21 Oktober 2016

Mengenalkan Matematika Melalui Dongeng

Apa yang ada dalam pikiran anak-anak ketika mendengar kata Matematika? Apa yang akan dikatakan oleh anak-anak setelah mereka tahu Matematika? Tidak hanya anak-anak, saya yakin orang tua juga akan mengatakan hal yang sama jika mendengar kata Matematika.

Satu kata terdiri dari sepuluh huruf, namun dapat memberikan dampak yang luar biasa bagi siapa saja yang mendengar. Jika kita tanyakan kepada anak kita yang sudah bersekolah tentang pendapatnya mengenai Matematika, inilah jawaban mereka.

Matematika itu pelajaran yang susah
Belajar Matematika itu keluar kelas langsung terbakar
Pasti pusing kalau belajar yang sudah ngitung-ngitung, Matematika oohh
Aku suka Matematika, tapi gurunya itu loh, yang membuatku ilfill belajarnya. Nggak enak banget ngajarnya.

Di atas adalah beberapa pendapat yang dikemukakan apabila kita menanyakan kata sakti tersebut. Tentunya masih banyak lagi pendapat yang mengatakan bahwa, Matematika itu sungguh mata pelajaran yang jadi angker, horor, menakutkan, menegangkan bagi setiap anak. Jadi boro-boro kita memberikan penjelasan bahwa Matematika itu asyik ketika dalam benak anak-anak sudah terjejal kata-kata negatif tentang Matematika.

Padahal kita bisa belajar Matematika dengan cara yang menyenangkan dan mengasyikkan. Bisa dimulai pula dari rumah. Mengenalkan Matematika sejak anak balita. Banyak cara yang bisa kita lakukan agar Matematika menjadi kegiatan yang tidak membosankan.

Kegiatan yang bisa kita lakukan dan berkaitan dengan Matematika saat anak kita masih balita adalah melalui permainan yang mereka sukai. Ikut terlibat dalam permainan mereka, kemudian memasukkan konsep Matematika di saat anak asyik bermain. Sehingga tanpa sadar balita kita sudah mengenal Matematika. Contohnya seperti ini. Pada saat anak asyik bermain mobil-mobilan, Ibu bisa mengatakan sambil menunjukkan bahwa mobil-mobilan yang dimiliki ada dua, atau tiga. Jika ada yang sama jenis mobilnya bisa dikelompokkan berdasarkan jenisnya. “Lihat truknya ada empat ya, punya Adek,” salah satu ungkapan yang bisa kita tunjukkan. Sehingga tanpa sadar  akan tertanam dalam benak anak bahwa kegiatan mengenal angka itu menyenangkan.

Bisa juga melalui kegiatan mendongeng. Menceritakan sebuah cerita yang berkaitan dengan kejadian sehari-hari anak.  Di bawah ini contoh dongeng yang bisa digunakan untuk mengenalkan matematika di kelas rendah. Mengenalkan konsep angka kepada anak kelas satu SD.

Hari ini kita akan mendengarkan cerita tentang keluarga Bebek.  Di sebuah hutan tinggallah keluarga Bebek yang bahagia. Keluarga Bebek memiliki anak yang banyak dan berwarna-warni. Anak Bebek yang berwarna putih ada lima ekor.  Di sini guru bisa berhenti sejenak dan meminta anak menunjukkan angka lima menggunakan jarinya. Lalu bisa dilanjutkan. Sedangkan anak Bebek yang berwarna putih ada tiga ekor. Setiap ada penyebutan angka, kita bisa berhenti dan meminta anak untuk menunjukkan jarinya sebanyak angka yang disebutkan dalam cerita.

Di atas hanya salah satu contoh dongeng sederhana. Kita bisa mengembangkan cerita yang lain berdasarkan materi yang ingin disampaikan. Contoh sederhana tentang dongeng ada di bawah ini, untuk mengenalkan penjumlahan sederhana di kelas rendah.

Pagi hari yang cerah sekelompok burung pipit asyik bernyanyi di atas pohon apel. Di dahan yang besar ada tiga ekor burung pipit. Burung pipit yang besar berkumpul dengan kawanannya. Mereka berjumlah lima ekor. Di dahan yang paling tinggi terlihat satu ekor burung pipit dengan warna yang berbeda. Bisakah kalian menghitung banyaknya burung pipit yang ada di pohon apel?

Kegiatan mendongeng tersebut bisa digabung dengan permainan sederhana, tambahkan alat untuk mendongeng dengan menunjukkan benda konkret. Pasti akan memberikan pengalaman yang menyenangkan pada anak. Sehingga diharapkan pembelajaran di kelas berikutnya tidak akan memberikan kesan menakutkan.

Matematika ada dalam kegiatan kita sehari-hari. Matematika juga kita gunakan dalam kehidupan dan akan selalu dijumpai oleh anak. Kita bisa mengubah cara pandang Matematika dari hal yang menakutkan menjadi menyenangkan, tentunya dengan hal-hal yang mengasyikkan saat memberikan atau mengajarkan Matematika.

Ayo, mulai dari sekarang, kenalkan Matematika dari rumah sebagai hal yang menyenangkan, dengan berbagai cerita yang bisa kita ciptakan, agar nantinya ketika anak-anak memasuki masa sekolah mereka tetap menyenangi Matematika.

#Tugas1@JoeraganArtikel

#OneDayOnePost

0 komentar:

Posting Komentar