27 Januari 2018

Asyiknya Memulai Mandiri di Usia Batita

Siapa sih, yang tidak ingin memiliki anak yang mandiri? Pasti setiap orang tua mendambakan mempunyai anak yang mandiri. Lalu, apakah ada cara yang bisa dilakukan agar anak bisa mandiri? 

Mandiri merupakan sikap yang dibentuk, bukan tiba-tiba atau secara instan akan terbentuk dengan sendirinya. Tidak. Melalui latihan dan proses yang berulang, kita sebagai orang tua dapat menanamkan kemandirian pada anak sejak usia batita. Tentu saja kemandirian yang kota inginkan, tidak sama ya, seperti mandiri yang ditunjukkan oleh orang dewasa. 

Beberapa hal di bawah ini adalah tindakan sederhana yang bisa dilakukan pada anak usia batita untuk melatih kemandirian mereka:

• Sebelumnya, pastikan ada kekompakan antara kita sebagai orang tua dengan pengasuh. Kalau tidak, bisa bubar jalan nanti. Orang tua menetapkan A, pengasuh menetapkan B karena satu dua alasan. Berabe kan? Untuk itu, sepakati bersama dengan pengasuh hal-hal mandiri apa saja yang Anda inginkan sebagai orang tua. 

• ‎Latih anak untuk membereskan mainannya sendiri. Tentu saja dengan arahan dan pengawasan yang baik ya. Ingin anak mandiri, bukan berarti lantas melepaskan anak tanpa arahan yanh benar. Di usia batita anak sudah mampu membereskan dan merapikan mainannya sendiri.

• ‎Mulai meminta anak melepaskan dan memakai bajunya sendiri. Awalnya mungkin anak akan memakai bajunya terbalik atau tidak seperti yang kita inginkan. Namun, lama-lama anak pasti akan senang melakukannya sendiri.

• ‎Mengijinkan anak untuk makan sendiri. Permulaan makan sendiri, pasti akan menambah daftar pekerjaan orang tua, yaitu membersihkan makanan yang terjatuh. 

• ‎Memakai sepatu sendirian, tindakan sederhana ini ternyata mampu melatih anak agar mandiri. Jika di awal memakai sepatu terbalik, biarkan dulu. Lama kelamaan anak akan mampu melakukannya sendiri dengan benar. 

• ‎Meminta anak untuk merapikan bantal dan gulingnya ketika bangun dari tidur adalah hal sederhana lainnya yang bisa kita lakukan untuk melatih anak agar mandiri 

• ‎Melibatkan anak dengan pekerjaan rumah. Tentu saja disesuaikan dengan usia anak ya. 

• ‎Berikan kepercayaan kepada anak untuk membawa barangnya sendiri. Misalkan meletakkan pakaian kotornya ke dalam keranjang. 

Itulah tindakan sederhana yang bisa diterapkan untuk melatih kemandirian anak sejak kecil. Selalu ingat untuk memberikan pujian jika anak berhasil melakukannya. 

#SatuHariSatuKaryaIIDN

10 komentar:

Dian Restu Agustina mengatakan...

Mbak blognya makin ketjeee...tambah betah sayaaa:)
Keren tipsnya Mbak..makasih sudah diingatkan
Kalau di rumah, yang nggak kompak saya dan Bapaknya..hahaha..Yang satu aturan begini, yang lain kadang begitu. Anake jadi bingung sendiri..duh

lisa lestari mengatakan...

Hahahha... Harus kompak mbak. Hooh, anak suka bingung kalau beda begitu

Novarina DW mengatakan...

Terkadang masih terdapat beda komunikasi di rumah sehingga menyebabkan kebingungan pada anak ya mbak Lisa.

Terima kasih sharingnya

Semangat dengan *satu hari satu karya* ya mbak ^^

lisa lestari mengatakan...

Betul mbak, harus kompak dulu

Rina mengatakan...

Memang susah untuk mengajarkan anak mandiri, butuh kesabaran ekstra. Kadang kita suka enggak sabar menunggu anak melakukan sesuatu sendiri, sehingga mau tidak mau ikut turun tangan. Nah di sinilah perlunya melatih kesabaran dari kita.sukses buat mba lisa.enak dibaca nih artikelnya

Amallia Sarah mengatakan...

Alhamdulillah anak aku diusianya 15 bulan sudah bisa pakai sepatu sendiri mbak walau masih belum benar. Skrg aku lagi mw coba lepas DOT. Supaya ganti ke gelas atau sedotan aja.

IndiRa mengatakan...

Kami sedang berjuang mengajarkan kemandirian pada anak juga Mbak Lisa. Thank youuu tipsnya akan saya coba yaaa

lisa lestari mengatakan...

Makasih bu sudah berkunjung

lisa lestari mengatakan...

Nah, anakku yang kedua lumayan ekstra buat lepas dot

lisa lestari mengatakan...

Yuk, semangat mbak. Saya juga masih belajar

Posting Komentar

 
Copyright © Dunia Lisa
Blogger Theme by BloggerThemes Sponsored by Busy Buzz Blogging