28 April 2016

Percakapan dalam Kotak bag 1

Malam ini seperti malam-malam sebelumnya. Kami kembali berkumpul, berbincang seru, membicarakan satu topik dan berpindah ke topik lainnya. Suara kami jika sudah berkumpul, seperti gerombolan lebah yang mendengung bersamaan. Sungguh menghebohkan.

Adalah aku, yang dianggap tertua di sini dibandingkan dengan yang lainnya. Ya, memang aku lah yang paling lama tinggal di dalam kotak besar, yang penutupnya sudah lepas dan entah ada di mana. Meskipun aku paling tua, warnaku masih menarik siapa pun yang melihat. Setelahku bergantian teman-teman ikut mengisi kotak bersamaku. Yang masuk kotak setelah aku adalah sebuah mobil berbentuk truk, berwarna hijau. Tak besar mobil tersebut. Tapi selalu menyenangkan bagi kami. Karena ia selalu dengan senang hati menawarkan badan truknya untuk kami naiki bergantian. Dan satu persatu akan dibawa berkeliling ruangan ini, keluar dari kotak besar tempat kami disimpan.

Penghuni berikutnya adalah alat yang jika dipukul akan mengeluarkan bunyi berbeda. Warnanya sungguh menarik. Kuning, hijau, biru, dan merah mendominasi benda ini. Tongkat pemukulnya berwarna putih. Dan lucunya ia dilengkapi dengan roda. Jika digerakkan seperti mobil truk tadi. Kami senang mendengarkan suara yang dihasilkan olehnya. Saat sedih, ia akan dengan senang hati mengeluarkan bunyi agar kami terhibur.

Berikutnya yang hadir di antara kami berbentuk bulat, empuk seperti bantal, warnanya juga merah dan kuning. Saat ia menggelinding, akan terdengar bunyi dari dalam. Sepertinya dalam tubuhnya disimpan alat kecil semacam lonceng.

Yang datang selanjutnya adalah terbuat dari kayu, berbentuk bulat-bulat kecil dengan warna yang seragam. Di tengahnya ada lubang kecil, dia ditempatkan berkumpul dengan satu warna, dimasukkan dalam tiang. Masing-masing warna berada dalam satu tiang.

Tak kalah meramaikan kotak besar ini adalah bebek kuning, yang jika dipencet ia akan berbunyi. Ditambah lagi teman kami seperti donat, dengan besarnya yang tidak sama. Semakin ke atas dia berbentuk mengecil. Dimasukkan juga dalam tiang, disusun seperti menara.

Nah, terakhir yang datang dalam kotak ini adalah boneka berwarna biru dengan kantong ajaibnya. Kudengar ia bernama Doraemon. Ia selalu memamerkan kepada kami alat-alat ajaib dari kantongnya. Dan kami sering terpukau dengan alat ajaibnya.

Aku sendiri adalah mainan yang lucu, berkepala wajah badut, warna coklat. Jika aku digoyangkan, kepalaku akan bergoyang dan mengeluarkan bunyi lucu. Meskipun aku kecil, aku selalu menjadi mainan favoritnya sebelum si biru ini datang.

bersambung...

#OneDayOnePost

11 komentar:

Khikmah Al-Maula mengatakan...

Wah mainannya bisa hidup, kek di Toy story... ^^

denik mengatakan...

Seruuu...nunggu sambungannya lagi...hehe

Nychken Gilang mengatakan...

Hihi serem mirip Toy story hehe

Wiwid Nurwidayati mengatakan...

wah ciku gu memang keren

Miftahul Rohmah mengatakan...

Keren mbk awalnya ngajak mikir hahaha ditunggu k e lanjutannya yaa mbk 😊

Na mengatakan...

Mba Lis. Ada-ada aja idenya. Kereenn..😍

Ciani L mengatakan...

Sepertinya Mbak Lisa ga pernah kehabisan ide klo menyangkut anak2... Jempol nihh...

Heni Susilowati mengatakan...

Banyak mainannya :D

HERU WIDAYANTO mengatakan...

Awakmu kok iso ae to Lis ketemu ide begini.
Josh Lis

Rahim dani mengatakan...

Keren... Semua bisa jdi ide dam ditulis..

Dedi Rahmat Hidayat mengatakan...

Mengalir seperti aliran sungai, idenya seperti tinggal ambil terus jadi tulisan, keren bu lisa

Posting Komentar