27 Maret 2018

Atasi Diare Tanpa Bertele-tele



Hasil gambar untuk gambar orang diare
duniainformasikesehatan.com

Pada awal tahun 2010, saya mendapatkan tugas penempatan di sebuah daerah yang cukup jauh dari tempat tinggal. Senang? Tentu saja. Dari sekian pelamar, saya ada di antara salah satu mereka. Meskipun SK penempatannya jauh dari bayangan. 40 km jaraknya ciin... dengan kondisi jalan yang membuat jantung saya harus dipegangi dengan kuat. Takut lompat soalnya. Hahaha ....


Mendapatkan SK penempatan di ujung timur Kabupaten Bogor sebagai abdi negara, tentu saja memiliki resiko yang tidak sedikit. Medan yang sulit dijangkau dengan transportasi mobil –adanya ojek, itu pun hanya ojek tertentu yang bersedia- membuat saya selalu was-was sepanjang perjalanan. Saya yang terbiasa dengan sepeda mini untuk memendekkan jarak, mau tidak mau harus bisa menggunakan kuda besi. Ditambah dengan cuaca yang tiba-tiba berkabut dan hujan turun tanpa kompromi, rasanya makin membuat hati saya menciut. Ikut terbawa suasana dingin hawa pegunungan. Ini agak lebay yaa.

Bulan-bulan pertama ditugaskan dengan menempuh jarak yang sangat jauh, saya sering mengalami diare. Kondisi kehujanan ketika pulang sekolah atau di tengah jalan, menjadi salah satu penyebab diare melanda saya. Kalau sudah terkena diare, saya angkat tangan deh, menyerah dan rasanya ingin tidak ingin berangkat ke sekolah. Saya harus bolak balik ke kamar mandi. Dan tubuh lemas sekali, hingga berimbas dengan tensi darah yang ikut terjun bebas. Kan makinlemes tuh badan.

Sebetulnya, apa sih diare itu?
Menurut www.aladokter.com, diare adalah suatu kondisi yang ditandai dengan encernya feses atau tinja yang dikeluarkan dengan frekuensi buang air besar (BAB) lebih sering dibandingkan dengan biasanya.

Lalu, apa penyebab diare?
Sebetulnya, diare sendiri merupakan respon dari tubuh ketika diserang dan melawan zat berbahaya tersebut. Zat berbahaya ini bisa berasal dari virus, bakteri, atau senyawa lainnya.

Bagaimana mengatasi diare tanpa obat?
Meskipun diare bisa sembuh dengan sendirinya seiring dengan kekebalan tubuh, kita harus tetap memerhatikan hal-hal berikut:

1.      Konsumsi Air Bening
Ketika tubuh kita mulai lemas, asupan air bening harus lebih banyak agar terhindar dari dehidrasi. Hal ini juga dimaksudkan untuk mengganti cairan tubuh yang hilang.

2.      Makan Makanan yang mudah dicerna
Lebih baik tidak mengonsumsi makanan yang berat dicerna, seperti makanan yang pedas, berminyak, berlemak, dan manis. 

3.      Puasa Dahulu Makanan Tertentu
Jika penyebab diare karena selesai makan makanan pedas, maka makanan satu ini wajib dihindari agar diare tidak semakin parah. Untuk itu, perlu diselidiki makanan apa yang menyebabkan kita mengalami diare. Jika sudah tahu, sebaiknya dihindari.

Obat Apa yang Tepat Untuk Diare?
Pengalaman saya sih, saya cukup menggunakan obat herbal untuk mengatasi diare. Dahulu Walaupun sering diare di awal tugas, biasanya tidak pernah berlangsung lama. Keesokan harinya,  tubuh saya sudah mulai fit kembali. Berhubung saya ditugaskan di daerah pegunungan, otomatis obat ini mudah sekali saya dapatkan.

Apa sih obatnya?


1.      Daun Jambu Biji
Saya akan mengambil beberapa lembar daun jambu biji yang masih muda. Saya akan menambahkan sedikit garam untuk mengunyahnya. Jadi, daun jambu biji akan saya kunyah bersama sedikit garam. Rasanya? Nggak enak sih, tapi itu lah obat yang saya suka dari pada harus menelan pil. Hehehe ....

2.      Teh Pahit dan Kental
Biasanya saya akan menyeduh teh. Bukan teh celup ya, lebih enak jika menggunakan teh tubruk. Saya letakkan dalam gelas dan seduh dengan air panas. Tehnya sedikit lebih banyak ya, untuk mendapatkan teh yang kental. Selagi hangat, teh pahit ini diminum.

Dua obat alami di atas menjadi andalan saya saat diare datang tanpa permisi. Insya Allah, diare akan pergi dengan cepat. Alhamdulillah, tidak sampai ke dokter. Ditambah, saya mulai memperhatikan perlindungan saat berkendara jauh. Seperti memakai jaket tebal agar saya tidak mudah kedinginan saat kehujanan. Jas hujan yang saya pakai juga berlapis dua, untuk menghindari tubuh yang rentan diare. 

Namun, jika sahabat mengalami diare dalam waktu lama, lebih baik segera hubungi dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Diare tidak boleh lama-lama melanda kita, untuk itu atasi diare dengan tepat dan benar.

Kalau sahabat sekalian, apa yang kalian lakukan untuk mengatasi diare?

#SeputarDiare
#AgenKeluargaSehatIndonesia
#ibuberAKSI


28 komentar:

Nucky Prayanta Natalius mengatakan...

wah ternyata tidak ribet dan sangat mudah untuk di praktekan ya. Cukup minum air saja sudah bisa atasi diare..

Dian Restu Agustina mengatakan...

Mbak, saya sampai nanam pohon jambu biji karena termasuk tanaman obat antara lain untuk mengatasi diare ini :)

Novarina DW mengatakan...

Pas diare kadang aku juga menyeduh teh tubruk. Yang kental. Biasanya cukup manjur. Tapi juga minum obat bila nggak sembuh juga

Anggarani Ahliah Citra mengatakan...

Dulu waktu kecil aku suka makanin daun jambu biji yg masih muda, Mba. Pakai garem sedikit jadi berasa lalapan. Sekarang susah nyari pohonnya. Udah jarang yg punya

D. Isnaini Fadhilah mengatakan...

Memang bener, resep tradisional obat warisan orang tua kita kadang gak boleh dipandang sebelah mata hihi. Saya sendiri mengalaminya, mbak. Saat ini saya baru pasca kuret dan orang tua tiap hari nyekokin saya pake rebusan air daun sembung - saya gak tau bahasa Indonesianya hehe, alhamdulillah baikan - padahal awalnya saya tipe pemakan obat RS melulu dan gak percaya obat herbal.

Baiq Rosmala mengatakan...

Saya kalau diare biasanya buah jambu biji yang masih muda banget itu saya kunyah. Tapi kalau gakada buahnya, daun pun jadi. Ditumbuk terus diseduh air panas dan disaring dulu sebelum diminum. Karena saya belum bisa makan daunnya langsung kayak mba :D

shela anjar rani mengatakan...

Kalau saya cukup minum air putih saja mba...kalau harus mengunyah daun jambu biji bersama garam gak tahan yang ada mual2 hehe :)

Bunda Erysha (yenisovia.com) mengatakan...

Wah diare sesuatu yang ga enak banget dan bikin lemes ya bun. Saya juga sebagai ibu berusaha memperhatikan kebersihan anak juga, karena anak itu lebih rentan kena diarenya. Karena anak saya masih kecil jadi semua dinasukin ke mulutnya. Jadi bikin emak-emakbya harus rajin cuci tangan juga

denik mengatakan...

Pohon jambu bijinya sudah jarang ditemui. Padahal saya cocoknya pakai itu.

azkail mengatakan...

ga cuma buahnya yang bermanfaat, daunnya juga ya. ini resep andalan eyang uti di rumah. hehehe. manjur

Aulia Rahmah Alhafidz mengatakan...

alhamdulillah belum pernah diare, pasti keganggu banget nih kerjaan kalo diare *suka liat temen*

Unni riska mengatakan...

Di tempat kami obatnya denga makan Salak mbak

Lisa mengatakan...

Iya mbak dian. Suami juga akhirnya nanam pohon ini.

lisa lestari mengatakan...

Untuk mencegah dehidrasi mbak

lisa lestari mengatakan...

Alhamdulillah saya biasanya nggak sampai minum obat mbak.

lisa lestari mengatakan...

Xixixixi.. Bener yaa, jadi berasa lalapan.

lisa lestari mengatakan...

Waahh, semoga lekas sehat ya mbak.

lisa lestari mengatakan...

Rasanya sama kali yaa kalau diseduh

lisa lestari mengatakan...

Hahaha.. Iya yaa, suami juga suka nolak. Pilihnya teh pahit

lisa lestari mengatakan...

Benar sekali mbak.

lisa lestari mengatakan...

Ke sini mbak, banyak nih.

lisa lestari mengatakan...

Betul, resep mujarab

lisa lestari mengatakan...

Wah, daya tahan tubuhnya oke banget tuh.

lisa lestari mengatakan...

Iya, katanya salak juga bisa dipakai sebagai obat.

Ida Rahmanto mengatakan...

Banyak sih sebenarnya alternatifnya. Daun jambu biji, kunyit, delima mentah, yakult juga bisa

Siska Dwyta mengatakan...

Sy sering langganan kena diare nih klu pergi ke tempat baru dan makan2makanan setempat? Mungkin krn kondisi perut nggak cocok kali ya... dan klu udah gt biasanya cuma perbanyak minum air putih atau klu diarenya masih berlangsung terpaksa beli obat diare di apotik eh padahal seharusnya ada obat yg lebih praktis dan aman ya mbak, kayak obat2 herbal yg mbak sebutkan di atas.:)

Siska Dwyta mengatakan...

Sy sering langganan kena diare nih klu pergi ke tempat baru dan makan2makanan setempat? Mungkin krn kondisi perut nggak cocok kali ya... dan klu udah gt biasanya cuma perbanyak minum air putih atau klu diarenya masih berlangsung terpaksa beli obat diare di apotik eh padahal seharusnya ada obat yg lebih praktis dan aman ya mbak, kayak obat2 herbal yg mbak sebutkan di atas.:)

Yurmawita mengatakan...

Teh pahit dan daun jambu biji emang terbukti ya sembuhkan diare, apalagi di musim hujan sekarang jadi rentan nih

Posting Komentar