17 Agustus 2017

Di Balik Layar ODOP

Susahngubekfotonya


Saya hanya ingin membesarkan One Day One Post menjadi grup yang nantinya akan dikenal oleh orang. Bukan hanya sekadar grup yang isinya haha hihi saja. namun, harus ada kegiatan positif di dalamnya terutama mampu mewujudkan mimpi kita bersama, menulis buku.

Dengan segudang kesibukan, tak lantas membuat Mbak Wid, sapaan yang biasa kami gunakan kepada beliau, membiarkan grup tercinta ini menjadi grup ala kadarnya. Keinginannya untuk menjadikan grup yang telah dibentuk oleh Bang Syaiha ini, benar-benar diwujudkan dengan gigih.

Ramah dan keibuan adalah kesan pertama yang saya tangkap dari sosok yang bernama lengkap Wiwid Nurwidayati ini ketika saya mulai mengenalnya dengan lebih dekat.

Saya mengenal lebih dekat adalah ketika kami disatukan dalam satu komunitas, yaitu gerakan One Day One Post, ODOP. Tak banyak yang saya ketahui saat pertama kali bersatu dalam grup. Karena beliau jarang terlihat ramai di grup. Awal ODOP, Mbak Wid sepertinya lebih nyaman menjadi silent rider.

Pembentukan ODOP Batch 3
Inilah awal mula saya mulai mengenal akrab dengan Mbak Wid. Beliau mengajukan diri untuk menjadi Penanggung Jawab, menggawangi dan mengawal jalannya ODOP batch 3 menjadi grup yang eksis. Bukan hanya sekadar grup yang haha hihi semata. Namun, benar-benar mewujudkan grup menulis ini sarat dengan ilmu menulis.

Terbukti hingga saat ini. Grup ODOP yang sudah menjadi satu wadah grup besar dari gabungan batch 1, 2, dan 3, memiliki program kelas yang berbeda. Kelas menulis fiksi, kelas menulis non fiksi, dan kelas Reading. Dan Mbak Wid merupakan salah satu PJ yang mengawal kami dalam kelas tersebut. Memberikan tantangan, memfollow up keaktifan anggota, merupakan bentuk tanggung jawab Mbak Wid sebagai PJ

Sampai saat ini, Mbak Wid tetap menjadi ibu bagi grup yang kece badai ini. Beliau tak pernah lelah mengingatkan kami sebagai anggota grup untuk tetap menulis di saat semangat kami terkadang terjun bebas karena kesibukan di luar.

Ayo, semangat nulis, setor tugas, sebentar lagi dead line. Semangat semangat!

Itulah salah satu kalimat yang sering diucapkan oleh Mbak Wid ketika anggota dalam grup belum mengerjakan tugas. Lebih tepatnya belum setor tugas, hehehe.

Cinta Membaca dan Menulis yang Suka Menyendiri

Lahir dan besar di Sleman Yogyakarta, Mbak Wid sudah jatuh cinta dengan aktivitas membaca sejak kecil. Beliau meninggalkan kota kelahirannya selepas SMA pada tahun 1997 dan merantau ke Batam. Mbak Wid, sapaan akrab kami, kini menetap di Batam, lebih tepatnya di Perum GMP blok O-185 Kelurahan Duriangkang, Kecamatan Sei Beduk Batam, Kepulauan Riau.

Selain memiliki hobi membaca, Mbak Wid juga suka menulis. Satu kegiatannya yang agak aneh terdengar adalah suka menyendiri di waktu tertentu. Namun, bukan berarti Mbak Wid tidak berhubungan dengan orang banyak. Beliau tetap berhubungan dengan orang banyak. Terbukti dari jabatan pekerjaan yang digelutinya, yaitu bagian material costing di sebuah PMA di Muka Kunong Batam. Tugas utamanya adalah mengontrol harga pembelian plus harga penjualan ke customer agar tetap mendapatkan laba. Nah, terbukti kan? Meskipun suka menyendiri, pekerjaannya tetap membutuhkan untuk berhubungan dengan orang lain.

Kecintaannya pada dunia menulis terlihat dari karya yang sudah berhasil dipublikasikan di media. Karya-karya tersebut adalah;
Cerpen dengan judul Cowok Aquarium, yang diterbitkan di Riau Post, Mei tahun 2009
Cerpen dengan judul Cinta Pertama, Riau Pos, Mei 2009
Cerpen dengan judul Monolog Hati Lena, Riau pos,September 2009
Cerpen dengan judul Dua Pernikahan, Majalah Sagang Riau, September 2009
Cerpen dengan judul Namaku Tegar Budiman, Riau Pos, November 2009
Cerpen dengan judul Kompor Listrik, Annida Online, September 2009
Puisi dengan judul Jika, Riau Pos, Oktober 2009

Ingin Mengenal Lebih Dekat?
Sosok yang bagi saya sudah seperti kakak ini, sangat enak dan asyik untuk diajak berbincang. Membicarakan apa saja dengan Mbak Wid terkadang membuat saya lupa waktu. Suaranya yang lembut mampu membuat betah siapa saja untuk tetap bercakap.

Mbak Wid, ibu tiga anak ini memiliki segudang kesibukan sebagai wanita karir dan ibu rumah tangga, tetap menyempatkan waktu untuk mengisi blognya. Menurut beliau waktu yang digunakan untuk menulis adalah selepas subuh di pagi hari. Terkadang di malam hari ketika pekerjaannya di rumah sudah selesai dan saat anak-anak sudah terlelap. Bisa menikmati karyanya di http://www.wiwidnurwidayati.blogspot.com. Akan ada banyak pelajaran yang bisa diambil dengan membaca tulisannya di blog. Atau bisa menghubungi beliau di akun sosialnya, baik Facebook ( http://www.facebook.com/wiwid-nurwidayati ) atau di twitternya ( http://twitter.com/wiwidnurwidayati ).

10 komentar:

Wiwid Nurwidayati mengatakan...

Terimakasih banyak mbak lis...terharu banget.😍😍😍😍😍😍😍

Wiwid Nurwidayati mengatakan...

Terimakasih banyak mbak lis...terharu banget.😍😍😍😍😍😍😍

Ciani L mengatakan...

huaaaa.... serius baru tahu ternyata bund wid emang kece...


terima kasih mbak lisa udah bagi informasi penting ini... ahh makin sayang sama bund wid yg care bgt sama ODOP 😘😘

lisa lestari mengatakan...

Peluk mbak wid

lisa lestari mengatakan...

Sama sama de ci

Muhamad Septian Wijaya mengatakan...

Bunda Wiwid emang keren hahaha

Hiday Nur mengatakan...

Kereeen karya2nya Mbak Wied

Fery Fadli mengatakan...

Nice story untuk seorang wanita hebat...

Inspiratif nih

meilany putri mengatakan...

bundaa wiwiddd kerennn bet :`)

intan legita mengatakan...

T-T huaaaaaa

Posting Komentar