26 Januari 2018

Tips Mengatasi Ketakutan Anak Terhadap Hewan


“Ayo, Sayang, buruan diambil mau bawa mainan apa ke ambunya,” kata saya kepada El, si bungsu. Maklum, dia akan berangkat bersama kami. Saya mengantar anak nomor dua ke sekolahnya, menitipkan El kepada ambu pengasuhnya, dan si sulung bareng saya menuju ke sekolah.




“Iya,” dengan cadel El menjawab sambil sibuk mengambil kantong kresek untuk membawa Robocar Polinya.



Saya pun kembali mengambil jaket dan menyiapkan keperluan El di belakang. Tak lama kemudian, saya mendengar suara cadel El.



“Mbok, tuyun dayi motoy dede, tuyun!” berkali-kali El meminta kucing yang suka nebeng makan di rumah bareng pus rumah untuk turun. Saya hanya sekilas melongoknya. Nggak pernah berpikir kalau El akan melakukan sesuatu kepada simbok kucing. Tiba-tiba ....



“Mama ...! Akiiit!” Suara tangis El mengagetkan saya yang masih menyiapkan sayur makan El. Dengan panik saya berlari ke depan, takutnya dia terjatuh. Dua kakaknya juga bergegas menghampiri adiknya.



“Dede kenapa?” serempak kami bertiga menghampiri El.


Bocah dua tahun itu sambil menjerit menunjukkan tangan kanannya yang berdarah. Lima goresan memanjang dari punggung telapak tangan hingga ke pergelangan tangan. Saya sedikit bergidik ngeri, duh, pasti sakit banget. Pantas El menjerit kencang.

Saya bergegas memeluknya, mendekapnya, dan berusaha menenangkannya. Sambil menenangkan, saya oleskan pelan-pelan obat herbal di tangannya, walaupun saya tahu, dia pasti akan bertambah menjerit. Maklum, agak-agak lebai nih bocah kalau nangis. Dalam hati berdoa, semoga nggak dalam serta tidak menimbulkan trauma ketakutan terhadap kucing.

Ya, El kecil dicakar kucing liar, bukan kucing peliharaan kami. Kalau kucing yang kami pelihara, nggak akan berani melakukan tindakan sekejam ini. Bisa saya embargo jatah makan siangnya. Hahaha....

Pernahkan anak Bunda mengalami hal seperti El? Karena satu dan yang lain hal, anak menjadi takut terhadap binatang. Apakah El setelahnya trauma? Alhamdulillah, tidak. Sesudah dicakar, sorenya dia manggil-manggil lagi simbok untuk masuk rumah dan makan nasi jatah dia.

Jika ada salah satu anggota keluarga terutama anak pernah mengalami hal yang sama dengan El, dicakar atau mendapat perlakuan yang tidak menyenangkan dari binatang tersebut, Bunda bisa berikan tips-tips berikut untuk mengurangi  ketakutan buah hati terhadap binatang:

1       1. Kenali terlebih dahulu sebab keyakutan anak terhadap binatang. Apakah karena orang tua yang suka menakut-nakuti anak agar mau melakukan sesuai keinginan orang tua sehingga menggunakan dalih tersebut? Misalkan begini, ada orang tua yang suka mengatakan begini, “Ayo makan, kalau tidak dihabiskan nanti digigit kucing lho!” Lha, nyambungnya ke mana ya? Atau, “Ayo, tidur. Nanti dimakan anjing!” dan banyak lagi ungkapan yang sebetulnya salah tapi digunakan untuk menakuti anak dengan dalih pembenaran. Jika ini yang terjadi, maka orang tua harus terlebih dahulu mengubah kebiasaan tidak baiknya tersebut.

2     2. Apabila anak sudah cukup besar, tanyakan alasannya kenapa dia takut terhadap binatang. Apakah sama kasusnya seperti El, karena pernah digigit atau disakiti?
     
3    3. Kalau sudah diketahui sebab dan alasan ketakutan anak, maka kenalkan secara bertahap kepada anak dengan cara memberikan pengalaman positif. Tentu saja secara perlahan dan bertahap ya. Bisa dimulai dengan menceritakan sebuah dongeng dengan tokoh hewan, mengajak anak bermain peran tentang tokoh hewan tersebut. Dari dongeng yang dibacakan atau saat bermain peran, jangan lupa untuk menyelipkan nasihat agar menyayangi hewan.

4     4. Mengenalkan kepada anak hewan-hewan melalui gambar.

       5. Bisa juga mengajak anak untuk memberi makan hewan tersebut, sambil mengajarkan kepada anak bagaimana memperlakukan hewan agar tidak dicakar atau digigit.

     6. Sesekali ajak anak ke Pet Shop agar anak juga mengenal secara langsung binatang yang membuatnya takut itu tidak menyeramkan.

Jadi, bagaimana Bunda? Semoga tips di atas membantu agar anak tidak takut lagi terhadap binatang. Karena binatang juga merupakan makhluk ciptaan Tuhan yang perlu kita sayangi juga.

39 komentar:

Dian Restu Agustina mengatakan...

Mbak, anakku sempat takut sama kucing..punya tetangga, padahal anggora lho..jadi si kucing ini sebenarnya cuma mau main. Tapi karena badannya yang gede, bulu lebat, hitam..anakku jadi ngelihatnya kok ngeri..
Tapi makin besar enggak lagi sih..
Makasih tipsnya, bermanfaat ini:)

Damar Aisyah mengatakan...

Si Najwa gitu Mbak. Gara2 pernah dicakar juga, skrg gak mau dekat2. Skrg mau rada anti sm binatang

Nurul Fitri Fatkhani mengatakan...

Alhamdulillah, anak-anak saya gak ada yang takut dengan binatang. Yang kecil malah, senang sekali dengan binatang, lihat binatang apa pun pasti dia dekati.

lisa lestari mengatakan...

Xixixxi.. Iyo mbak, karena badannya gede jadi medeni. Alhamdulillah kalau sekarang enggak takut lagi

lisa lestari mengatakan...

Hooh mbak, abine juga kecilnya dulu begitu. Eee nikah sama aku, pecinta kucing. Hahahahha

lisa lestari mengatakan...

Alhamdulillah ya cikgu. Anak anak di rumah juga senang dengan binatang

Dwi Arum mengatakan...

Anakku sih sebetulnya pemberani, cuma akunya yang gelian sama hewan. Sama kucing aja aku njerit, anakku malah yang ngelindungin, hihii jadi terharuu..

lisa lestari mengatakan...

Padahal kucing imuuut yaaa

lita chan lai mengatakan...

tetanggaku juga ada yg takut kucing. padahal kucing lucu ya. cm aku malas kalau di deketin kucing. suka ngusel2 dikaki.

Novia Syahidah Rais mengatakan...

Saya waktu kecil suka banget sama kucing, sampai 7 ekor di rumah. Dan cuma satu yang matinya ketemu, yang lain entah mati di mana. Kata orang kucing memang misterius soal tempat matinya.

Amallia Sarah mengatakan...

Aku takut banget am uler mbak. Lebih ke geli sih. Tapi Alhamdulillah anak aku masih kecil berani, bahkan ngebet banget klo liat binatang...

lisa lestari mengatakan...

Xixixi.. Iya, kesukaan kucing suka ndusel ndusel begitu

lisa lestari mengatakan...

Wah, kasihan. Alhamdulillah kucing di rumah matinya selalu ketahuan dan akhirnya dikubur

lisa lestari mengatakan...

Alhamdulillah

Nia Tiara mengatakan...

Kucing mang binatang yg lucu. Apalagi kalau lagi laper...

denik mengatakan...

Wah, boleh juga Mba tipsnya. Tapi utk hewan tertentu aku tetep gak berani...hihihi

Dwi Ariyuni mengatakan...

wah ini sih tips penting buat masa depan aku hehe... maklum masi lajang.

Elva Susanti mengatakan...

Wah kucing sering banget dulu waktu kecil saya gendong kmana2 mbak. Makasih ya tipsnya

April Hamsa mengatakan...

Saya suka hewan, kucing, anjing dll jd anak2 jg gak takut kalau deket2 hewan2 ini. Tapi saya benci kecoak dll, kalau liat mereka saya tereak2, cuma gak takut, hanya risih, eh anak2 ikutan tereak2 kalau liat kecoak dll itu. Jd saya simpulkan anak takut krn kita jg takut.AKhirnya skrng saya kalau liat kecoak action dulu, sambil jelasin aja itu hewajn menjijikan tapi gk usah takut hehe.

Nuree Patria mengatakan...

Kalu saya takut sama anjing, soalnya pernah diisengin orang di jalan, suruh anjingnya ngejar-ngejar saya dan seorang teman, sampai sendal kami ketinggalan :D

lisa lestari mengatakan...

Betuuullll.. Tos aahh

lisa lestari mengatakan...

Hihihihi.. Podooo mbak. Ini khusus kucing aja

lisa lestari mengatakan...

Asyiiikkk.. Xixixixi

lisa lestari mengatakan...

Sama sama mbak. Sama nih, saya dari kecil juga suka Kucing

lisa lestari mengatakan...

Wkwkwkwkwk... Betul mbak, ketakutan memang terkadang melihat dari yang kita contohkan.

lisa lestari mengatakan...

Saya dulu juga pernah dikejar anjing, tapi nggak kapok. Hahaha, masih suka sama hewan berambut ini

Ophi Ziadah mengatakan...

Dari ketiga trio krucilsku, satu yg takut kucing nih
Tp kayaknya krn dulu ibunya juga takut kucing hahaha
Tp lama2 kyknya berubah krn adik2nha suka bgt makah am
Kucing

Natara mengatakan...

Anakku paling takut sama lalat masa mbak... hihihi... kalo ada lalat satu saja sudah heboh pakai banget dia..

Iecha mengatakan...

Saya udh bukan anak2 lg, tapi masi takut sama kecoa terbang. Gak ada trauma, gak pnah ditakut2in. Cuma kyanya kecoa terbang itu menyeramkan

Novitalevi mengatakan...

Kasian ya kalau anak2 jadu trauma sama binatang jadi gampang geli an... Tapiemang hrs di biasakan biar ga berkelanjutan

zahrina firda mengatakan...

boleh ku praktekkan nnti klo udh nikah mba hehehe, maklum masih singleeee

Leila Niwanda mengatakan...

Ada nggak sih Mba, batasan di mana upaya kita itu 'enough'? Maksudnya, menyayangi kan nggak harus juga berani berdekatan, bisa lewat cara lain, hehehe. Soalnya siapa tahu ada phobia yang memang sulit dienyahkan.

dewi mengatakan...

mbaak, makasih tips2nya.. Saya kadang2 suka ajak anak nonton nat geo wild. Tapi memang bagi dia sih binatang2 buas itu bagi dia udh agak menyeramkan dari wajah hewan tersebut yang garang dan ganas hahahaa. Tapi kalau yang lucu kayak kucing seneng banget. kebetulan di rumah ortu saya ada kucing yg suka tidur di teras, jd anak saya suka ajak ngobrol :D

lisa lestari mengatakan...

Bisa jadi nih.. .

lisa lestari mengatakan...

Hihihihi... Anakku dulu yang sulung takut semut mbak

lisa lestari mengatakan...

Hahahahahaha...

lisa lestari mengatakan...

Siiippp

lisa lestari mengatakan...

Betul mbak, minimal nggak menyiksa yaa, itu batasan saya.

lisa lestari mengatakan...

Alhamdulillah

Posting Komentar

 
Copyright © Dunia Lisa
Blogger Theme by BloggerThemes Sponsored by Busy Buzz Blogging