09 Juni 2016

Tak Sehangat Pelukanmu (bagian 4)

Ini sudah hari kelima Miko meninggalkan rumah. Meninggalkan ibunya. Tidur di mana saja untuk memejamkan mata. Beralaskan apa saja. Tak peduli hanya kertas bahkan tanah yang dingin. Ketika langit memuntahkan airnya, Miko akan berlari mencari tempat berteduh. Terkadang badannya sudah kuyub barulah dapat berlindung dari air langit. 

Badan Miko terlihat kurus. Tak terawat. Rambutnya nampak kusut. Bercampur tanah. Miko makan dengan apa yang dia dapatkan. Masih tak ingin mencari dari tempat sampah. Menunggu sisa Boni. Saat ia mendapatkan tulang ikan, terkadang direbut paksa oleh temannya yang lain. Miko hanya pasrah. Tak pernah melawan. Perut lapar ditahannya. Pernah seharian perut Miko hanya berisi air.

Miko ingin pulang. Ia rindu makanan rumah yang selalu sama tiap harinya. Rindu teriakan empunya setiap sore agar segera pulang dari bermain. Begitu merindukan, apalagi dengan dekapan hangat Ibunya setiap tidur. Jilatan Ibunya di sekujur tubuhnya. Empuknya alas ia tidur juga sangat Miko rindukan.

Miko mengeong pelan. Tubuhnya bangkit dari rebahan. Dikibaskan ekornya berkali-kali. Kepalanya menggeleng. Kalung di lehernya berbunyi. Ia harus segera pulang. Pengalaman lima hari ini sudah cukup baginya. Berjuang mencari makanan sendiri sungguh tak enak. Bersaing dengan mereka yang sudah terlebih dahulu dibesarkan alam. Miko tenggelam karena tak terlatih.

Kemarin sudah ia ungkapkan kepada Boni keinginannya pulang. Boni hanya tertawa dan mengatakan pengecut padanya. Miko tak peduli. Keinginannya.sudah bulat untuk kembali pulang.

Miko berjalan menyusuri kebun pisang tempatnya tinggal saat malam menyelimuti. Ia gunakan segenap inderanya untuk berjalan pulang. Rindu akan Ibu dan semuanya. Tak peduli lelah kakinya. Terkadang Miko berlari kecil agar segera sampai di rumah. Bau tubuh Ibu sudah tercium. Miko mempercepat larinya. 

Tubuh terengah. Tapi Miko senang. Dijilati tubuh Ibunya sambil mengeong dan berputar. Ibunya juga melakukan hal sama. Menjilati tubuh kusut Miko yang berbau.

"Aku rindu Ibu." teriak Miko.

Ibu tersenyum. "Apa yang sudah kau dapatkan dari luar, Anakku?"

"Nanti saja Miko akan cerita. Sekarang Miko lapar, Ibu," jawab Miko.

Ibu tertawa. Keduanya berjalan bersisian. Menikmati sepiring nasi dengan remukan ikan. Disantap berdua. Sungguh tak ada lagi nikmat yang ingin Miko cari di luar sana. 

Tamat.

#OneDayOnePost

3 komentar:

HERU WIDAYANTO mengatakan...

Aku kok jd terharu Lis.
Trenyuh liat endingnya.

denik mengatakan...

Mbaaa...bagus ceritanya

denik mengatakan...

Mbaaa...bagus ceritanya

Posting Komentar