21 Januari 2019

Kisah Masa Lalu dari Pohon


Pernah mendengar tentang kisah buah maja yang pahit rasanya, lalu diabadikan menjadi nama sebuah kerajaan yaitu kerajaan Majapahit? Kalau saya sih, pertama kali membaca tentang asal-usul Kerajaan Majapahit saat kelas III SD. Waktu itu setiap kehabisan bahan bacaan, saya mulai mencari cari majalah milik bapak atau ibu. Majalah ibu adalah majalah Kartini atau Sarinah. Milik bapak adalah majalah Jayabaya yang berbahasa Jawa. Bahkan saya mulai ngefans sama tokoh Anglingdarma juga dari majalah Jayabaya milik bapak tersebut.


Kebetulan bapak orangnya apik, semua edisi majalah lama beliau bundel sesuai urutan keluarnya. Sehingga saya membacanya pun urut dan enak. Menikmati cerita dalam versi bahasa jawa. Sejak tahu tentang asal-usul nama Majapahit, saya selalu membayangkan tentang buah maja yang rasanya pahit. Benar enggak sih, kalau buah maja itu rasanya pahit seperti dalam kisah tersebut?

Atau pernahkah mendengar tentang daun lontar yang dijadikan kertas untuk menulis? Bagaimana pula dengan pohon Kalpataru yang abadi terukir pada dinding-dinding candi? Apakah mereka juga memiliki kisah?

Pohon Maja yang Tak Pahit

Hasil gambar untuk gambar pohon maja
goodnewsfromindonesia.id
Benar nggak sih, pohon Maja rasanya pahit? Ternyata pohon Maja buahnya tidak pahit seperti yang diceritakan oleh tentara yang membangun kerajaan Majapahit. Pohon Maja termasuk salah satu pohon yang tahan banting, yang bisa hidup ada suhu 49 derajat celcius hingga -7 derajat celcius. Pohon Maja juga bisa tumbuh pada ketinggian 1200 meter di atas permukaan laut. Tidak hanya tumbuh di tanah kering, pohon Maja juga bisa tumbuh di tanah rawa. Masalah tanah rupanya bukan halangan baginya untuk tumbuh. Keren ya?

Buah Maja memang bisa dimakan kalau sudah matang dan rasanya juga manis. Buah Maja ini termasuk keluarga jeruk-jerukan. Bahkan buah Maja bisa dibuat selai atau sirop lho!

Lalu, kenapa prajurit Raden Wijaya berteriak pahit ketika makan buah Maja? Bisa jadi buah Maja yang dimakan saat itu masih mentah. Coba kalau buah Maja yang sudah matang, pasti rasanya manis. Trus saya jadi membayangkan, seandainya waktu itu prajurit Raden Wijaya makan buah Maja yang manis, apakah kerajaannya akan dinamakan menjadi Majamanis? Hehehe...

Pohon Lontar yang Banyak Gunanya

Hasil gambar untuk gambar pohon lontar
greeners.co
Pohon Lontar merupakan keluarga tanaman Palma yang tingginya mencapai 30 meter. Wow, tinggi sekali ya! Daun Lontar berbentuk seperti kipas yang tumbuh di puncak pohon.

Kini Lontar sudah jarang digunakan sebagai kertas. Namun, kita harus tetap ingat kalau dahulu lontar banyak digunakan mulai dari ujung atas hingga ujung bawah pohon.

Daun-daun lontar masih digunakan untuk bahan baku pembuat tikar, tas, atau pun aneka kerajinan lainnya. Bahkan alat musik tradisional juga masih menggunakan daun lontar, yaitu alat musik Sasando dari Nusa Tenggara Timur.

Bagaimana dengan buahnya? Apakah buahnya bisa dimakan? Ternyata buah lontar enak lho. Buah lontar sekilas memang mirip dengan kolang-kaling. Tapi rasanya lebih enak. Batang lontar juga dimanfaatkan untuk dijadikan bahan bangunan atau juga kerajinan.

Lontar memiliki banyak nama. Dia disebut juga dengan nama tua oleh masyarakat Timor, orang Sumbawa menyebutnya juntal, orang Toraja menyebutnya dengan nama lontara, sedangkan orang Ambon menyebutnya lontoir  dan taal oleh orang Madura.

Pohon yang Melindungi

Hasil gambar untuk gambar pohon beringin
m.kwikku.com
Bagaimana dengan kisah pohon Kalpataru yang digambarkan pada dinding candi-candi? Ternyata pohon yang disebutkan sebagai pohon kalpataru hanya merupakan simbol saja. Kalpa berarti kehidupan, Taru artinya pohon. Lalu, seperti apakah pohon kehidupan ini?

Pohon kehidupan yang digambarkan pada dinding candi Borobudur atau candi Prambanan merupakan gambaran untuk pohon yang rimbun dan tempat berteduh banyak makhluk. Jadi, Kalpataru hanya merupakan simbol saja. Ada pohon yang diibaratkan sebagai pohon Kalpataru ini, yaitu pohon Beringin dan pohon Bodhi. Pohon beringin masih kita jumpai di beberapa tempat. Sedangkan pohon Bodhi bisa kita lihat di halaman candi Borobudur. Kedua pohon ini memiliki fungsi sama, yaitu bisa digunakan untuk berteduh saat cuaca panas dan keduanya juga bisa dijadikan tempat tinggal aneka makhluk hidup.

Hasil gambar untuk gambar pohon bodhi
pohon Bodhi sumber: manfaat.co.id
Mari kita lihat di sekitar, siapa tahu ada pohon-pohon lainnya yang juga punya kisah dari masa lalu seperti kisah pohon-pohon di atas? Yuk, cerita di sini!

Tulisan ini diikutsertakan dalam program ODOP bersama Estrilook Community.

#ODOP
#EstrilookCummunity
#Day21

13 komentar:

Dwi mengatakan...

Masya Allah baca karakteristik buah Maja, betapa tumbuhan walau tak bisa bergerak layaknya manusia tapi dia bisa mempertahankan diri ya dari cuaca ekstrem.

lisa lestari mengatakan...

Betul banget mbak

denik mengatakan...

Baru tahu Mba tentang buah Maja. Terima kasih sharingnya. Jadi tambah ilmu.

Leila Niwanda mengatakan...

Ma sya Allah, Mba...jadi ingat ini koleksi majalah Jayabaya dan Panjebar Semangat alm.mbah kakung (lanjut alm.pakdhe yang serumah yang langganan) udah pada entah ke mana huhuhu..... Harusnya bisa yaa ditelatenin begini. Dulu kalau alm.papa sih bundelin majalah Bobo sama Buncil bonus Ayahbunda yang kami langganan juga, tapi begitu krismon stop bundel karena agak lumayan biayanya.

Novia Syahidah Rais mengatakan...

Saya malah baru tau kalo kerajaan Majapahit berasal dari nama buah Maja. Hehe mungkin semacam cerita rakyat atau legenda yang sebenarnya bukan fakta ya.

lisa lestari mengatakan...

Sama sama mbak

lisa lestari mengatakan...

Hihihi..betul mbak. Bapak saya yang telaten, bobo saya juga nggak bundelan.

lisa lestari mengatakan...

Hihi..konon ceritanya begitu uni. Bisa jadi memang hanya legenda

April Hamsa mengatakan...

Bukan majamanis tapi majalegi. Legi bahasa Jawanya manis hehe :P
Aku blm pernah liat sendiri buah Maja mbak :D
Iya ya ortu zaman dulu rajin membundel majalah dan klipping2. Kalau skrng tinggal browsing hehe :D

Novitalevi mengatakan...

Buah Maja bisa d makan ga sii mba , soalny ada buah yg tidak bisa d makan . Baru tau Majapahit dr nm.buah hihihi

Dian Restu Agustina mengatakan...

Buah Maja digalakkan lagi ditanam di Jawa Timur..Tapi aku baru tahu kalau rasanya jika matang manis hihihi. Karena tahu pohon dan buahnya tapi enggak pernah merasakan rasanya.
Cerita masa lalu dari pohon sedemikian menarik ya Mbak Lisa...seneng bacanya saya

Visya Al Biruni mengatakan...

Kalpataru.. pernah denger waktu SD, tapi nama kelompok prsmuka hehe ternyata itu nama pohon yaa mirip beringin

Elva Susanti mengatakan...

Belum pernah lihat buah maja, apalagi kisah2nya. Jadi pengen jak keluarga traveling kesana nih jadinya

Posting Komentar

 
Copyright © Dunia Lisa
Blogger Theme by BloggerThemes Sponsored by Busy Buzz Blogging