01 April 2016

Pluto Namaku

Pluto, hmm, nama yang keren juga, pikirku. Kemarin aku melihatnya di pertigaan jalan. Belum sempat mengelus tubuhku. Hanya memanggilku dari atas motornya. Aku hanya menengok dan memandangnya. Siapa ya ia? Memanggilku dengan sayang sekali. Kuberanikan bertanya kepada teman-teman yang masih asing di sekitarku. Jawaban mereka sungguh membuatku penasaran. Hampir semuanya mengenalnya. Teman-teman baruku pun menunjukkan arah jalan tempat tinggalnya. Maka kuputuskan hari ini ke rumahnya. Tepatnya sore hari. Karena setahu mereka, pagi hari ia tidak ada. Siang hari baru lah ia pulang. Sengaja kupilih sore hari. Supaya ia bersantai dan bisa mengenaliku dengan baik.

Meski tak yakin ia masih mengingatku, kuberanikan diri untuk bersuara di depan pintu tempat tinggalnya. Kukibaskan ekorku sambil terus bersuara. Tak lama kemudian, kudengar ada suara.

"Ummi, ada kucing kecil ngeong di depan. Ingin masuk sepertinya, Mi. Boleh Kaka pegang?"

Orang yang dipanggil ummi keluar. 
"Lha, ini kan kucing yang ummi ceritain kemarin, Ka. Yang ummi lihat di pertigaan rumah om Agus. Ko bisa sampai sini? Kasihan, Ka. Bawa masuk saja!" kata orang yang dipanggil ummi.


Oh, senangnya hatiku. Benar kata mereka. Tempat ini sangat menerimaku dengan baik. Diambilnya aku. Dielus-elus dan dilihat kelaminku. 
"Cowok, Ummi!" teriaknya setelah menengok jenis kelaminku. 
"Sayangnya ekornya panjang ya, Mi," lanjutnya.

Sempat cemas. Jangan-jangan karena ekorku panjang aku akan diusir.
"Sini ummi lihat dulu," orang yang dipanggil ummi mengambilku. Diciumnya kepalaku. Aku pun bersuara manja. Dan kukibaskan ekorku, tanda aku menyukainya.
"Bersih, Ka. Bagus pula rambutnya. Hitam dan ada putihnya. Biarin aja, Ka. Kita pelihara. Kita namain Pluto ya." lanjut Ummi.

Aku semakin senang. Aku punya nama. Pluto. Lucu namaku, tapi keren. Biarlah, meskipun aku tidak tahu artinya, tapi aku senang aku dinamai Pluto. Aku kembali bersuara, sebagai bukti aku setuju dipanggil Pluto.

"Nah, Pluto. Tinggallah di sini. Bobo di rumah. Tapi ingat, harus bersih. Tidak boleh pup di dalam rumah. Kalau mau kencing keluar ya," Ummi memberiku pengarahan. Oke, gampang itu, Mi. Yang penting aku ingin merasakan tinggal di sini. Kulihat anak-anak ummi. Semuanya menerimaku dan langsung memanggil namaku. Bergantian aku digendongnya. Yang paling besar mirip ummi. Mungkin anaknya pertama. Yang kedua perempuan juga. Yang paling kecil membuatku tertarik. Dia masih merangkak. Begitu melihatku dia berteriak kegirangan. Suara bayinya yang lucu dengan gerakan tangannnya ingin menarik ekorku. Ketika aku menanggapinya dengan mengajaknya bermain, ia tidak ketakutan. Ia malah tertawa senang. Oh, senangnya hatiku, aku diterima baik di keluarga ini.

"Sudah dede El, Pluto biar makan dulu di belakang. Ayo, Pluto, makan dulu. Yang banyak makannya ya," kata Ummi.
Eah asyik, baru kenal, memberiku nama, dan memberiku makan langsung. Pantas saja teman-temanku di luar juga mengenalnya. Kata mereka keluarga ini selalu memberi makan meskipun tidak mengenal. Bahkan disediakan jatah makan tiap pagi bagi mereka. Berjalan ke belakang, membuatku belajar mengenal sekitarku. Tercium aroma bahwa pernah ada yang tinggal di sini juga. Tercium juga olehku ada yang melahirkan anaknya di sini. Dan baunya sepertinya ada di bawah kolong tempat tidur. Nanti selesai makan aku akan melongoknya. Siapa dia?

Kuhabiskan makanku. Lahap sekali aku makan. Beberapa hari ini aku hanya makan dari sisa-sisa makanan pemberian teman-teman baruku. Sungguh tak membuat perutku kenyang. Sebelum aku terdampar di sini, aku juga sangat kenyang. Tapi aku sudah dibuang. Dan aku terpisah dengan indukku. Ah, sedih mengingatnya.

Habis jatah makanku kulahap. Berjalan kembali ke depan, tempat ummi berkumpul dengan tiga anaknya. Aku ingin berterima kasih dengan mengeluskan kepalaku ke tubuh ummi. Eh, iya, aku mau melongok sebentar yang di bawah kolong. Seekor induk seperti ibuku sedang menyusui dua anaknya yang masih kecil. Dia menggeram begitu melihatku. Aku mencoba menyapanya.

"Hai, aku hanya ingin mampir. Maaf mengganggumu."
"Tidak. Aku juga hanya numpang melahirkan dan makan di sini. Tapi aku sudah sering numpang melahirkan anak-anakku di sini. Dan aku tak pernah diusirnya. Banyak kok yang suka ke sini sekedar hanya minta makan lalu pergi lagi. Nanti kalau anakku sudah kuat berjalan, aku juga akan membawanya pergi." jelasnya.

Aku mengangguk mengerti. Kulanjutkan langkahku menghampiri Ummi. Kueluskan kepalaku sambil mengibaskan ekor dan mengeong. Bentuk terimakasih ku pada ummi. 
"Sini, Pluto. Main sama kaka!" ajak anak unmi yang paling besar. Dia mengajakku bermain dengan menggoyangkan tali. Senangnya aku, kutangkap pita itu. Dan si kecil yang dipanggil dede El tertawa melihatku meloncat menangkap tali. Betapa senangnya. Aku betah di sini. Aku ingin tinggal di sini. Aku akan jadi kucing yang baik di sini. Menemani mereka bermain. Aku sudah lelah berada di luar. Makan tak tentu. Tidur pun di mana saja tubuhku ingin lelap. Aku ingin mengabdi di keluarga ummi, putusku. Terimakasih, Ummi, kataku dalam hati. Kukeluarkan suaraku. 
"Meong, meong," sambil kueluskan kepalaku. Ummi menggendongku dan menciumku. Rasanya senang sekali diperlakukan dengan sayang. Ya, aku tak akan kemana-mana lagi, janjiku.

#OneDayOnePost

16 komentar:

denik mengatakan...

Weh...keren itu...kucing namanya pluto. Jarang-jarang loh!

Nychken Gilang mengatakan...

Pendeskripsian yang bagus mba hingga tak mau berhenti baca

HERU WIDAYANTO mengatakan...

besok kalo aku punya kucing kunamakan Neptunus dan Sartorius aja ya Lis :) hehe ..

lisa lestari mengatakan...

pernah kasih nama oxi, secan. sinus, tangen, bronis, tatu, cosi, chiko, snel, atun, hehehe, itu kucing yg pernh kurawat

lisa lestari mengatakan...

ojo her, kedawan. phobos sm neimos ae seruu

lisa lestari mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
Khikmah Al-Maula mengatakan...

Wih keren kucingnya bisa menulis ya Mi? Hehehe

Wiwid Nurwidayati mengatakan...

Keren cara penulisannya mb

dunia menulis mengatakan...

Pluto aku pikir siapa....keren mba pluto

Sitampan Tampan mengatakan...

nama kucing ya ternyata.. wkwk :D

Tran Ran

Aira zakirah mengatakan...

Pluto,,namaa yg unik..tadi kirain nama manusia ternyataa kucing,hehe
kerenn mbak^^

Miftahul Rohmah mengatakan...

Plutoooo sehat sehat yaa cing 😀😀
Nice ceritanya kak, tp sayang aku takut kucing hrhhe

lisa lestari mengatakan...

kucing tuh makhluk paling imuuut yg kusuka

Indri Mulyani Bunyamin mengatakan...

Selamat buat kucingnya mba Lisa yang pandai sekali bercerita... mantaap.. anakku juga penyuka kucing .. ada yg namanya : Fashion Lola, Baby Lucy, Bravo, Black List, dst...

Dewi Mariyana mengatakan...

Ntar klo ada kucing lagi namanya Bruno mars

Fika AJ mengatakan...

Bahwa berbuat kebaikan harusnya pada siapa saja, termasuk binatang. Keren pesannya, Umi.^^

Titip salam buat Pluto, ya. :D

Posting Komentar