04 Oktober 2017

Mengajarkan Matematika Melalui Dongeng.



Hasil gambar untuk gambar angka
www.playgoogle.com

Apa sih yang ada di pikiran kita ketika mendengar kata Matematika? Apakah akan muncul berderet angka yang membuat dahi berkerut?


Saya yakin, tidak hanya anak-anak saja yang langsung tiba-tiba mengeluh pusing ketika mendengar Matematika. Namun, Bunda yang ingin membantu anak di mata pelajaran satu ini pasti juga ikut merasakan pusing. Memikirkan cara jitu yang menyenangkan anak sekaligus tidak membuat Bunda frustasi mengajarkannya.

Sebetulnya belajar Matematika adalah belajar mengenalkan logika kepada anak. Mengajarkan konsep dasar dengan benar. Bahkan mengajarkan matematika tidak harus selalu duduk tertib di kursi tanpa melakukan aktivitas lainnya. Bunda bisa menggantinya dengan berbagai aktivitas menyenangkan lainnya untuk mengajarkan matematika kepada buah hati.

Salah satu aktivitas yang bisa Bunda lakukan adalah mengajarkan matematika melalui dongeng.  Apa itu dongeng?
Hasil gambar untuk gambar peri
www.negaraislam.net
Dongeng adalah cerita imajinasi baik tokoh, maupun settingnya. Lalu, tokoh imajinasi itu apa saja? Tokoh imajinasi itu Kurcaci, Peri, Penyihir, atau menggunakan tokoh dari benda mati yang Bunda buat hidup. Selain itu tokoh-tokoh kerajaan seperti Putri, Pangeran, Raja, Ratu, juga bisa menjadi tokoh imajinasi yang bisa Bunda ciptakan untuk melengkapi dongeng.

Mengapa harus dongeng? Menurut majalah Ayah Bunda, kegiatan mendongeng dapat meningkatkan keterampilan membaca anak, keterampilan berbahasa anak, dan mengembangkan kemampuan berpikir anak. Bahkan dongeng juga bisa meningkatkan imajinasi anak, kerativitas anak, dan mempererat ikatan emosi antara anak dengan Bunda. Dengan dongeng, secara tak langsung anak sebenarnya sedang belajar matematika tanpa dia sadari. Tentunya dongeng yang Bunda buat mengandung pembelajaran Matematika di dalamnya, ya.
Hasil gambar untuk gambar ibu membacakan dongeng
tripuspitarini.com
 Pelajaran Matematika pertama kali yang diberikan kepada anak ketika memasuki bangku sekolah adalah mengenalkan anak dengan angka. Memberikan konsep yang benar tentang kelompok bilangan hingga anak tahu membedakan bentuk angka dan menyebutkan bilangan dengan benar. Bunda bisa memulai dengan dongeng yang sederhana, yang bisa Bunda reka sendiri sambil memasukkan konsep bilangan. Sebelum Bunda memulai dongeng, ada baiknya Bunda menyanyikan sebuah lagu untuk membangkitkan rasa tertarik buah hati. Lagu yang Bunda nyanyikan sederhana saja.

Bunda juga bisa melengkapi kegiatan mendongeng tentang matematika dengan benda konkret. Bisa gambar yang Bunda buat secara visual di kertas gambar atau papan tulis.

Misalkan, Bunda ingin mengenalkan konsep bilangan 1-10 kepada anak. Sebelumnya Bunda bisa menyanyikan lagu Satu-satu Aku Sayang Ibu. Ajak anak ikut bergembira agar di kegiatan dongeng nantinya anak akan menikmati. Bunda juga perlu menyiapkan krayon atau pensil warna untuk melengkapi dongeng yang Bunda ciptakan. Tentu saja Bunda sudah memiliki tokoh imajinasi yang akan digunakan untuk menjadi tokoh dalam dongeng.

Contoh tokoh imajinasi untuk dongeng sederhana yang mengenalkan konsep bilangan adalah angka satu sampai lima yang Bunda buat hidup. Masing-masing angka melakukan pengembaraan untuk menemukan kelompok benda yang jumlahnya sesuai dengan bilangan tersebut. Misalkan angka satu mencari kelompok benda yang jumlahnya satu. Bunda bisa libatkan anak dengan menggambarkan kelompok benda lainnya yang jumlahnya sesuai bilangan yang sedang mengembara. Selipkan nilai moral saling menolong ketika ada bilangan yang belum berhasil menemukan kelompoknya. Hingga akhirnya semua angka menemukan kelompoknya.

Di atas hanyalah contoh tokoh imajinasi yang bisa Bunda gunakan. Bunda bisa berkreasi dengan tokoh lainnya. Mudah bukan, Bunda? Yuk, mendongeng agar Matematika lebih mudah dipahami oleh anak.

#ODOPOKT3
#Tulisan ini diikutsertakan dalam program One Day One Post Blogger Muslimah

4 komentar:

Lendy Kurnia Reny mengatakan...

Iyaa bangeett, mba Lisa..
Aku kalo denger Matematika...langsung puyeeng...

Semoga dengan pembelajaran yang menyenangkan, bisa membuat anak-anak lebih mencintai angka dan kawan-kawannya kelak.

HERU WIDAYANTO mengatakan...

Blogmu kok uapik ngene iki piye nek desain, Lis?
Ajarai aku

Dian Restu Agustina mengatakan...

Anakku yang pertama suka Matematika..yang kedua anti Matematika ..:D
Trims tipsnya..bisa dicoba nih Mbak Lisa :)

Munasya mengatakan...

Saya sendiri dari dulu suka banget matematika, selalu bikin hati tertantang untuk menaklukkannya. Tapi anak-anak sekarang emang susah diajarin matematika, cara mendongeng gak akan berhasil jika sudah kena rumus porogapit

Posting Komentar