27 November 2016

Dua Hati



"Masih  marah denganku?"
"Tidak ."
"Masih  membenciku?"
"Sangat."
"Tapi,  masih adakah cinta untukku?"
"Masih. Perasaanku nggak pernah berubah."
"Lalu,  kenapa membenciku juga?"
"Entahlah."
"Bagaimana bisa benci dan cinta bersatu?"
"Jangan tanya padaku.  Tanyakan saja pada hatimu,  apakah perasaanmu juga masih sama denganku."

Diam. Semua termenung  dalam kebisuan yang tiba-tiba memeluk. 

"Kamu ragu dengan perasaanku?"
"Iya."
"Kok bisa?"
"Karena kamu  tak pernah membuatku yakin."

Desahan napas mewakili kesepian.  Nyanyian tak bernada nyaris sempurna menambah kebisuan. 

"Harus dengan apa aku meyakinkanmu?"
"Tanyakan hatimu."
"Aku juga tidak tahu,  harus bertanya seperti apa."
"Ya sudah. Tak ada artinya kan?"
"Ada."
"Apa artinya?"

Kembali tak ada jawaban hingga semuanya berlalu. 

#OneDayOnePost

4 komentar:

Nychken Gilang mengatakan...

Cinta dan benci punya batas paling tipis

Na mengatakan...

Gambarnya lucu, mba. 😊😄
Ini Cinta tapi benci. Ahh... Klan Hawa memang membingungkan.

Sakifah Ismail mengatakan...

lelaki memang sulit dipahami ya mbak

#eaaaa

Muhamad Septian Wijaya mengatakan...

ahahaha laki-laki lagi yang disalahin

Posting Komentar