Remedial

Ini obrolan ringan saat saya, bu Rahayu, bu Rini, dan bu Tuti -sesama mentor kelas bawah kecamatan Cibinong- berkumpul untuk membahas apa yang akan kita berikan pada tatap muka ke dua. 

Berawal dari grup Instruktur yang terbentuk, mengabarkan bahwa salah satu dari teman kita baru saja melahirkan anak ke dua. Seorang bayi perempuan yang imut seperti wajah ibunya. Anak pertama yang kami tahu adalah perempuan juga. 

Otomatis saya yang sedang menatap layar laptop nyeletuk, "Wah, remedial itu!"

"Maksudnya?" tanya bu Rini. Semua mata menatap saya sedikit bengong dengan istilah yang saya lontarkan. Remedial? Seperti di kelas saja jika anak mendapatkan nilai kurang dari KKM lantas diremedial.

"Berarti saya juga remedial dong!" kata bu Ayu.

Saya menjawab dengan terkekeh. Karena saya tahu bu Ayu dua anaknya adalah perempuan semua.

"Lha, kita semua bertiga di sini harus remedial juga!" bu Tuti ikut menimpali.

"Yap, betul itu. Seperti saya, remedial dan dapat anak cowok. Pengayaan deh!"

Jawaban saya sontak membuat ketiganya tertawa. 

"Hadeh, bu Lisa, ada-ada saja istilahnya. Jika anak ke tiga masih sama, berarti remedial terus dong!" kata bu Ayu.

"Ya, gitu deh!" asal saya menjawab dan disambut tawa serempak kami.

#OneDayOnePost

Share:

10 komentar