 (78)
    • ►  December 2019 (2)
    • ►  November 2019 (3)
    • ►  October 2019 (4)
    • ►  September 2019 (3)
    • ►  August 2019 (6)
    • ►  July 2019 (8)
    • ►  June 2019 (7)
    • ►  May 2019 (18)
    • ►  April 2019 (6)
    • ►  February 2019 (9)
    • ►  January 2019 (12)
  • ►  2018 (49)
    • ►  December 2018 (1)
    • ►  November 2018 (1)
    • ►  October 2018 (8)
    • ►  September 2018 (10)
    • ►  August 2018 (2)
    • ►  July 2018 (2)
    • ►  June 2018 (2)
    • ►  May 2018 (1)
    • ►  April 2018 (3)
    • ►  March 2018 (6)
    • ►  February 2018 (3)
    • ►  January 2018 (10)
  • ►  2017 (116)
    • ►  December 2017 (4)
    • ►  November 2017 (1)
    • ►  October 2017 (21)
    • ►  September 2017 (8)
    • ►  August 2017 (3)
    • ►  July 2017 (4)
    • ►  June 2017 (7)
    • ►  May 2017 (6)
    • ►  April 2017 (11)
    • ►  March 2017 (28)
    • ►  February 2017 (11)
    • ►  January 2017 (12)
  • ►  2016 (198)
    • ►  December 2016 (12)
    • ►  November 2016 (24)
    • ►  October 2016 (31)
    • ►  September 2016 (29)
    • ►  August 2016 (6)
    • ►  July 2016 (5)
    • ►  June 2016 (18)
    • ►  May 2016 (22)
    • ►  April 2016 (21)
    • ►  March 2016 (26)
    • ►  February 2016 (4)

Total Pageviews

Komunitas

Dunia Lisa

Categories

  • Blog Competition 10
  • Cermin 6
  • Cerpen 128
  • Curhat 29
  • Flash Fiction 2
  • Lebih Dekat 2
  • ODOP Estrilook 7
  • Parenting 30
  • Puisi 29
  • SETIP Estrilook 3
  • Satu Hari Satu Karya IIDN 5
  • Serba-serbi Cerita Anak 13
  • Tantangan 3

Followers

About Me

My photo
Lisa Lestari
View my complete profile

Instagram

  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram

Copyright © 2017-2019 Dunia Lisa. Created by OddThemes