06 September 2018

Alat Bantu Mengembangkan Narasi Cerita Anak

pixabay.com

Ketika ide cerita sudah dikekep, alur sudah dibuat, ending sudah ditentukan, apakah pernah terpikir untuk menyiapkan alat bantu dalam mengembangkan narasi? Maksudnya? Kudu pake tongkat ajaib ala Nirmala gitu? Atau ngaduk-aduk kantong ajaib milik Doraemon untuk memilih alat bantu tersebut?

Hihihi ... bukaaan!!!
Lantas apa dong?

Alat bantu yang dimaksud di sini adalah, teknik apa yang akan digunakan untuk mengembangkan narasi pada cerita anak. Ada 10 alat bantu yang bisa dipilih dan disesuaikan dengan alur yang sudah kita tulis.

1. One Day One Night in a Life of...
2. Travelogue of Journey
3. Dream Motif
4. Allegorical Device
5. Natural Cycle
6. Metamorphosis
7. Problem Solving
8. Trick Device
9. Cause and Effect
10. Numerical Sequences of Pattern

Kita bahas satu-satu yaa, biar nggak berat. Biar saya nggak makin kecil, eh#

(Ilmu ini saya dapatkan ketika belajar bersama Uni Dian Onasis)

One Day One Night in a Life of...

Ini mirip dengan paragraf narasi yang kita kenal ketika belajar di sekolah. Mengembangkan cerita anak menggunakan alat bantu ini, berarti menceritakan kisah yang runtut dan teratur. Tokoh akan melakukan apa saja, kapan saja, dan mau ngapain aja diceritakan dalam satu hari. Tidak sampai melampaui waktu berhari-hari.

Contoh: Tokoh kurcaci Pho memiliki keinginan untuk bolos sekolah, tapi dia tidak mau mendapatkan hukuman di sekolah jika ketahuan tidak ke sekolah. Kurcaci Pho akhirnya membuat surat ijin palsu dan mengatakan kalau dia sakit.

Tokoh sudah saya beri karakter dan keinginan. Saya tambahkan halangan lalu saya beri resolusi, Kurcaci Pho tidak berhasil bolos sekolah karena tidak ada temannya yang mau dititip surat.

Saya akan menceritakan kurcaci Pho dari keinginannya bolos sekolah pada pagi hari, hingga membuat surat ijin palsu sampai tidak ada temannya yang mau dititip sampai akhirnya Kurcaci Pho tetap berangkat ke sekolah.

Itu adalah contoh sederhana. Banyak cerita anak yang menggunakan alat bantu ini, karena memang cerita anak tidak menggunakan alur yang melompat-lompat.

Ada yang mau berbagi ide mengembangkan narasi pada cerita anak menggunakan alat bantu One Dat One Night in a Life of?

#ngebloglagi
#ceritaanak
#serbaserbicerita anak

33 komentar:

Wiwid Nurwidayati mengatakan...

Masternya cerita anak
Aku belum punya nyawa untuk bikin cerita anak

lisa lestari mengatakan...

Ayo bikin mbak. Hehehehe

Wiwid Vidiannarti mengatakan...

Susah tauuu bikin cerita anak. Selain harus pakai bahasa yang dipahami oleh anak-anak, juga isi ceritanya harus bener-bener pas, soalnya mereka belum bisa ngerti mana yang bener dan yang nggak. Suka baca aja hahaha

Dina mengatakan...

Bikin cernak lagi ah, menginspirasi nih ilmunya...

liesdiana mengatakan...

Menarik, ditunggu kelanjutannya. Jd penasaran. Biasanya, panjang cerita anak brp halaman?

steffifauziah mengatakan...

Mbaaaaa ajariiiin, saya mau bisa bikin cernak, belajarnya sambil bikin antologi yuk mba, yuk yuk yuk. Seret saya plis ~

Bety Kristianto mengatakan...

Saya belum pernah bikin cernak. Hehehe salut sama penulis cernak!

Sunarti Kacaribu.com mengatakan...

Saya sudah punya beberapa antoligi cernak, makasih tipnya ya mbak, pengen nyobain nih

Dian Cahyadi mengatakan...

Cerita anak. Pengen belajar juga tapi keder duluan 😁

lisa lestari mengatakan...

Hehehehe...

lisa lestari mengatakan...

Terima kasih mbak

lisa lestari mengatakan...

Sekitar 500-700 kata saja mbak untuk satu cerita anak.

lisa lestari mengatakan...

Ayoooo...ada cikgu nurul padahal di sini juga. Masternya cernak

lisa lestari mengatakan...

Saya salut sama simboook betty.

lisa lestari mengatakan...

Silakan mbak

lisa lestari mengatakan...

Ayo mbak..pasti bisa

Dhika Suhada mengatakan...

Whaaa, cernak yang kayaknya simple itu tyt memiliki banyak faktor penulisan di belakangnya ya. Huhuhu, aku koq gak pinter berfantasi buat cerita anak ya Mbak.

HeNee Sudarno mengatakan...

Maaakkk, tongkat ajaibnya Nirmala itu tahun berapa yaah? hihihi

Sulistyowati mengatakan...

Maaak kapan kita duet bikin cernak😂

Bunda Erysha (yenisovia.com) mengatakan...

Waj saya jadi belajar cara bikin cerita anak. Makasih ilmunya Mba. Smga suatu hari saya bisa terjun juga ke dunia cerita anak

Dian Restu Agustina mengatakan...

Mbak aku jadi seperti ikut training cerita anak gratis nih..
Ya ampyuuun ilmunya keren.
Aku tunggu penjelasan selanjutnya yaa
Nyimaaak!

CL Al Wafa mengatakan...

Nyimaakk... semoga kuat sampe alat bantu ke 10, hhoo

lisa lestari mengatakan...

Hihihi...belajar yuk?

lisa lestari mengatakan...

Hahaha...ketahuan tahun lahirnya nih..hahaha

lisa lestari mengatakan...

Ayooo duet maaak. Beneran nih?

lisa lestari mengatakan...

Aamiin..makasih mbak

lisa lestari mengatakan...

Siaaap mbak

lisa lestari mengatakan...

Siaappp...hihi

Nurul Fitri Fatkhani mengatakan...

Alur cerita anak memang sederhana, tidak melompat-lompat. Disesuaikan dengan daya tangkap anak.
Oh iya, di kalimat : Saya tambahkan halangan lalu saya beri resolusi, --> mungkin maksudnya solusi, ya, Mbak? hehehe

lisa lestari mengatakan...

Hehehe..iya cikgu. Terima kasih

Eni Rahayu mengatakan...

Wow... Kliatannya gampang banget ya mbak. Haha... Harus banyak latihan nih kayaknya.. Ide sederhana kalau segera dieksekusi ya jadi cerita. Makasih ilmunya mbak

lisa lestari mengatakan...

Sama sama mbak

Anggraeni Septi mengatakan...

Mba untuk anak 2,5 taun idealnya panjang cerita anak yang pas berapa kata / halaman ya mbak?

Posting Komentar

 
Copyright © Dunia Lisa
Blogger Theme by BloggerThemes Sponsored by Busy Buzz Blogging